Jangan Jadi Ilmuwan Hanya Terdengar Diruangan Perkuliahan

1392104999202Kalimat ini diperoleh dari salah satu buku  kecil dengan penuh makna dan diperoleh dari seorang PNS di Unversitas ternama di pulau Jawa. entah kenapa waktu itu mengaris bawahi kalimat tersebut lalu dicatat di buku harian ide. Si bapak yang menjadi respoden bukan orang biasa, selain sebagai PNS sudah meraih predikit guru besar, berprestasi, rajin menulis, dan ustad. Bingung juga kenapa si bapak tersebut sebagai respoden memberi hadiahkan dua buku pada ana, mungkin si bapak berasumsi atau memprediksi bahwa suatu saat akan menjadi ilmuan dan penulis.

Kalimat tersebut begitu luar biasa memberi motivasi untuk terus menunjuk diri pada siapapun. Bahwa ilmuan bukan hanya pasif terdengar diruangan kuliah saja tetapi sepi diruangan yang lain. Mungkin banyak menemui ilmuan yang bertipikal seperti itu. Mungkin ini masalah selera atau benar-benar ilmuan tidak tahu apa yang harus diekspos pada dunia luar. Atau bisa jadi ilmuan kesibukan mengajar alias hari-hari dipadatkan dengan mengajar. Jadi teringat dengan status teman ada beberapa jenis dosen  misalnya dosen yang mempunyai jiwa entrepreneur, dosen yang hari-hari Cuma mengajar, dosen yang disibukkan dengan penelitian, dosen yang sibuk menjadi komentator tidak jelas dan dosen yang sibuk menghasilkan karya “menulis”. Bagi anak muda yang bercita-cita menjadi dosen, silahkan pilih yang mana posisi kalian. Jangan sampai bercita-cita jadi dosen tetapi hanya gaung diruangan perkuliahan, hanya sibuk dimall-mall, sibuk dengan arisan kantor akan tetapi bersiapkan diri dari sekarang untuk sibuk di penelitian, penulisan dan mengisi acara workshop. Padahal pondasi utama seorang dosen (ilmuan) harus mempunya another value. Agar terlihat elegan, nilai jual, dan mempengeruhi posisi dengan dosen-dosen lainnya. Walaupun kalian hanya dosen juniar, dosen bau kencur, dosen belum berpengalaman tetapi cara identitas yang bisa membawa kalian berterbangan diranah public.

Alhamdulillah sejak mendapat kalimat tersebut dua tahun yang lalu, saat researcher dan mengumpul data, mulai merangkak membuktikan bahwa suatu saat nanti tidak ilmuan yang hanya terdengar diruangan perkuliahan. Melalui buku yang ditulis, opini yang diterbitkan, melalui taujih, melalui tulisan yang disharingkan melalui blog maupun website adalah upaya mememuhi keinginan bapak tersebut. Meskipun karya yang dihasilkan belum sedahsyat karya-karya orang terkenal, belum sekeren dengan karya para professor, belum segaung dengan orang beken. Kini menyadari ternyata untuk bisa menjadi penulis tidaklah gampang dan butuh proses yang panjang serta mau berlama-lama berduaan dengan leptop atau personal computer anda.

Terimakasih bapak yang sudah menghadiahkan buku tersebut, atas buku itu salah satu media yang memotivasi untuk terus menulis, untuk terus berkarya, untuk terus menulis walaupun karya yang diperoleh dikritik maupun dicibir. Tetapi itu bukan memudurkan langkah untuk terus berusaha dan menghasilkan karya agar ia tidak hanya terdengan diruangan perkuliahan saja.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: