Terwujud Jua Menjadi Penulis Pemula: Budaya Kerja Pustakawan Era Digitalisasi Perspektif Organisasi Relasi dan Individu

llahu akbar-Allahu Akbar

Subhanallah-Subhanallah

Alhamdulillah

20150217_161136Hari ini (16 Februari 2015) mimpi beberapa tahun yang lalu (2007) terwujud, ketika kuliah distarta satu dipulau Jawa pernah mimpi untuk memiliki sebuah karya berupa tulisan. Saat itu tidak pernah kepikiran apa yang bisa tulis karena saat itu cara merangkai kalimat sangat tidak enak dibaca, sangat jauh dari pedoman penulisan, sangat tidak masuk katogori sebagai penulis pemula maupun sebagai penulis lepas. Entah kenapa tetap merangkai kalimat tersebut kemudian dipublish diblog. Berjalan waktu, kondisi, dan keinginan secara terus menerus mengasah, meracik dan mengaksesoris tulisan. Bertahun-tahun tulisan hanya berani dipublish diblog, apakah curhatan itu diklik oleh pencari informasi atau tidak. Tak menghirau yang pasti setiap minggu atau bulan bisa mengupdate. Kemudian setelah selesai strata dua coba mengirim tulisan di dakwatuna, saat tulisan diterbit secara nasional bahagia tak terkira, saat itu pula bercerita sama orang tua dan abang-abang tulisan tembus secara nasional. Mendapat apresiasi dari old brothers untuk terus menulis jika bisa tempus opini skala nasional. Ini yang belum dicobakan, entah kenapa terasa ciut langsung secara harus berlomba-lomba dengan mereka yang sudah lihai dan berpengalaman menakluk Koran nasional.

Bingung juga, diawali mana berkeinginan untuk menulis opini. Yang jelas menulis diopini didasari atas kegelisahan melihat lingkungan dan cara gampang  menyatakan pendapat secara massal yaitu dengan tulisan. Tulisan pertama dikrim seputar pemilihan legislative. Berjarak satu hari opini dipublish di Koran lokal ternama di tanah melayu. Disana mulai meyakini bahwa ia mempunyai jiwa menulis walaupun sebelumnya sudah bertenteng beberapa tulisan dihalaman majalah online nasional. Ternyata benar manusia tidak pernah puas apa diperoleh. Coba menantang diri untuk menulis buku dengan mengikuti tips-tips dibagi miss Olive dikegiatan penulisan yang diselenggarakan menteri ekonomi kreatif. Setiap hari selalu menghasilkan tulisan dan coba mengumpul tulisan ternyata menghasilkan dua naskah. Setelah diedit dengan penuh lelah dan krim kebeberapa penerbit nasional. Tiga bulan lamanya menunggu hasilnya sangat sedih yaitu ditolak dengan catatan bahwa naskah buku tidak layak diterbit. Rasa tak memiliki bakat menulis pun muncul, sedih ternyata hasil bergadang belum membuahkan keberkahaan dan ingin menyerah saja untuk bercita-cita menulis buku. Naskah buku tersebut dipublish di web (http:www.transformasiperubahan.com) jika naskah tidak bisa menghasilkan rupiah biarkan naskah itu menghasilkan pahala-pahala yang mengalir setiap klik maupun tersentuh bagi pembaca. Insha allah.

Sejak ditolak sejak itu mempudarkan keinginan untuk menghasilkan karya. Tapi Allah punya cara untuk mewujudkan keinginan dimana bertemu salah seorang yang sudah berhasil menerbitkan tulisan secara nasional. Dipertemukan diorganisasi yang bergerak dalam kepenulisan daerah. Setelah meeting dengan anggota pelanta, coba bertanya secara bertubi-tubi bagaimana bisa tembus nasional. Laki-laki itu berbagi tips dan memberi buku yang sudah diterbitkan. Akhirnya semangat itu kembali pulih, kembali mantap menghasilkan karya dan bergadang-gadang hingga larut malam. Seolah-olah ada harapan yang bersinar dengan menyinari rona wajah yang sempat sedih. Mulai bertekad untuk bisa berhasil, selama bergadang tidak menghiraukan rasa kelaparan, tak menghiraukan rasa perih dimata sehinga minus mata semakin menambah, dan tak menghirau ajakan untuk jalan-jalan. Terpenting focus menyelesaikan naskah.

Setelah naskah selasai, kembali sibuk mencari penerbit dan dari sekian penerbit yang dibaca history maka mantap mengirim naskah ke graha ilmu. Tidak butuh waktu lama untuk menunggu persetujuan dari penerbit. Lagi-lagi acc tersebut seperti kisah pertama tulisan dipublish majalah online nasional. Tanpa basa-basi dan kebetulan keluarga ngumpul langsung menyatakan bahwa penerbit menerima naksah buku ia.

Kembali lagi dengan pepatah “Manusia tidak pernah puas”. Kini tiga buku sudah di acc penerbit, dua menunggu acc penerbit dan satu sudah diterbitkan. Buku yang sudah beredar yaitu “Budaya Kerja Pustakawan Era Digital Perspektif Organisasi, Relasi dan Individu”. Bagi pembaca tertarik untuk mengkoleksi, membaca dan membedah buku tersebut bisa langusng email (sholiatalhanin@yahoo.co.id), whatshap 0853 2580 3374, pin 763f9724 dan inbox melalui facebook. Sedangkan 2buku menunggu terbit diantaranya “Perpustakaan Era Keterbukaan Informasi Publik”, “Mengenal Kebijakan Sumber Informasi Perpustakaan” dan menungu persetujuan dengan judul “Revolusi Sumber Informasi Digital dan Perpustakaan Dalam Perabadan Islam”.

20150217_161226

Teruslah bermimpi, teruslah melangkah hingga menemu titik focus, ketika titik focus sudah ditemui lompatlah setinggi-tinggi mungkin jangan hirau kritikan yang tidak membangung. Bilamana mendapat kritikan jadi sebagai materi kontemplasi diri untuk terus menjadi sinar yang menyinari. Bila lompat sudah tinggi jangan berhenti lompat akan tetapi cari strategi lain untuk bisa bertahan atau bagaimana bisa eksis karena lingkungan terus berubah. Seandainya tidak mau mengikuti perubahan lingkungan maka siap-siap tinggal landas.

Jangan takut bermimpi, mimpi tidak seharusnya segara terwujud terpenting terus mengikuti proses dengan focus bukan bercabang. Seperti kalimat yang didapat salah satu kafe “bermimpilah biarkanlah bumi dan seisinya berkonspirasi untuk mewujudkannya”. Jangan lupa ikutilah proses yang diridhoi Allah. Terkadang proses dilalui disbanding dengan kebosanan, cobaan, kepongohan dan berhenti. Ikuti proses yang membuat kita semakin dekat padaNya dan jangan sampai mimpi membuat kita menduakan Allah. Balanced-kan mimpi dengan doa padaNya.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

2 Responses

  1. Alhamdulillah…barakallah kakak moga bukunya bermanfaat, aamiin

  2. matursuwun ukhti dan Allahuma amiin

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: