Hikmah Mempublish Buku Di Social Media, Blog Dan Web

“Menulis menjalin silaturahmi, menulis mempertajam analisa, menulis menambah teman, menulis memperluas teman dan menulis bisa sebagai pintu meraup pahala”.

20150217_161226Tanggal 17 Februari 2015 Jam 16.00 Wib paket sampai dirumah yang sebelumnya dapat informasi dari expedisi bahwa ada kiriman dari graha Ilmu. Sebelum asar paker sudah dirumah, kaget dikrim buku begitu banyak ternyata royalty dibayar bentuk buku. Setelah mendapat paket tersebut coba cek tetapi belum sempat menghitung berapa eksmplar.

Setelah mendapat langsung publish dissocial media (facebook) dan tag teman-teman yang bersentuhan dengan ilmu perpustakan baik itu dosen, praktisi, pustakawan, mahasiswa dan masyarakat yang bergerak dibidang informasi. Sebelum tag coba ingat-ingat siapa saya harus ditag agar tidak salah mengtag sebab tidak semua orang senang ditag apalagi jika yang akan ditag berkaitan jualan online. Sekitar 69 sudah ditagkan berharap dengan adanya tag tersebut ada respon, tanggapan dan memesan. Untung selama ini memiliki account beberapa sosial media, aktif menulis diweb keroyokan, antusias menulis diblog dan lalulalang diweb pribadi semakin mempermudah untuk promosi karya. Sepertinya bagi penulis harus aktif atau memiliki account sosial media jika bisa harus familier dengan blog maupun web sebab mempermudah pada marketing apalagi sebagai penulis pemula diperlukan ekspos yang ekstra. Maksimal media tersebut dan ketika sudah dipublish diweb, blog dan sosial media maka sudah maju selangkah dalam promosi. Apalagi saat ini seluruh lapisan masyarakat sudah terkoneksi dengan internet dan selalu menjadi internet sebagai referensi utama ketika membutuhkan informasi.

Dua hari buku dipromosi melalui sosial media sudah sekitar 20 orang yang memesan buku terutama pustakawan dan dosen. Belum terlihat mahasiswa perpustakaan yang memesan. Selain itu ada hal yang harus disyukuri dan berdampak positif yaitu bertambah nya teman-teman terutama difacebook. Tidak hanya itu melainkan bisa sharing dengan senior-senior, menambah relasi, bertaruf dan terjalin silaturahmi. Kemudian dengan ada pesanan dari teman-teman harus cepat menanggapi atau merespon pertanyaan mereka sehingga agak terganggu beribadah padaNya karena tidak ingin ketika semakin bertambah nikmat dari Allah membuat melalaikan Rabbi. Bisa membayangkan bagaiman mereka yang jualan online yang harus menjawab pertanyaan satu para pelanggan mereka, punya kesibukan tinggi dan mengisi acara dimana-mana masih adakah waktu untuk beribadah padaNya!!! mungkin ada kesempatan akan tetapi lebih menjalankan perintah yang Wajib sedangkan yang sunnah mungkin jarang kali ya. “itu asumsi saja, apakah realitas juga begitu”.

Pertemanan baru dan silaturahmi baru melahirkan butiran-butiran cerita sekitar penulisan, penerbitan, royalty, pengalaman menulis, saling berbagi informasi dan saling menyemangati untuk menghasilkan karya. Itu adalah pertanyaan yang wajar dilontarkan karena masih banyak orang ingin menulis diluar sana tetapi belum bisa tembus penerbit nasional walaupun tembus terbit akan tetapi harus ada kesepatakan bayar diawal. Itulah pertanyaan rata-rata dipertanyakan. Semua pertanyaan yang dilemparkan pada ia dijawab sesuai pengalaman dan sepengetahuan.

Hal menarik dapat disimpulkan dengan diskusi berbagai tipikal usia, profesi dan wilayah bahwa siapapun penulis baik pemula maupun sudah penulis terkenal selalu mengatakan baru belajar menulis. Ternyata penulis sudah menghasilkan karya masih tersimpan rasa tidak pecaya diri, apakah buku tersebut diterima atau ditolak oleh masyarakat. Atau jangan-jangan rasa seperti itu hanya muncul bagi penulis pemula saja seperti ia!!! Lumrah saja ketika timbul perasaan begitu karena setiap apapun yang dihasilkan manusia akan direspon berbeda. Tetapi perasaan tersebut tidak muncul ketika menulis berbagai opini di majalah online nasional dan Koran lokal.

Lebih menariknya lagi dari hasil sharing dengan beberapa penulis bahwa yang melarbelakangi untuk menulis atas keterpaksaan, ingin meningkatkan jabatan dan menambah angka kredit. Ini bagi meraka yang bekerja sebagai abdi Negara. Semoga dengan keterpaksaan benar-benar membawa mereka untuk menjadi penulis professional. Dengan adanya kewajiban dari pemerintah bagi abdi Negara untuk menghasilkan karya merupakan cara baik untuk mendorong lahirnya tradisi tulis menulis. Ketika seluruh abdi Negara dari Timur hingga Barat sudah punya culture tersebut bisa melahirkan produktivitas keilmuan berbagai bidang. Sebab Indonesia termasuk Negara dengan pertumbuhan penulisan yang sangat rendah jika dibanding dengan Negara ASEAN padahal jumlah penduduk Indonesia dengan penduduk ASEAN lagi sangat jauh perbedaannya. Sayangnya meskipun sudah dipaksa dengan ketentuan tersebut, masih belum terlihat keantusiasan para abdi Negara untuk menghasilkan karya. Padahal angka kredit tinggi nominalnya dibandingkan dengan pekerjaan lainnya. Bagi abdi Negara memiliki jiwa menulis merupakan nilai uplause tersendiri karena banyak membawa keberkahaan.

Lain hal bagi meraka yang suka nulis, hoby nulis dan beranggapan nulis adalah goodculture tentu tujuan menulis tidak sebatas angka kredit melainkan maksud untuk menginspirasi, mencari pahala melalui tulisan, berbagi cinta dengan kalimat motivasi dan bisa menambah relasi. Sudah banyak contoh meraka-mereka yang cinta menulis membawa sebuah kejutaan-kejutaan yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Bahkan setiap orang menjadi penulis memiliki tujuan berbeda ada sebatas melepaskan hobby, menjadi sebagai lahan meraih financial, menambah relasi, bertujuan untuk mengisi acara skala Nasional maupun lokal dan famous. Kesemua itu bisa menjadi niat atau tujuan bagi penulis. Ada baiknya menulis tidak hanya tujuan dunia melain menjadi menulis sebagai lahan dakwah, mengajak orang dalam kebaikan, memotivasi untuk menjadi pribadi anggun dan menyadari manusia untuk mengenal pemilik bumi.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: