Yang Datang Kader PDIP bukan kader PKS

yang datang kader PDIP bukan kader PKSPerjalanan yang harus ditempuh untuk bersilaturahmi dengan teman lama sekitar setengah jam  dan  laju kecepatan motor dibawa 40/jam. Ini termasuk kecapatan rata-rata bagi wanita dan rendah bagi para laki-laki. Mumpung masih dikampung sebelum balik kekota yang penuh dengan individualisme, untuk itu menyempatkan diri untuk berkunjung. Cuaca pun mendukung perjalanan ini, yang biasanya jam segini (10.00 wib) masih kerasa dingin dan kabut pun tak begitu tampak tebal di bukit-bukit barisan yang mengelilingi kota sakti. Begini lah tinggal daerah pergunungan tertinggi di sumatra teramat sering merasakan cuaca dingin dibanding cuaca panas.

Tidak heran orang-orang tinggal daerah pergunungan kebanyakan berkulit bersih dan keseringan menggunakan baju tebal.  Dalam perjalanan ditemani pemandang indah, tidak ditemui ditengah perkotaan. Ini lah karakter desa selalu menyuguhi keindahn penuh ketakjuban, terkadang pesona alam mengerak hati untuk berzikir. Betapa dunia ini penuh dengan keindahan dan perlu disyukuri dengan menjaga kelestarian alam. Sayangnya, masih ada manusia yang tidak mau merawat jagat raya dengan estetika humanis. Padahal bila alam sudah rusak yang dirugikan tetap manusia karena manusia membutuhkan alam. Tanpa alam, manusia mungkin sudah kelaparan, susah untuk bertahan hidup dan harus membeli oksigen. Pada akhirnya manusia menjadi tidak seimbang dalam kehidupan karena hampir seluruh kebutuhan manusia berasal dari alam.

Tak terasa keterpesonaan pada alam kerasa menyingkatkan waktu dilalui. Meskipun di jalanan sempat kena macet sebentar, dikarenakan adanya pasar tumbah (pasar kaget). Bicara pasar kaget! Teringat dengan pasar kaget di sekitar Universitas Padjajaran (PAUN= pasar unpad), Universitas Gadjah Mada (Sunmor= Sunday Morning), sekitar gedung sate Bandung (Gasibu) dan area pekantoran gubenuran kota Jambi (Titik Nol kota Jambi). Biasanya sebagai anak kuliah dan kosan sangat menunggu momentum pasar kaget, saatnya hunting kuliner yang maknyoosss. Apalagi lagi ketika masih di jawa sangat menunggu pasar kaget dan sampai nanyain satu-satu persatu teman kosan yang mau kepasar kaget. Bilamana kepasar kaget secara rama-rame ada nuansa berbeda dibanding berjalan sendirian.

Silaturahmi adalah ajang mengingat kembali kisah klasik masa lalu, apalagi yang dikunjungi adalah teman lama sudah jarang bertatap muka. Meskipun dalam conection (sosial media, bbm, wa) selalu berkomunikasi. Seolah-olah berkomunikasi melalui jaringan tidak seindah, seheboh, seromatis dan segila saat bertatap muka. Seperti dirasakan saat silaturahmi dengan teman-teman lama dalam lingkaran ukhuwah. Berbagai cerita diutas, dari basa-basi hingga garing.  Terkadang tawa pun lepas tanpa ada sungkam, seolah-olah kedengar tawa orang rame padahal hanya beberapa biji akhwat. Mumpung masih zona akhwat jadi tidak perlu menahan ketawa apalagi sampe malu-maluin. waktu pun tidak terasa sehingga suara azan zuhur berkumandang dari mesjid, makanan maupun minuman pun lahap tanpa terasa hingga tetes terakhir dan terkadang diselingi suasana sunyi untuk melanjut tema pembicaraan.

Kenapa silaturahmi ini begitu garing? Dimana teman yang dikunjungi adalah teman yang sudah mengenap setengah dien setahun yang lalu, semoga selalu dibumbui nuansa cinta, rindu, sayang dan dicurahkan rahmaat bagi mereka dari pemilik kehidupan. Kebetulan jodoh nya orang yang dikenal. Ingin mendengar secara langsung bagaimana pertemuan laki-laki tersebut yang telah menjadi teman yang halal dalam suka maupun duka. Insya Allah jika dipercayai oleh Allah, dipermudahkan akan menjadi ibu muda dan siap melahirkan maupun mendidik generasi penerus dakwah dengan cinta serta dilengkapi tuntunan islam. Aamiin.

Uniknya dalam ngombrol tanpa kesudahan itu, akhirnya terlontar jua pertanyaan yang lumrah ditanya siapapun. Emang kenal dimana, si abangnya? Padahal dulu pernah berkeinginan mendapat pasangan hidup dari kader PKS? Kok sekarang berbeda!!! Secara diplomatis, calon ibu muda menjawab bahwasanya semua sudah Allah yang mengaturkan dan akhirnya bertemu dengan abang ini. Jawaban diplomatis tersebut pada dasarnya sangat benar, tidak bisa di elak, jika sudah jodoh datang maka semua kriteri-kriteria yang diinginkan akan hilang begitu saja.

Tanpa sadar akhwat yang menemani bersilaturahmi menyaut, “Lah kalau kader PKS tidak berani dan tidak pernah muncul” untuk mengajak serius sedangkan secara gentelment ada kader PDIP datang mengutarakan niat baik, mau tidak mau harus di terima. Apalagi sudah sering ditanya lingkungan, orang tua dan usia sudah matang maka seharusnya melangkah kesana. Sebenarnya pernyataan tersebut itu benar adanya.

Selama ini banyak akhwat ingin menikah dengan kader PKS, tapi kebanyakan kader PKS nyalinya masih ciut, tidak tahu entah dimana keberadaannya, mungkin sedang mempersiapkan bekal untuk kesana dan tidak tahu kalau akhwat PKS sudah dinikahi oleh kader lain. Seperti kisah dari calon ibu muda ini, sudah mengutarakan pada mama nya ingin mendapat pasangan dari kader PKS, orangtuanya menantang untuk membawa kader PKS kerumah untuk dikenalkan pada keluarga, ada yang datang tapi ketika bertamu kerumah akhwat diam seribu bahasa, akhirnya orangtuanya jadi negative thinking.

Suatu saat datanglah laki-laki bukan kader PKS dengan ramah, secara terus menerus ngombrol (ambil hati orang tua tersebut), sehingga meluluhkan hati bunda akhwat dan orangtua akhwat secara langsung meminta pada kader partai lain untuk menikahi anaknya. Calon ibu muda tersebut masih sempat protes, menolak keinginan orangtua dan masih tetap ingin kader PKS.

Apa yang membuat diri mu menolak lamaran laki-laki ini. Padahal selama ini engkau mencari yang paham agama, pendidikan dan ini sudah ada didepan mata dari pada menunggu yang tidak jelas. Atau gara-gara dia bukan kader PKS!!!. Bahkan  selama ini sudah memberi waktu, sudah mengatakan pada murabbi mu untuk membawa ikhwah PKS kerumah dan para ustazah-ustazah hanya menanya kapan sedangkan tidak pernah memberi solusi. Itu pernyataan tegas orangtua akhwat tersebut!!! Mendengar penjelasan ibu muda yang sedang hamil 4bulan tersebut, termenung semari tersenyum-senyum. Bahwasanya penjelasan dari mama sangat benar dan sudah memberi waktu tapi tak kunjung datang.

Bila meninjau perspektif islam bahwa orang-orang yang dilarang dinikahi sebenarnya tidak ada point bahwasanya dilarang menikah beda partai yang terpenting satu akidah, tidak satu persusuan, dan tidak mushoharoh.  Mari kita melihat  laki-laki yang dilarang dinikahi antara lain

  1. Laki-laki yang haram dinikahi karena nasab (keluarga)

Laki-laki yang haram dinikahi dari nasab adalah yang disebutkan oleh Allah Ta’ala dalam surat An-Nur 31:

“Katakanlah kepada wanita yang beriman:”Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka, dan janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka.Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka,…”.

Ayah (Bapak-Bapak),  Anak Laki-Laki, ). Saudara Laki-Laki, Baik Sekandung, Sebapak Atau Seibu Saja, Anak Laki-Laki Saudara (Keponakan) dan Paman, Baik dari bapa atau pun dari ibu.

  1. Laki-laki yang haram dinikahi karena persusuan. … Juga ibu-ibumu yang menyusui kamu serta saudara perempuan sepersusuan …” (QS. An-Nisa’ : 23). Bapak persusuan (Suami ibu susu), Anak laki-laki dari ibu susu, Saudara laki-laki sepersusuan, baik kandung maupun sebapak, atau seibu dulu. Keponakan sepersusuan (anak saudara persusuan), bail persusuan laki-laki atau perempuan, juga keturuanan mereka. Paman persusuan (Saudara laki-laki bapak atau ibu susu)
  2. Laki-laki yang haram dinikahi karena mushoharoh. Siapakah laki-laki yang haram dinikahi wanita dari sebab mushoharoh yaitu Suami, Anak Tiri (Anak Suami Dari Istri Lain), Ayah Mertua (Ayah Suami), Ayah Tiri (Suami Ibu Tapi Bukan Bapak Kandungnya), Menantu Laki-Laki (Suami putri kandung)
  3. Sebab diharamkan sementara diantaranya: (1) Laki-laki yang sedang ihrom. tidak boleh bagi laki-laki yang sedang ihrom untuk melakukan akad nikah dengan seorang wanita sedangkan dia masih berihrom, (2) Laki-Laki kafir. Tidak halal laki-laki kafir menikahi wanita muslimah, dan (3) Haram bagi budak laki-laki untuk mengawini tuan perempuannya

Selama ini kenapa banyak akhwat PKS ingin dinikahi dari kader yang sama. Kemungkinan karena sama-sama dibina  dalam lingkaran ukhuwah dalam rangka memahami pemahaman agama, merasa nyaman berinteraksi, pola pemikiran sudah hampir serupa, tujuan hidup ada kesamaan, banyak beranggapan kader PKS rata-rata humble, berpendidikan, sabar, tidak merokok, ingin mengikuti jejak teman-teman yang lain dan ingin memiliki imam yang paham dengan agama sehingga bisa menjadi panutan. Bukan berarti kader partai lain tidak seperti itu. Atau bisa jadi selama ini otak sudah ter-setting bahwa harus menikah satu pergerakan, bisa jadi bukan!!!

Bila memandang dari sisi positif, ada point hikmah ketika kader PKS menikahi kader lain. Bisa  dijadikan lahan dakwah, mengajak untuk mengenal pergerakan PKS, dan manambah anggota baru PKS. Namun nyatanya ketika kader PKS menikah dengan pergerakan lainnya malah terwarnai bukan mewarnai. Misalnya jarang berkumpul lagi dilingkaran ukhuwah dengan alasan sibuk atau alasan lainnya, mulai cobot kaos kaki dan lama-lama kerudung yang panjang tinggal seperempat. Bisa jadi itu alasan utama karena takut terwarnai. Padahal proses menjadi wanita berkerudung panjang tidaklah gampang perlu pertimbangan disana-sini, apalagi sempat dapat tantangan dari orangtua maupun lingkungan dan untuk mendapat hidayah itu tidak semudah dikatakan.

Pada akhirnya, silaturahmi dengan calon ibu muda tersebut mengantarkan penulis untuk menulis artikel ini. Tentunya bagi pembaca paham makna dari tulisan ini, bukan maksud menyentil tetapi memberi kesadaran atau open your mind bagi ikhwah. Berani bersilaturahmi dengan orang tua akhwat. Ketika sudah silaturahmi ambil hati dan luluh kan hati ibu nya. Jangan ketika silaturahmi malah diam seribu bahasa. Insya allah itu mempermudah langkah untuk mengambil hati si putri nya seperti kisah diatas. Apalagi rata-rata akhwat sangat tidak tega untuk membantah dan mau mengikuti keinginan orangtuanya terutama ibu.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: