Selebritis Intelektual

road-to-successSudah teramat sering mba Anim mengikuti pelatihan penulisan dari sifat fiksi hingga berbau ilmiah. Sementara yang berkaitan Ilmiah sudah berhasil membuktikan bahwa mba Anim bisa menulis beraliran tersebut. Sedangkan berkatagori fiksi khususnya Novel masih berupaya meyakinkan diri apakah bisa menjadi novelis karena selama ini terbiasa berpikir berbau teori/ilmiah. Sehingga mengalami kesulitan juga untuk merubah kebiasaan yang telah ternanam indah dalam sanubari suci. Berharap bisa dan terus berikhtiar agar bisa menghasil novel memiliki nuansa pencerahan bukan sebatas mengangkat isu-isu percintaan anak muda zaman sekarang.

Apa salahnya menjadi akademisi berhati romantic dan memiliki jiwa imajinasi lebih tinggi dari langit, lebih dalam dari lautan, lebih luas dari samudra serta lebih sejuk dari embun pagi. Untuk menjadi novelis bekal utama harus dimiliki yaitu harus punya daya imajinasi liar, lincah, produktif dan mencerahkan serta terus membaca bacaan fiksi dengan tujuan bisa membandingkan bagaimana cara penulis tersebut meramu ide menjadi suatu yang sangat berkesan atau menyentuh hingga pembaca menjadi muek-muek. Sebagai salah satu tips yang diberikan mba Sinta diworkshop penulis bahwasanya cara mensetting atau mengubah pikiran terbiasa ilmiah berubah fiksi diperbanyak membaca genre fiksi lalu diperkuatkan dengan terus menulis fiksi. Seandainya bisa membagi waktu menjadi dua bagian yaitu malam dipergunakan untuk menulis fiksi maka siang dimanfaatkan untuk merangkai ilmiah. Mungkinkah bisa seperti ini!!!

Tentu banyak alasan kenapa harus menjadi novelis karena dengan terwujud dan tercapai keinginan tersebut. Bisa menjadi selebritis intelektual yang memiliki kemampuan menulis ilmiah dan romantic. Kata selebritis intelektual didapat dari salah satu penulis wanita di Indonesia yang sudah memiliki karya berupa novel hingga belasan. Bayangkan saja penulis nan munggil yang berkacamata itu saja bisa menjadi novelis. Sementara memiliki tanggung jawab lebih dalam keluarga masih bisa menyisahkan waktu untuk terus menghasilkan karya. Bagaimana dengan mba Anim? Belum punya amanah apapun tapi kenapa waktu disia-siakan belaka. Bayangkan saja suatu teori bisa ditransfer menjadi romansa yang mudah dipahami. Entah  kenapa mereka yang menjadi seleberitis intelektual sepertinya mereka mempunyai pesona dan kharismatik tersendiri.

Pesona pertama yaitu mereka bisa mengembangkan satu kata atau objek menjadi kompleksitas sehingga memiliki ruh yang hidup. Bahkan seolah-olah yang diceritakan adalah suatu kenyataan. Padahal itu hanya sebatas ilusi terpikir secara lintas dalam mind. Lalu pesona kedua mereka yang berhasil menulis novel mereka mempunyai imajinasi yang terkira dan tak dimiliki oleh orang.  Serta masih ada beberapa lagi alasan membuat mba Anim terpesona dengan mereka yang berhasil menjadi novelis.

Kita lihat saja apakah di tahun 2016 mba Anim akan membuahkan atau menghasilkan sebuah karya “Novel”? Seandainya itu terwujud betapa bersyukur serta bahagianya karena  hal itu pula yang akan mengajak dan mengantarkan Mba Anim menjadi selebritis Intelektual. Selain itu effect diraih ketika menjadi selebritis intelektual yaitu berharap bisa jalan-jalan gratis hingga ke belahan benua yang belum pernah diinjak sama sekali, menghadiri workshop penulis lalu membagi pengalaman hidup bagaimana bisa menulis yang bergenre teori dan fiksi. Telah menjadi rahasia umum bahasa Indonesia kekurangan penulis dan teramat jauh perkembangan dunia menulis dibandingkan dengna Negara ASEAN lainnya.

Tak Cuma itu alasan berkeinganan menjadi selebritis intelektual melainkan terdorong dari salah satu nasehat yang sangat bijak, terutama bagi kita yang tak dilirik oleh masyarakat, bukan dari keluarga kaya dan bukan dari keluarga ulama. Maka nasehat ini sangat cocok bagi mba Anim dan bagi siapapun ingin menjadi orang berarti yaitu “JIKA KAMU BUKAN ANAK RAJA/ULAMA MAKA MENULISLAH”. Silahkan mengartikan ungkapan tersebut menurut perspektif masing-masing. Temui apa makna terdalam dari kalimat singkat tersebut. Kemudian renungi kenapa penting menulis bagi siapapun. Untuk mencapai hal itu, maka ada banyak hal utama harus dilakukan yaitu terus menerus menulis berdasar ilmiah dan fiksi.

Biarkan  mengantungkan mimpi pada Mu, sebarkan diruang public, membiarkan siapapun membaca atau mendoai dan secara terus menerus berupaya agar mendapat keridhoan dari Engkau bahkan bumi serta isinya juga memberi support agar bisa menjadi “SELEBRITIS INTELEKTUAL”.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: