Perjalanan


perjalananTidak terasa berjalan dibuminya sudah seperempat abad, terasa begitu cepat berputaran masa dalam kehidupan dan tidak tahu akan kemana lagi kaki ini melangkah untuk menelusuri perjalan setapak, lorong, gang, jalan protocol maupun jalan tol. Kota mana lagi akan disinggahi, desa mana lagi untuk memetik hikmah dan Negara mana lagi keberuntungan akan membawa. Manusia seperti apa akan dijumpai. Apakah nanti bertemu dengan manusia mengajak mengenal Ilah, mengajak untuk pribadi berlian, mengajak menjadi manusia melabrak aturanNya atau bertemu manusia menjadi insan selalu mensyukuri kehidupan. Itu semua adalah rahasia Ilah.

“Ya Allah, wahai Dzat yang cahayaNya berada dalam kerahasiaan-Nya dan RahasiaNya berada dalam makhlukNya, sembunyikanlah kami dari pandangan orang-orang jahat, orang-orang yang melampaui batas dan dari hati orang-orang yang dengki dan orang-orang yang zhalim, sebagaimana Engkau sembunyikan ruh di dalam tubuh. Sesungguhnya Engkau Maha kuasa atas segala sesuatu”

Tak ada satupun manusia yang mengetahui bagaimana masa depan nanti, apa yang akan ditemui, meskipun kita sering mendengar bahwa masa depan pada hakiki bisa dideteksi dari sekarang melalui perilaku, kegiatan dan kebiasaan saat ini. Ya bisa dipercaya dan tidak!!! Karena semua adalah Dia yang mengskenario kehidupan ini. Walaupun sudah berusaha, berikhtiar dan melakukan terbaik. Bila qodoh dan qadar berbicara lain. Makanya kita sebagai manusia hanya bisa berupaya, berjalan dan berdoa agar keinginan kita selaras dengan kehendak Allah.

Jika hidup tanpa perjalan dan bergerak kedepan maka hanya menemui sebagian ciptaan Ilah. Semakin banyak berjalan semakin banyak pula menemukan berbagai ciptaan Allah yang maha sempurna dari yang terkecil hingga tak terukurkan. Dari berbagai perjalanan dan temuan yang ditemukan diperjalan semakin paham bahwa Allah maha kaya, maha pemurah dan maha tinggi.

Meskipun dari awal sudah mengetahui bahwa akhir dari perjalanan yang melalahkan itu akan berakhir pada batu nisan. Namun sebelum menuju kesana tentu akan bertemu berbagai cobaan, hinaan, fitnah, cacian, kedengkian, kebahagian, tawa, suka, duka dan euporia. Setiap langkah kaki melangkah setiap itu pula disandingkan dengan cobaan dan harapan. Pada hakikinya hidup ini harus berjalan.

Berjalanlah terus menerus agar mampu memahami arti kehidupan. Walaupun nanti akan bertemu dengan jurang begitu dalam, tanjakan begitu semitrik, kelokan yang susah untuk ditaklukan, daratan yang menimpu yang terkadang ada kerikal maupun batu yang tersembunyi dibalik daratan tersebut. Ketika bertemu hal tersebut, maka cara bijak menyikapi berbagai rambu-rambu berjalan itu dengan tetap sabar, ikhlas, tawaduk dan mensyukuri. Jika beberapa unsur tersebut tidak ditanamkan dengan kokoh dalam naluri maka akan mudah goyah, mudah terbawa arus, cepat mengalah, dan akhirnya tumpang karena tidak sanggup berhadapan dengan cuaca. Tentu tidak mudah menerapkan unsur kesabaran, keikhlasa, ketawadukan dan kesyukuran dalam irama kehidupan jika dari sekarang tidak membiasakan serta meminta pada Allah agar dijadikan manusia yang selalu siap menghadapi apapun warni-warni kehidupan.

Akhirnya bergerakan, perjalan dan warna-warni kehidupan cara Allah untuk mengasahkan hati dan pikiran sehingga mampu memaknai tentang akhir dari kehidupan sesungguhnya. Setiap persinggahan dan perhentian pada hakikinya selalu membawa hikmah serta makna menjadi manusia penuh kebijaksanaan. Beruntunglah mereka yang selalu berjalan mampu mengambil hikmah karena begitu banyak mereka-mereka suka menelusuri perjalan tapi tidak bisa memetik hikmah yang ditemui. Bukankah setiap peristiwa dan sejarah selalu berulang hanya ditempat yang berbeda dengan orang yang berbeda pula.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Wanita Kalau sudah Jatuh cinta


Wanita Kalau sudah Jatuh cintaJika laki-laki sudah jatuh cinta maka secara nyata dan jelas melihat bentuk ekspresi cintanya. Mungkin begitulah karakter laki-laki ketika ada rasa maka saat itu pula diungkapkan pada objek yang disukai. Laki-laki terbiasa bermain transparansi (mengungkap dengan nyata). Berbeda dengan perempuan meskipun sedang jatuh cinta dan suka pada objek tertentu (laki-laki) begitu erat menyembunyikan rasa tersebut karena perempuan terbiasa menyembunyikan rasa. Bahkan bisa menjaga rasa hingga hembusan nafas terakhir dan setan pun tak tahu apa yang dirasakan. Kisah nyata seperti pernah terjadi dalam kehidupan manusia yaitu masa kehidupan Rasullah SAW.

Jangan dimasa itu dimasa sekarang juga masih menemui bagaimana wanita menjaga cinta sehingga awan, udara, cahaya dan debu jua tidak mengetahui kalau dalam qolbunya ada getaran cinta pada sebuah nama. Bahkan sinyal-sinya cinta pun tak pernah ditampakan malah sebaliknya ketika ada getaran bergelombang  dalam sukma dibawa cuek begitu saja. Tentu banyak alasan kenapa wanita kalau sudah jatuh cinta begitu pintar menjaga rasa karena takut salah memposisikan cinta dalam irama kehidupan, takut terombang-ambing dari hempasan cinta dan takut rasa tersebut tidak disambut positif. Meskipun secara nyata tidak pernah mengatakan ada cinta tetapi wanita selalu terbiasa mengungkap rasa cinta maupun suka melalui doa. Tentu tak banyak wanita yang bisa mampu mempertahankan rasa cinta melalui doa.

Begitulah seharusnya mengungkap rasa kagum dan cinta. Dengan doa ingin melibat, mengikut sertakan dan berharap ridho dari sang pemilik hati yang begitu mudah merekat, mempertemukan dan membolakbalik hati manusia. Ini pula jalan yang elok yang harus dibiasakan oleh wanita ketika jatuh cinta maka bermohonlah kepada Allah agar diberi petunjuk dalam menyikapi rasa yang hadir dalam sukma bukan sebaliknya ketika jatuh cinta malah mempamerkan rasa suka dengan merendahkan izzah seorang wanita.

Padahal ketika wanita tidak memiliki izzah maka cintanya akan diobral-obral dan laki-laki pun berpikir panjang untuk meletak cintanya pada wanita tersebut. Untuk itu mari tetap menjaga izzah dan jagalah cinta itu melalui doa. Karena kekuataan doa itu sangat dahsyat, seolah-olah bisa menjadi kompas untuk meletak cinta sesungguhnya, cara bijak menyikapi rasa dikala melanda, berdoalah maka Tuhan akan memeluk rasa mu itu sehingga mengerakan seluruh persendian mu menemu cinta pada orang yang tepat dan  doa pula mampu mengantar getaran rasa pada orang engkau sukau melalui komunikasi tanpa bicara (telepati).

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

%d bloggers like this: