Bunga dan Kupu-kupu

kupu2Perjalan ditempuh sekitar lima belas menit menuju taman asri yang dipenuhi pohon rindang, air mancur, ketenangan dan bunga sedang mekar. Sesampai sana area parkir sudah dipenuhi roda dua dan ini bertanda taman lagi banyak pengunjung. Taman kota ini tak jauh dari rumah dan biaya masuk juga sangat murah. Baru dua puluh menit ku berada ditaman kota sudah merasa sejuk. Duduk ditaman kota sendirian adalah cara mencari inspirasi tapi taman kota sering digunakan sebagai ruang bermesraan oleh mereka sedang jatuh cintah dan kekurangan modal merayakan cinta. Dengan ulah mereka yang sedang jatuh ditaman kota terkadang membuat mata harus hati-hati menoleh. Jika tidak berhati-hati bisa melirik yang sedang mabuk cinta dengan gelagat tak semestinya.

Bila telah berada dikota telah mempersiapkan bekal berupa teh botol, coklat serta permen dan mengeluarkan pulpen yang dilengkapi kertas. Berharap ketika membawa muka menatap kesuluruh sisi-sisi taman kota secara spontan hadir idea yang unik. Apalagi taman kota ini dibumbui senandung lirik nan sendu dari smartphone semakin menarik ide tercetus di otak dan tersentuh oleh hati. Dan andaikan taman kota ini adalah halaman rumah ku sendiri mungkin ini adalah tempat favorit dan motivasi terus menulis. Ruang merangkai berbagai kata menjadi berbagai kalimat bermakna menggugah sukma. Namun Itu hanya ilusi yang tak mungkin terjadi. Seandainya terwujud memiliki halaman rumah seperti itu maka diyakini banyak hal yang terangkai, tertulis dan disharekan di account blog.

Tak hanya merasa ketenangan bila berada ditaman kota melainkan bisa menghirup oksigen segar, bisa mendengar titik air yang jatuh dengan nada-nada, air mengalir dengan riak-riak kecil, rerumputan yang tinggi sama rata, daun dikipas angina, semut berjalan disela-sela rumput, hembusan angin yang meniup kerudung panjang, suara angin menyentuh dedaunan dan tumpukan daun berwarna kuning. Mungkin dedaunan kuning sengaja ditumpuk oleh pengelola taman untuk dijadikan pupuk kompos. Tempat ku berdiri mengamati bagaimana daun jatuh dari pohon dengan atraksi penuh gemulai. Cara setiap daun berjatuhan berbeda-beda dan dengan kecepatan yang tak serupa. Sudah banyak daun yang berjatuhan dari pohon tinggi itu. Hampir semua pohon yang ada ditaman kota terdapat orang duduk dibawa pohon tersebut. Ada yang duduk sendirian, duduk berlima, duduk berdua dan berombangan. Mereka yang duduk disekitar pohon-pohon rindang menggunakan warna adem yang serasi. Tiba-tiba teringat dengan sabda teman bahwa warna alam adalah warna bagus dikenakan oleh manusia.

Akhirnya mata tertuju pada bunga-bunga yang disinari cahaya matahari siang. Terlihat jelas bunga bermekar dengan pola indah disetiap tangkai bunga. Jika diperboleh ingin rasanya memetik bunga indah nan mekar, berharap bisa berphoto disekitar bunga namun area kumpulan bunga dikeliling oleh pagar cukup tinggi. Ku hanya bisa menikmati bunga segar dari jauh tapi tak bisa memetik dan berphoto disana. Untuk bisa mendapat bunga segar itu ku harus minta izin dulu pada pengelola taman dan tentu ada syarat-syarat harus dipenuhi untuk memetik bunga itu.

Cukup lama ku arah mata keseputar kumpulan bunga-bunga indah, tak ingin rasa mata pindah pada pandangan lainnya karena merasa keharuman bunga menusuk jantung sedang berdetak memikir tentang keindahan bunga. Saat memandang dan membayangkan kegemulaian bunga, tiba-tiba kupu-kupu cantik ingin ingap diputik bunga. Kupu-kupu berwarna coklat bercampur kuning membuat ku tersenyum melihat tingkahnya mendekati bunga-bunga. Sebelum kupu-kupu ingap memutar kumpulan bunga-bunga dari arah kiri kenanan, dari sisi utara kearah barat dan cukup lama berputar. Mungkin kupu-kupu sedang mengitai bunga mana yang layak tempat menyisap sari pati bunga. Betapa cerdas kupu-kupu sebab begitu tahu mana bunga segar, bunga baru bermekar dan bunga memiliki sari yang banyak. Ku semakin serius menatap bunga dan tingkah kupu-kupu.

Dari kisah kupu-kupu dan bunga ditaman itu langsung terbayang tentang antara laki-laki dengan perempuan. Karena selama ini kupu-kupu diumpama laki-laki dan perempuan seumpama bunga. Jadi bunga yang indah nan mekar tak sembarang orang yang bisa menyentuhnya dia akan dipagari, dirawati, diletak tempat yang central dan kupu-kupu yang cerdas yang berani menghampiri bunga seperti itu. Begitu juga dengan perempuan seharusnya mempagari dirinya dari tangan jahil, merawat diri dengan menambah pupuk terbaik. Apa itu pupuk terbaik yaitu dengan terus mendekati diri padaNya, meng upgrade ilmu pengetahuan dan agama karena dia makhluk ciptaan Tuhan penuh keindahan. Sehingga yang berani menghampiri dia adalah laki-laki yang mempunyai kualitas rata-rata. Cara datang pun penuh dengan sikap santun dan tidak merendahkan harkat seorang perempuan.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: