Fenomena Surat Terbuka

Fenomena Surat TerbukaMembumingnya sosial media, blog pribadi, web semakin dan semakin bersahabat sarana tersebut ditengah masyarakat memberi kejutaan-jutaan yang tidak pernah dipikir sebelumnya. Sosial media disatu sisi memberi kekuataan bagi masyarakat untuk menabur inspirasi, ide dan tanggapan. Dilain sisi memudahnya para anak mudah mengakses film seronok, picture tak menutup aurat dan terjadi penipuan yang sangat sadis. Kehadiran sosial media atau media yang bersentuhan teknologi antara mendapat kebebesan berlebihan dan dipantau setiap waktu??? Ketika salah menulis status apalagi mengandung unsur SARA siap-siap akan dikritik bahkan di-bully. Berbahaya bukan!!!

Menarik untuk diamati yaitu lahirnya sikap-sikap untuk mengirim surat terbuka pada pejabat public yang diindikasi bermasalah, terindikasi menyalahi wewenangan, terindikasi karya yang diciptakan menimbulkan kontrovesi dan terindikasi suatu komunitas menyelimpang dari etika maupun moral yang berlaku di suatu Negara atau wilayah.  Surat terbuka yang awala mula muncul diranah public yaitu surat dari anak Politisi senior yang mengkritik pencalon presiden dari kubu KIH. Ternyata setelah mempublish tulisan tersebut diblog pribadi, dikutip oleh beberapa orang dan dishare disosial media. Mendapat kencaman yang sangat keras dari pendukung sejati KIH, tidak hanya itu melainkan anak politisi senior (Bapak Reformasi) menjadi semakin terkenal meskipun sebelumnya sudah dikenal banyak orang. Ini terlihat dari jumlah pertemanan difacebook, twitter dan blog semakin meningkat. Bahkan dapat balasan dari pendukung KIH dengan sentilan yang dihiasi dengan teori maupun fakta.

Ternyata surat terbuka tidak berhenti disana, tetapi menjadi titik permualaan bagi orang-orang yang memiliki kegelisahan terhadap situasi negera Republik Indonesia. Misalnya ada surat terbuka untuk sutradara terkenal diduga menciptakan film yang menyinggung agama islam, selain itu ada surat terbuka untuk para menteri Indonesia Bekerja, dilanjuti surat terbuka untuk pentolan syiah (bunda Dina) tentang perkembangan syiah di Indonesia dan akan adakah surat terbuka yang lainnya. Menurut penerawang anak muda akan terbentuk gerakan surat terbuka dari berbagai profesi, berbagai lintas komunitas, berbagai lintas agaman dan berbagai lintas Negara.

Tinggal bagaimana melihat apakah gerakan surat terbukan yang ditulis secara personal maupun group itu memiliki tujuan baik atau tidak, apakah suart terbuka dipaparkan dengan elegan tanpa memasuki unsur bully, apakah surat terbuka itu akan ditanggapi kepada yang dituju atau tidak, apakah surat terbuka memberi perubahan atau solusi dengan permsalahan bangsa ini. Jika memang surat terbuka mampu membuka hati, menyadari pikiran dan ditanggapi dengan memberi solusi seperti ini langkah yang bisa dicoba bagi siapapun yang merasa galau melihat keadaan Negera yang terasa carut marut. Andai menulis surat terbuka jauh tatanan sopan satu dan beretika akan lebih elok jangan menulis atau mempublish keruang public karena takut dituntut penyebaran nama baik.  Apalagi sebatas mencari sensasi belaka dan berkeinginan menjadi orang terkenal.  Selian itu bagi yang menulis surat terbuka juga harus siap mental karena setiap orang yang menangkapi berbeda  (Pro dan Kontra) atas surat yang ditulis. Jika tidak siap mental dan takut dikritik apalagi sampai stress jangan sekali-laki ikut berpartisipasi menulis surat terbuka.

Masih menunggu komunitas, LSM atau masyarkat mengirim surat terbuka atas persoalan cicak dan buaya yang hampir sebulan memanas  bahkan seakan-akan permasalahn tersebut menjadi tontonan tearter bagi masyarakat apalagi diberbagai media selalu mengekspos tetapi belum ada kelihatan yang ingin memberi surat terbuka untuk kedua instansi tersebut. Jangan-jangan kenapa belum ada masyarakat yang memberi surat terbuka dikarenakan kedua instansi tersebut memiliki kekuataan super power atau faktor lain. Biasanya ketika ada permasalah dipusat pemerintahan atau pada toko-toko tertentu, begitu cepat reaksi masyarakat untuk mengirim surat terbuka. Akan tetapi yang ditunjukkan hanya sekedar advokasi untuk beraksi dijalan-jalan (Demo).

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: