Didiklah Mereka Dengan Cinta

didiklah mereka dengan cintaSaat melihat berita pelantaraan anak oleh kedua orangtua, pembunahan seorang ayah pada empat anak, membuang bayi diselokan dan kekerasan fisik oleh orang tua. Seketika itu pula merasa hati tersayat-sayat, meskipun belum menjadi seorang ibu masih berstatus sebagai anak rasa tak tega melihat anak-anak diperlakukan seperti itu. Padahal anak adalah harta paling berharga, anak adalah berkah yang indah dari Allah, anak adalah generasi penerus yang akan mengharumkan nama kedua orang tuanya, anak adalah titipan ilahi yang harus diberi kenyamanan, kasih sayang dan ditanam nilai-nilai reiligius agar dalam perjalanan hidup si anak memahami makna hidup dan kemana akhir kehidupan yang sesungguhnya.

Apakah mereka-mereka sebagai orangtua yang memperlakukan anak mereka secara tidak manusiawi tak pernah berpikir bahwa begitu banyak pasang suami-istri menginginkan kehadiran anak bahkan hampir tiap hari dan tiap malam mengadahkan tangan pada Allah serta dengan ikhtiar medis agar dipercayai untuk mendidik seorang anak. Apakah meraka berbuat seperti itu karena takut tidak bisa mendidik anak dengan baik atau dipengaruhi faktor ekonomi?  Apakah saat orang tua melakukan kekarasan fisik tidak terpikir bagaimana capeknya seorang ibu mengandung, sakitnya melahirkan, ribetnya menyusui dan saat susahnya pertarungan antara sperma dengan induk telur untuk membuahkan cabang bayi.

Ketika orang tua sudah mendapat si buah hati itu bertanda Allah percaya orang tua mampu mendidik mereka, saat Allah tiupkan ruh didalam Rahim ibu saat itu pula Allah jaminkan rezki bagi anak-anak. Bayangkan saja burung-burung saja Allah jaminkan rezkinya apalagi manusia yang jelas-jelas setiap hari menyembut namaNya dan bersujud pada Allah tentu sangat dijaminkan rezkinya. Tinggal bagaimana manusiai menyikapi makna rezki.

Jika menyimpulkan dari pengamatan para pakar anak, psikolog dan psikiater bahwa faktor yang membuat orang tua melantarkan anak baik dari sisi financial, sisi fisik dan sisi kasih sayang yaitu disebabkan sisi psikologi orang tua yang tidak normal atau disebabkan trauma masa lalu dan mungkin ada faktor-faktor kedekatan dengan hal-hal dilarang oleh Allah. Misalnya ketika orang tua sudah mengkonsumsi narkoba, mabuk-mabukan dan faktor kehadiran orang ketiga pada akhirnya berdampak pada keluarga atau anak-anak.

Melihat fenomena tersebut, teringat dengan hadist bahwa siapapun hendak menikah hendaklah melihat hal berikut ini (1) keterunan, (2) akhlak/ agamanya, (3) fisiknya, dan (4) harta. Maka pilihlah calon istri atau calon suami yang memiliki akhlak  (agama) yang baik dibekali ilmu pengetahuan. Apalagi mendidik anak dizaman postmodern dibutuhkan ilmu pengetahuan yang luas karena anak-anak masa kini kritis, susah untuk dinasehati dan dipengaruhi banyak hal. Bilamana seorang ibu atau bapak minim ilmu pengetahuan bahkan agama akan mengalami depresi sendiri mengahdapi prilaku anak-anak karena tidak bisa mencari solusi-solusi dan akhirnya selalu menyalahkan si anak. Sehingga berdampak pada pelantara anak dan kehancuran rumah tangga.

Jika bagi laki-laki ingin memilih istri maka lihatlah sisi ke ibu-an, sisi agamanya, sisi kesabaran dan sisi ilmu pengetahuan. Bisa dibayangkan jika anak-anak diasuh atau disentuh oleh ibu yang penuh kelembutan, penuh keibuan, penuh kesabaran dan didukung dengan ilmu pengetahuan. Maka akan mengantar anak-anak yang bijaksana, anak-anak yang penuh cinta kasih sayang bukankah kasih sayang merupakan faktor utama yang dibutuhkan seorang anak. Kasih sayang pula akan membentuk karakter anak yang santun.

Bukankah anak-anak lebih banyak diasuh oleh ibu nya. Sikap dan kecerdasaan anak juga banyak diturunkan dari ibu nya. Dan kita bisa tumbuh seperti saat ini atas kelembutan, kasih sayang, pelukan ibu dan doa ibu. Maka beruntunglah kita yang di didik dengan unsur tersebut sehingga mengerakkan kita menjadi pribadi yang percaya diri, pribadi semangat dan pribadi takut dengan aturanNya. Mari kita sebagai anak membalas cinta mereka dengan selalu berdoa untuk mereka yang sudah ikhlas mendidik kita dengan cinta penuh warna-warni, selalu membuat mereka tersenyum dengan terus berprestasi untuk menghasilkan karya serta dihiasi akhlak baik sesuai dengan norma Ilah, dan terus menanya kabar mereka meskipun berjauhan dari orangtua.

Sedangkan perempuan ingin memilih bedamping hidup maka lihatlah agama, rasa tanggung jawab, karakter laki-laki (apakah bertipikal lembut, pemarah/tempramen dan sabar) kenapa sangat penting hal ini. Ini berpengaruh dengan pola asuh atau pola didik pada anak dan keluarga. Bisa dibayangkan jika calom imam memiliki karakater tempramen dan tidak memiliki rasa tanggung jawab maka setiap ada permasalahan selalu mengandalkan fisik bukan mendahulukan nalar.

Bagi calon ibu-ibu dan akan menikah pelajarilah ilmu-ilmu bagaimana mengrangkai keluarga yang diridho Allah, pelajari cara komunikasi suami istri, dekatkan diri pada sang khalik agar setiap permasalahan yang akan dihadapi dalam rumah tangga bisa diselaikan dengan ketenangan yang menjunjungi pola komunikasi yang terbuka.

Terakhir bagi calon ibu dan sudah menjadi ibu didiklah si buah hati dengan aturan ilah yang dikombinasikan dengan ilmu masa kini. Ingat kepercayaan Allah menitip kalian menjadi ibu dan bapak akan diminta pertanggung jawab di yaumil akhir. Untuk itu didiklah mereka dengan cinta, kasih sayang dan penuhi hak-hak mereka sesuai dengan Ajaran ilah. Perlu diingatkan ketika hendak memarahi atau menyakiti anak pikirkan bagaimana susahnya perjuangan kalian mengandung, melahirkan dan menyusuinya. Malah sudah besar seenak-enaknya kalian memperlakukan dengan tidak wajar. Semoga anak-anak yang didik dengan aturaNya dan cinta mengantar orang tua pada surge firdaus. Allahuma Aamiin.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: