Tidak perlu fisik yang sempurna untuk cinta yang sempurna

Tidak perlu fisik yang sempurna untuk cinta yang sempurnaMari waktu liburan kita mulai membahas cinta, setiap orang akan mendefenisikan cinta berbeda dan seperti penulis dengar dari pakar penarawangan cinta mengatakan bahwa cinta itu berdasarkan apa kalian lihat. Jika kalian beranggapan materi itu cinta maka kalian mencintai orang memiliki materi, bilamana kalian melihat cinta dari sisi spiritual maka kalian akan mencintai orang-orang yang selalu mengagungkan kebesaran Tuhan dan seandainya kalian melihat cinta dari sisi ilmupengetahuan maka akan mencintai dan jatuh cinta pada orang-orang berilmupengetahuan.

Cinta yang sempurna adalah cinta tidak melihat syarat dan tidak melihat identitas yang dicintai. manusia tidak akan pernah untuk mendapat cinta yang sempurna dan untuk mencari cinta yang sempurna setidaknya lihat sisi  kenyaman.  Jika kalian sudah merasa nyaman dengan ia itulah cinta sejati karena cinta sejati pada dasarnya akan menumbuhkan kenyamanan rasa, kenyaman fisik dan kenyamanan spiritual. So sweeettt sangat menyentuh hati…^__^

Teramat sering pula kita menemui dan mendengar kisah mereka-mereka yang tidak memiliki fisik sempurna tetapi menjadi insprasi cinta bagi orang lain. Apa yang membuat mereka bisa menjadi pelaku sejarah cinta??? Ada banyak faktor, pertama karena keikhlasan menerima pasangan apa adanya, mencintai bukan faktor financial, bukan faktor ilmupengetahuan dan akan tetapi mencintai faktor kenyamanan. sedangkan kenyamanan itu lahir dari kedekatan diri pada sang khalik. Bukan kenyamanan akan melahirkan ketenangan. Bukan kah tujuan untuk mencintai adalah menimbulkan rasa kenyamanan dan rasa kenyamanan itu dimulai dari adanya rasa kesamaan untuk saling memahami. Kemudian komitmen untuk saling melengkapi, saling mengingati, saling mencintai diatas aturan Ilahi.

Timbul pertanyaan!!! Apakah kesempurnaan fisik yang melahirkan cinta, atau kesempurnaan cinta melahirkan fisik yang sempurna. Silahkan kalian memilih apakah mencintai kesempurnaan fisik atau ketidaksempurnaan fisik melahirkan cinta yang sempurna. Menurut hemat penulis bukan kesempurnaan fisik yang melahirkan cinta, toh banyak mereka-mereka yang memiliki fisik sempurna kenapa tidak bisa menyentuh cinta, tidak merasakan cinta, dan yang ada mereka memiliki fisik yang sempurna seringkali merendahkan esensi cinta.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: