Pudarnya Rasa cita Islam

“Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu (pula) mereka menjalankan keadilan (Al A’raaf: 181)

Pudarnya rasa cita IslamSudah lama rasanya untuk menulis tema ini tetapi selalu tidak terealisasi, kebetulan tema ini juga marak dirasakan ditengah atau disekitar kita dan bahkan ustad kondang (YM) serta account Jonru juga meluapkan keluh kesahnya terhadap orang-orang islam yang begitu anti dengan aturan yang ditetapkan. Entah apa alasan seakan-akan simbolis agama Rabbi tersebut menjadi anti, padahal ketika pemilihan legistlatif dan pemilihan presiden berlomba-lomba elit politik, kaum intelektual mengambil hati rakyat dengan simbolis agama mayoritas di tanah pusaka.

Tetapi kini simbolis itu seakan-akan tidak akan berguna lagi, seolah-olah simbolis hanya berlaku, diminati dan dielus-elus lima tahun sekali bahkan sekarang simbolis agama tiba-tiba dilarang oleh sang penguasa. Kini ramai-ramai orang mengakui beragama anti dengan aturanNya dengan alasan simbolis tersebut merupakan pemaksaan agama, melanggar HAM atau jangan-jangan tujuan mereka sudah tercapai sehingga begitu berani anti ajaran ilahiah. Coba renungi ayat ini dan seakan-akan menyindiri mereka-mereka yang menentang aturanNya “Dan di antara manusia ada orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan, tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang bercahaya (Al Hajj: 8)

Lihat saja segala simbolis agama dilarang mulai ingin penghapusan terhadap kolom agama hingga terjadi perdepatan yang begitu elegan antara yang pro dan antri. Entah apa salah kolom agama tercantum KTP, toh selama ini juga tidak ada permasalahan hanya saja media yang begitu kencang mengepus isu-isu tersebut. Padahal begitu banyak permasalah besar yang belum dituntaskan demi kesejahteraan rakyat, tetapi kenapa lebih focus hal tersebut. Pelaranggan kurban disekolah-sekolah dengan alasan yang sangat konyol sebab dengan kurban disekolah akan menggangu psikis atau mengandung unsur kekerasan. Pengontrol khutbah jumat seakan-akan kembali pada orde lama padahal sudah dititik demokrasi, jangan-jangan demokrasi berlaku dalam kemaksiatan sedangkan sisi kebaikan tidak berlaku makna demokrasi. Coba kita bertanya apakah selama diskotik-diskotik atau tempat-tempat dugem sudah dikontrol oleh pihak berwewenang!!! Dan terbaru disekolah-sekolah tidak ada lagi doa berdasarkan agama islam. Terjadi kontradiktif dengan tujuan pendidikan yang ditanamkan selama ini yaitu menumbuhkan jiwa berakhlak mulia. Sudah jelas jam belajar agama sedikit dan sekarang malah berdoa disekolah malah diatur atau dilarang pula. Kemudia ada suatu provinsi yang merencanakan penglegalan pemakaian miras atau penjulan miras, padahal sudah melihat bagaimana dampak perderan miras ditengah masyarakat, bayangkan jika generasi bangsa sudah menikmati itu semua! akan kemana dibawa generasi bangsa kedepan, bukan perabadan bangsa kedepan sangat dipengaruhi oleh generasi muda. Bilama generasi muda disibukan hal-hal seperti itu sungguh tak bisa membayangkan bagaimana nanti Indonesia. Jangan biarkan Indonesia hanya dengan pada sisi negative dan jangan biarkan Indonesia hanya tinggal nama belaka.

Lebih anehnya lagi yang beragama malah mendukung juga rencana-rencana tersebut. Ibarat kata orang menggunakan simbolis agama adalah mereka yang tidak toleran dan mereka yang tidak bisa mengikuti perkembangan zaman. Ironisnya demi mencari pembenaran akhirnya lahir gerakan-gerakan yang memproteskan kebenaran Tuhan sehingga kebenaran menjadi relative dan kebenaran menjadi standar manusia bukan standar aturan Tuhan. Apakah ini bernama negeri bertuhan, padahal jelas-jelas dalam falsafah dan landasaran negera menyatakan bahwa Indonesia adalah Negara yang menganut Ke-Tuhanan Yang maha Esa!!! Kita tunggu saja maneuver apa lagi yang akan dilarang berkaitan agama?

#Huuffff….Hufffff…Hufffff…Huffff…Huffff…Hufffff… diperbarah lagi  peran media  streaming begitu kencang membuat opini negative terhadap mereka yang taat beragama sehingga negeri ini menjadi anti agama, mendorong orang islam anti islam dan ramai-ramai beranggapan lebih baik pemimpin kafir tetapi amanah dari pada pemimpin islam tetapi tidak amanah…#sepertinya media dan mereka yang anti islam mulai berhasil menyebar opini atau desas desus tersebut ditengah masyarakat.

Atau kami yang salah memilih pemimpin negeri ini, atau kami terlena dengan gombalan mereka yang mengatakan akan membawa perubahan ternyata perubahan yang dibawa adalah perubahan anti agama, perubahan pencitraan, perubahan pemobodohan, perubahan kezaliman, perubahan haus kekuasaan, perubahan memberi maksiat bertaburan dimana-mana dan perubahan tipu sana-sini. Jangan-jangan kami tidak mengenal calon pemimpin dulu karena mereka banyak menggunakan topeng simbolis agama demi kekuasaan dan kini merasa dampaknya.  Bahkan demi kekuasaan begitu elegan elit negeri mempertontonkan pada seluruh rakyat dengan melakukan gerakan tandingan-tandingan. Ingin rasa cepat pemilihan kembali agar kaum mayoritas tidak minoritaskan.

Andailah boleh mengatakan ini bukan urusan kami rasanya tidak enak, rasa tidak tega, rasa membiarkan pembodohan menyalar kemana-mana, dan tidak ingin negeri ini mengadopsi pemikiran barat karena sudah jelas bagaimana muaranya dan berakhir dengan kesadisan. Entah kenapa dinegeri begitu antusias dan euporia menyabut pemikiran barat dalam kehidupan mereka sehingga mengantar pada anti islam, sebab tidak semua pemikiran barat membawa keniscayaan andailah pemikiran barat itu brilian tentu akan abadi, nyata apa!!! Pemikiran barat kandas satu persatu dan berganti-ganti.

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).” (Ali ‘Imran: 8)

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: