Penulis Muda Kerinci


kerinci1Ketika menyebut Kerinci maka yang langsung teringat gunung Kerinci, Danau Kerinci, Hamparan Teh Terluas di Indonesia, penduduk dengan ciri khas putih, pendek, bermata cipit dan pesek serta kabupaten terjauh dari Provinsi Jambi. Untuk bersua dengan tanah Kerinci perlu menempuh perjalan yang cukup lama dan melewati hutan yang masih terjaga. Untuk berjumpa dengan sesuatu yang indah-indah pada dasarnya memang harus melewati perjalanan jauh yang berbelok-belok.

Meskipun harus melewata perjalan jauh, penat dan menelusuri hutan ketika telah memasuki Kerinci semua capek terobat dengan sejuknya Kerinci serta indah alam yang tak bisa diwakili oleh kata apapun kecuali syukur. Air nan jernih membuat ikan hidup tenang disungai, hamparan padi menguning semakin Kerinci berwarna, pohon besar mencirikan Kerinci memiliki alam sehat bagi kehidupan, dan sayur mayur tumbuh dengar mekar mengisyarakat tanah Kerinci subur.

Ketika sudah berada di Kerinci diyakini tak berhenti-hentinya bertasbih, terkagum dengan sang pencipta karena begitu pandai Allah mengukir keindahan alam sangat menenangkan jiwa. Anim sendiri bersyukur dilahir dan dibesar di Alam Kerinci. Disana ukiran kehidupan telah dipahatkan dengan nada kenangan dan kebahagian. Kemana pun kaki melangkah maka tetap teringat dengan kota sakti penuh keajaiban dan energi.

Kerinci menjadi salah kabupaten di Indonesia direkomendasi untuk dikunjungi karena selama ini kota sakti tersebut dianggap sebagai negeri diatas awan. Dalam hati paling dalam berharap ada yang mencerita tentang Kerinci melalui novel atau film karena terlalu sedih bila keindahan penuh eksotik tak diulas oleh penulis muda Kerinci. Ini tugas utama penulis muda Kerinci.

Kerinci tidak hanya memiliki potensi alam yang bagus, kaya akan adat istiadat, kaya bahasa, kaya panaroma akan tetapi juga kaya dengan SDM misalnya dalam bidang penulisan. Bicara penulisan maka langsung terkoneksi dengan penulis. Untuk saat ini ada beberapa penulis muda dari Kerinci yang sudah memiliki karya berupaya buku. Diantara penulis muda Kerinci yang dikenal dan menghasil beberapa buku yaitu Mohm.Adrizal telah menghasil dua buku sekaligus sebagai ketua FLP wilayah Jambi, Wasril Tanjung (Mantan presma UNJA) juga tak kalah keren di usia muda di Tahun sama mampu menulis empat buku dengan judul yang sangat menarik bahkan karya sangat melekat dihati, Aan Sukuri (Mahasiswa Imam Bonjol Padang) mengajak pembaca menjadi pemuda berdasarkan islam juga telah berhasil menambah penulis muda Kerinci dan Testiani (Akademisi) lebih fokus pada genre ilmiah, terkadang juga bersentuh dengan artikel lepas maupun opini serta berbagai tulisan dikrim kedakwatuna banyak dikutip oleh blogger lain untuk dipublish blog mereka masing-masing.

Mereka adalah asset yang sangat berharga bagi Kerinci dan perlu perhatian dari pemerintah Kerinci untuk memberi semangat, memfasilitas dan mengapresiasi anak muda tersebut. Sebagaimana diketahui bersama kenapa Yogya menjadi unik karena dikota tersebut begitu banyak penulis produktif, kenapa wisata yogya terkenal hingga dibaca oleh orang luar itu juga peran penulis yogya yang tak henti-henti mengulas yogya dari berbagai perspektif. Sungguh berharap Penulis muda Kerinci seperti disebut diatas memberi kontribusi nyata bagi perkembangan Kerinci melalui tulisan. Andai keempat penulis muda Kerinci saling sharing ide dan terus berdiskusi meyakini Kerinci akan menjadi distinasi wajib dikunjungi oleh mereka yang menyukai adventure atau travelling.

Sayangnya penulis muda Kerinci belum memiliki forum khusus penulis Kerinci. Andaikan saja ada forum penulis Kerinci tentu sangat bermanfaat karena bisa mewadai penulis muda Kerinci yang berbincar-bincar diberbagai daerah bisa disatukan dalam sebuah komunitas mulia. Sehingga melalui tangan yang lincah, ide yang cemerlang dan kegesitan mereka bisa menyuarakan Kerinci pada dunia melalui tulisan. Tidak hanya menyuarakan Kerinci akan tetapi bisa menjadi wadah untuk menarik pemuda Kerinci lebih banyak tertarik untuk menekuni dunai menulis karena alam Kerinci adalah tempat sangat bagus dijadikan ruang untuk menulis. Menunggu muda Kerinci yang lainnya menampakkan taring ide dan keberanian untuk tampil diruang public. Alam Kerinci menghamparkan berbagai ide dijadikan pragaraf-pragaraf kalimat menggugah bagi pembaca. Atau memang selama ini belum ada yang menulis Kerinci dengan genre fiksi dari berbagai perspektif karena Allah menakdirkan keempat penulis muda Kerinci yang menulisnya dengan ramuan mansyur.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Selebritis Intelektual


road-to-successSudah teramat sering mba Anim mengikuti pelatihan penulisan dari sifat fiksi hingga berbau ilmiah. Sementara yang berkaitan Ilmiah sudah berhasil membuktikan bahwa mba Anim bisa menulis beraliran tersebut. Sedangkan berkatagori fiksi khususnya Novel masih berupaya meyakinkan diri apakah bisa menjadi novelis karena selama ini terbiasa berpikir berbau teori/ilmiah. Sehingga mengalami kesulitan juga untuk merubah kebiasaan yang telah ternanam indah dalam sanubari suci. Berharap bisa dan terus berikhtiar agar bisa menghasil novel memiliki nuansa pencerahan bukan sebatas mengangkat isu-isu percintaan anak muda zaman sekarang.

Apa salahnya menjadi akademisi berhati romantic dan memiliki jiwa imajinasi lebih tinggi dari langit, lebih dalam dari lautan, lebih luas dari samudra serta lebih sejuk dari embun pagi. Untuk menjadi novelis bekal utama harus dimiliki yaitu harus punya daya imajinasi liar, lincah, produktif dan mencerahkan serta terus membaca bacaan fiksi dengan tujuan bisa membandingkan bagaimana cara penulis tersebut meramu ide menjadi suatu yang sangat berkesan atau menyentuh hingga pembaca menjadi muek-muek. Sebagai salah satu tips yang diberikan mba Sinta diworkshop penulis bahwasanya cara mensetting atau mengubah pikiran terbiasa ilmiah berubah fiksi diperbanyak membaca genre fiksi lalu diperkuatkan dengan terus menulis fiksi. Seandainya bisa membagi waktu menjadi dua bagian yaitu malam dipergunakan untuk menulis fiksi maka siang dimanfaatkan untuk merangkai ilmiah. Mungkinkah bisa seperti ini!!!

Tentu banyak alasan kenapa harus menjadi novelis karena dengan terwujud dan tercapai keinginan tersebut. Bisa menjadi selebritis intelektual yang memiliki kemampuan menulis ilmiah dan romantic. Kata selebritis intelektual didapat dari salah satu penulis wanita di Indonesia yang sudah memiliki karya berupa novel hingga belasan. Bayangkan saja penulis nan munggil yang berkacamata itu saja bisa menjadi novelis. Sementara memiliki tanggung jawab lebih dalam keluarga masih bisa menyisahkan waktu untuk terus menghasilkan karya. Bagaimana dengan mba Anim? Belum punya amanah apapun tapi kenapa waktu disia-siakan belaka. Bayangkan saja suatu teori bisa ditransfer menjadi romansa yang mudah dipahami. Entah  kenapa mereka yang menjadi seleberitis intelektual sepertinya mereka mempunyai pesona dan kharismatik tersendiri.

Pesona pertama yaitu mereka bisa mengembangkan satu kata atau objek menjadi kompleksitas sehingga memiliki ruh yang hidup. Bahkan seolah-olah yang diceritakan adalah suatu kenyataan. Padahal itu hanya sebatas ilusi terpikir secara lintas dalam mind. Lalu pesona kedua mereka yang berhasil menulis novel mereka mempunyai imajinasi yang terkira dan tak dimiliki oleh orang.  Serta masih ada beberapa lagi alasan membuat mba Anim terpesona dengan mereka yang berhasil menjadi novelis.

Kita lihat saja apakah di tahun 2016 mba Anim akan membuahkan atau menghasilkan sebuah karya “Novel”? Seandainya itu terwujud betapa bersyukur serta bahagianya karena  hal itu pula yang akan mengajak dan mengantarkan Mba Anim menjadi selebritis Intelektual. Selain itu effect diraih ketika menjadi selebritis intelektual yaitu berharap bisa jalan-jalan gratis hingga ke belahan benua yang belum pernah diinjak sama sekali, menghadiri workshop penulis lalu membagi pengalaman hidup bagaimana bisa menulis yang bergenre teori dan fiksi. Telah menjadi rahasia umum bahasa Indonesia kekurangan penulis dan teramat jauh perkembangan dunia menulis dibandingkan dengna Negara ASEAN lainnya.

Tak Cuma itu alasan berkeinganan menjadi selebritis intelektual melainkan terdorong dari salah satu nasehat yang sangat bijak, terutama bagi kita yang tak dilirik oleh masyarakat, bukan dari keluarga kaya dan bukan dari keluarga ulama. Maka nasehat ini sangat cocok bagi mba Anim dan bagi siapapun ingin menjadi orang berarti yaitu “JIKA KAMU BUKAN ANAK RAJA/ULAMA MAKA MENULISLAH”. Silahkan mengartikan ungkapan tersebut menurut perspektif masing-masing. Temui apa makna terdalam dari kalimat singkat tersebut. Kemudian renungi kenapa penting menulis bagi siapapun. Untuk mencapai hal itu, maka ada banyak hal utama harus dilakukan yaitu terus menerus menulis berdasar ilmiah dan fiksi.

Biarkan  mengantungkan mimpi pada Mu, sebarkan diruang public, membiarkan siapapun membaca atau mendoai dan secara terus menerus berupaya agar mendapat keridhoan dari Engkau bahkan bumi serta isinya juga memberi support agar bisa menjadi “SELEBRITIS INTELEKTUAL”.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

%d bloggers like this: