Keberkahaan Puasa

Pemuda Zaman Sekarang Lebih Sering ke Rumah Pacar Dibandingkan ke Rumah Allah

Pemuda Zaman Sekarang Lebih Sering ke Rumah Pacar Dibandingkan ke Rumah Allah

Bulan Ramadhan di identik dengan bulan rahmat, bulan ampunan dosa, bulan doa-doa diijabah dan bulan penuh berkah. Dengan keberkahaan itu pula membuat manusia menjadi mudah mengeluarkan segala sesuatu untuk membantu. Lihat saja disekitar kita begitu mudah manusia mengeluarkan sedakah hampir setiap hari. Mungkin dibulan lainnya ada terasa enggan atau berat untuk membantu. Lalu tiba-tiba manusia menjadi pribadi shalih/sholeh dengan menggunakan pakaian menutup aurat padahal sebelum ramadhan begitu murah mengumbar aurat. Tekad baik menggunakan atau menutup aurat bukan hanya berlaku dibulan puasa melainkan untuk seterusnya.

Tidak hanya pada manusia bahkan acara-acara televise beralih bernuansa agama padahal sebelumnya begitu sering menanyangkan acara yang sangat tidak mendidik. Jika seperti ini ingin rasanya 12 bulan menjadi bulan ramadhan. Supaya program televisi semakin mendidik yang selama ini lebih memperhatikan sisi bisnis belaka.  Keberkahaan ramadhan tidak berhenti disana melainkan menyentuh segala sisi kehidupan. Misalnya bagaimana tukang parkir, yatim piatu, pedagang, bisnis kuliner, jasa pengiriman dan sebagai ikut merasakan keberkahaan Ramadan dengan meningkatnya penjualan, pelanggan dan pendapatan.

Selanjutnya keberkahaan ramadhan menjalin kembali silaturahmi seperti banyak reunia-reunian komunitas, reunion sekolah, reunian kampus, dan renunian kantor melalui buka bareng. Kemudian mengkuatkan ukhuwah antara menantu dengan orang tua yaitu selama ramadhan bagaimana menantu begitu sering mengantar tanjil, makanan dan silaturahmi. Tentu hal seperti ini menambah nilai cinta maupun kasih antara menantu dan mertua. Ternyata keberkahaan ramadhan melahirkan cinta penuh makna karena ramadhan selain bulan berkah juga sebagai bulan cinta. Terutama cinta Allah pada hambaNya memberi kesempatan untuk membersihkan diri, menghapuskan dosa, melimpatkan nilai pahala, menarik hambaNya menjadi pribadi penuh kelembutan dengan ibadah-ibadah, sedang membentuk karakter umatNya untuk menjadi pribadi pemurah dengan sesama dan Allah ikat setan agar jangan sampai menggangu kekhusyukan  ibadah atau menganggu unsur kebaikan umatNya. Bukankah ini adalah bentuk nyata cinta Allah pada umatNya. Ironisnya, masih ada sebagian orang beranggapan bulan ramadhan sebagai bulan berat karena harus mengurungi nafsu, harus menahan lapar dan harus menutup rumah makan disiang hari. Ini adalah pemikiran yang salah.

Jangan disia-siakan berkah bulan ramadhan dengan hal tidak menghasilkan pahala, apalagi ramadhan hanya dimanfaatkan wisata makanan, wisata tajil, wisata reunian dan wisata pakaian karena bulan puasa begitu singkat. Dengan waktu yang singkat pula begitu berlimpah keberkahaan dan pahala didalamnya.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: