Gumpalan Perasaan

love1Tak terasa sudah berada di bulan dua belas, tinggal dua minggu lagi akan menuju tahun baru dan selama tahun ini pula berbagai gumpalan perasaan yang dijumpai serta dirasakan. Sungguh cepat waktu berputar dan berotasi sehingga tak terasa sudah diakhir tahun. Padahal masih teringat semua segala yang terjadi dan kini telah menjadi kenangan untuk dipetik hikmahnya.

Waktu yang berjalan, berdetik, berdetak disetiap hari telah menghasilkan gumpalan perasaan seperti gumpalan awan dilangit biru nan luas. Jika gumpalan awan membawa keteduhan, maka gumpalan perasan menimbulkan kejutaan pada struktur hati maupun struktur otak agar bisa menyikapi dengan kebijaksanaan. Tak disangka gumpalan perasaan membawa kejutaan-kejutaan penuh arti dan kenangan. Gumpalan perasaan ini adalah bentukan dari kumpalan berbagai interaksi, komunikasi, bacaan dan kegiataan. Gumpalan perasaan juga kumpulan dari pertemuan dan perpisahan. Gumpalan perasaan itu menyatukan dengan hujan, panas, dan angin setiap hari. Terkadang ingin rasanya gumpalan rasa dicurahkan dengan symbol, akan tetapi tak mampu mengutarakan pada bumi atas kehadiran gumpalan perasaan. Andai saja gumpalan perasaan itu bisa ditempelkan pada tembok, mungkin akan terlihat perasaan tawa, senyum, cemberut, optimis, bahagia, kecewa dan air mata. Sayangnya gumpalan perasaan tak bisa terlihat.

Bersyukur ia dipertemukan berbagai perasaan sehingga bisa memahami setiap rasa yang hadir. Bayangkan saja bila ia tak bisa merasakan berbagai rasa tentu tak bisa tahu rasa semangat, rasa sedih, rasa bahagia, rasa kecewa, rasa duka, rasa pahit, rasa hambar dan rasa cinta. Tak jarang pula gumpalan perasaan melahirkan kesyahduan dan romansa. Hadirnya gumpalan perasaan bagaikan rahmat Allah anugrahkan pada ia. Dan kesemua rasa yang membentuk gumpalan perasaan adalah bagian dari keseimbangan kehidupan serta bertanda jiwa yang normal. Hal itu harus dijumpai oleh manusia memiliki cinta dan harapan. Lalu mengartikan gumpalan perasaan sebatas bunga-bunga perjalan hidup yang harus ditemui disetiap persimpangan jalan.

Gumpalan perasaan bersemayaman dihati bagaikan abstraksi yang susah dimaknai. Sungguh gumpalan perasaan bagaikan warna-warni dunia yang indah mengelayut dihati. Gumpalan perasaan dimaknai dengan diam dan memahami. Padahal ia tahu segala gumpalan yang hadir adalah gerak dari sang ilahiah. Gumpalan perasaan pula menarik seluruh raga menatapkan segala yang terjadi atas takdirnya. Bahkan gumpalan perasaan mengajari makna kesederhanaan, kegigihan, ketulusan dan ketundukkan pada sang maha kasih.

Ia tahu tahun depan akan kembali akan menemukan berbagai perasaan. Entah itu gumpalan perasaan membuat bijak atau gumpalan perasaan akan menjauhi ia dari kedewasaan. Gumpalan perasaan telah menyinari setiap nafas dan jiwa melihat fokus hidup yang dirihdoi Allah. Gumpalan perasaan bak rem untuk berpaju dalam lingkaran keberkahaan dan kebaikan. Sehingga membuka mata, hati dan pikiran menuju terminal kehidupan dengan keimanan serta kesabaran. Satu hal yang harus ia akui bahwasanya gumpalan perasaan ini telah melahirkan makna agak rumit dimaknai dan biarkan gumpalan perasaan membawa pada kontemplasi hidup. Terakhir biarkan gumpalan perasaan mengantar dan mengerak ia pada suatu titik pertemuan.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: