Sekarang Cadar Dicibirkan

sekarang cadar dicibirkanHeboh…heboh…heboh persis kayak lagi diskon di mall-mall. Yang mengawali kehebohan di sosial media, biasanya mereka-mereka bergelar berderet-deret, terbiasa dengan teori-teori barat dan pandai membangun opini. Meskipun twiit sudah dihapus tetap saja tidak menghenti riuh-riuh dijagat maya….#tepokjidat_sambil_istiqfar.

Akhirnya apa!!! Bukannya dapat dukungan yang ada dibully secara massa. Siapa juga dulu memancing untuk dibully secara verbal. Mudahan-mudahan mereka yang dibully secara verbal tidak kena stroke, menimbulkan musuh tanpa sengaja dan diajak berdebat secara terbuka. Maklum yang disentil berkaitan dengan SARA. Sedangkan isu-isu seperti ini harus hati-hati ditwitt diranah sosial media. Bila salah bisa berakibat batal.

Bayangkan saja orang sekeren itu. Kok bisa-bisanya mengtwitt hal yang sangat tidak mencirikan keluasan ilmu yang dimiliki dan kebijaksanaan. Atau sengaja mengeruh suasana biar islam dikatai lagi mudah terprovokasi. Lucunya lagi kenapa mereka-mereka yang berlegang lego tanpa busana tidak pernah diproteskan, dipermasalahkan dan dirisihkan.  Kenapa mereka yang menerapkan syariat selalu dicibir…#tanya pada mereka!!!

Seolah-olah ada yang risih dan keganggu ketika umat islam menerapakn ajaran ketauhidan. Jadi mikir dah. Bukankah menyalankan agama di dijamin oleh negera, terus kenapa kalian yang sewooottt. Bukan kita hidup di negeri pertiwi seharusnya saling menghormati dan menghargai. Padahal mereka tidak pernah mengusik kalian apalagi ikut campur kehidupan kalian dan mereka adalah manusia sedang mendekati diri pada Tuhan. Terus kenapa kalian sekarang tiba-tiba jadi resek, risih dan aneh. Seakan-akan syarait dijalankan dijadikan permasalahan bagi mereka.

Jika beberapa bulan lalu yang dihebohkan gara-gara jenggot, hari ini gara-gara cadar dan besok apalagi ya dicibirkan pada umat islam. Oleh orang yang sama atau orang yang berbeda. Kita tunggu saja!!!

Padahal jika boleh jujur mereka-mereka yang beken-beken tersebut, sering nonggol di TV ada baiknya menyelesaikan permasalahan Indonesia yang carut marut berderet-deret dan sangat membutuh pemikiran mereka. Dan kenapa hal sepele ini diperhatikan. Atau terlalu perhatian dengan syariat islam. Atau mungkin syariat islam dijalankan akan mengancam eksistensi komunitas mereka. Mungkin saja bukan^___^.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: