Cinta akan membawa mu kembali

hal-hal lucu tapi tidak lucu

hal-hal lucu tapi tidak luculi, 

Suara tadarus masih terdengar jelas dari suara mickrofon.  Begitulah suasana ramadhan dikampung  akan diramaikan suara tadarus di berbagi tempat oleh berbagai organisasi. Ketika masa sekolah dulu setiap malam mengikuti tadarus dari rumah kerumah dan disana pula jalinan ukhuwah terjalin. Suara tadurus masih menemani malam semakin pekat, sekali-kali terasi dingin menyetuh kaki dan pipi. Meskipun suasana dingin sudah terasa kentara dan jam sudah mendakati 23.00 wib entah kenapa mata masih tetap terjaga dengan terang menerang semari terus menerus menekan keyboar leptop untuk mengejar target biar bisa menyelesai satu buku lagi (buku ke-5), Insya Allah.  Menulis buku bukan bermaksud mengatakan dirinya sudah hebat, pintar atau cerdas apalagi dikatai sebagai media untuk famous. Sungguh bukan itu tujuan menulis buku, melainkan ingin menantang diri seperti ungkapan yang pernah terucap ketika tinggal dibandung (bahwa suatu saat nanti ingin menulis) dan merasa diri ini belum apapun hanya manusia setengah dengan terus untuk menjadi yang terbaik bagi orang tua. Bila suatu saat nanti tentu ingin menjadi terbaik bagi keluarga, anak dan si dia hohoho….(ukhti, malam-malam ngawuuurrr)

Mumpung Allah memberi waktu luang, kesempatan dan ide maka memanfaatkan semampunya. Yakin ketika suatu saat sudah berubah status tentu akan susah untuk mencari waktu untuk menulis seperti percakapan dengan salah satu dosen yang tidak memiliki waktu lagi untuk menulis. Disebabkan amanah sebagai ibu, istri dan jabatan lain akhirnya hobbi menulis semakin hilang. Maka mempergunakan waktu ini menulis apapun, apakah nanti akan menjadi buku, sebatas bacaan tidak bermakna atau sebagai file yang menumpuk di hardisk tidak akan menjadi masalah. Apa yang membuat begitu betah menulis hingga larut malam, tidak lain dan tidak bukan adalah cinta.

Cinta bisa membuat bertahan dalam kesunyian seperti cinta ia menulis dalam keheningan. Bicara cinta teringat dengan lagu yang diputarin selama perjalan 12 jam dari kota kekampung. Lagu yang berjudul “cinta membawa mu kembali” yang dipopulerkan oleh dewa 19 ini mempunyai makna tersendiri dan kenapa lagu ini pula yang di playlist padahal banyak lagu ter-save di tablet. Selama mendengar lagu tersebut terlelap di dalam travel. Biasanya susah untuk bisa menutup mata dalam perjalanan, berbeda dengan kali ini. Paling tidak lagu ini telah menemani dalam perjalanan menuju cinta. Yaitu perjalanan menuju cinta orang tua yang sudah enam bulan sudah tidak menatap wajah teduh itu. Ternyata yang membawa ia kembali kekampung adalah cinta. Jika boleh jujur tidak betah dan tidak tertarik lagi tinggal didesa tempat dilahirkan. Bukan tidak membutuhkan desa, bukan ingin melupakan kenangan, bukan pula mengatakan tidak pantas tinggal didesa. Entah kenapa tiba-tiba menjadi orang asing didesa sendiri dan mungkin karena efek kelamaan merantau. Kalau bukan karena rindu dan cinta pada orang tua ingin selamanya diperantaun. Merasa nyaman saja dirantau karena disibukan untuk berkarya dan alasan kuat tidak mau berada didesa ini. Namun warna-warni kehidupan itu sudah menjadi renungan sangat luar biar dalam memahami makna hidup, cinta, kasih dan pertemuan. Hanya waktu bisa menjawab apakah nanti akan tetap diperantauan atau kembali kesini. Tempat awal mula mengenal cinta terutama cinta bunda pada ia dan cinta ia pada bunda.

Jika cinta itu masih ada maka akan kembali pada jalan cinta. Meyakini cinta yang dibingkai atas kehendak Allah adalah sebenarnya cinta dan mempercayai kekuatan cinta. Seperti kalimat yang sering diutarakan oleh Yahya Bin Mu’adz “Cinta karena Allah tidak akan bertambah hanya karena orang engkau cintai berbuat baik kepadamu dan tidak akan berkurang karena ia berlaku kasar kepadamu”. Sampai ketemu pada titik pertemuan sedang dirahasiakan Allah dan ketika Allah sudah mengerakkan hati. Maka kaki, hati, dan pikiran akan melangkah serta alam juga membantu mengarahkan pada pusaran yang sama sehingga menemukan titik cinta sebenarnya.  Yaitu cinta dilandasi rasa cinta padaNya. Untuk itu biarkan cinta membuat engkau kembali pada engkau cintai.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: