Allah Memiliki Cara Cantik Untuk Mempertemukan Dua Hati Manusia

dakwa3Semari menunggu kehadiran mahasiswa, duduk diruagan tunggu mahasiswa semari menikmati tayangan yang bergejolak di Indonesia kebetulan tayangan ditonton pagi menjelang siang yaitu seputar Budi. Tidak sekarang aja budi terkenal melainkan sejak SD kita sering diajar tentang Budi dan budi benar-benar memberi pesona berbeda bagi siapapun yang pernah menggenal budi. Ketika asyiknya menonton tayang yang bergejolak tiba-tiba salah satu dosen menghampiri, bercerita dan tertawa. Dari sekian banyak teman mengajar disalah satu kampus negeri tempat mengabdi, dosen berinsial M merupakan teman yang sering ngombrol dari berbagai perspektif.

Tiba-tiba bertanya tentang seorang akhwat dan ikhwah yang baru menikah. Baru menjalankan Sunnah Rasullah SAW dan semoga selalu terbingkai keluarga SAMARA serta mereka berdua saling berlompa meraih surge firdaus, Allahuma amin. Dari mana mereka dipertemukan, apakah sebelumnya sudah mengenal, apakah dijodohkan oleh guru ngaji atau ada scenario lain. Itu pertanyaan yang dilontarkan kepada ummahat yang menemani ia bercerita. Akhirnya diceritakan bagaimana pertemuan tersebut. Akhwat tersebut sedang menyelesaikan pascasarjana di Negeri Erdogan, negeri kejayaan islam pernah berjaya dan di negeri tersebut akan kembali mengagung kejayaan islam. Hal ini sudah terlihat bagaimana pemimpin negeri turki saat ini begitu gentlaman dan menantang negera Eropa tanpa takut dikucil. Ini ciri-ciri pemimpin yang idamakan oleh rakyat, begini pemimpin memiliki kewibawaan, ini pemimpin memiliki kedekatan padaNya, ini pemimpin memiliki visi sangat berbeda dengan pemimpin di beberapa didaratan arab.  Sedangkan suaminya sedang berpendidikan riyad bahkan akhwat maupun ikhwan belum pernah kenal sama sekali.

Ya begitulah jika Allah berkendak begitu mudah untuk mempertemukan dua manusia ingin membina rumah tangga. Walaupun belum pernah menggenal satu sama lain. Awalnya akhwat tersebut hanya menggenal bunda (sekarang menjadi mertua, red) sebagai anggota legislative pusat dari salah satu partai islam. Saat itu tujuan anggota dewan untuk study banding kenegara yang berbatas dengan Eropa maupun Asia. Selama anggota dewan disana selalu menamani untuk adventure dan akhwat menggunakan kesempatan untuk bertanyak segala hal. Dari diskusi dan pertemuan singkat itu melahirkan rasa kekaguman atas sikap seorang ibu yang luar biasa.

Memiliki kesibukan luar biasa diparlemen, dakwa dan menata keluarga islam mampu menciptakan anak-anak menyintai qurani yaitu kesemua anaknya menjadi hafizh al-quran. Itulah yang melatarbelakangi akhwat menggagumi. Bahkan pertemuan singkat dengan anggota dewan tersebut sempat dirangkai dalam pragraf-pragraf inspirasi dan dari puluhan kalimat terangkai, terdapat harapan, doa atau keinginan ingin memiliki seorang ibu berkarakter seperti itu.

Tulisan bersifat inspirasi dirangkai seindah mungkin dipublish blog pribadi. subhanallah hanya sebatas keinginan untuk memiliki ibu berkepribadian seperti itu yang ditemani beberapa hari dinegeri orang. Akhirnya Allah mengambulkan keinginan tersebut beberapa tahun kemudian menjadi ibu mertua. Padahal awalnya menulis hanya sebatas menginspirasi tetapi dibalik kalimat inspirasi itu, Allah menganggap itu adalah doa. Ini adalah kebiasaan yang sangat elegan bagi jiwa-jiwan mempunyai bakat menulis dimana setiap kisah, cerita, ide, opini dan keinginan selalu diwujudkan bentuk tulisan. Hikmah bagi ia yang suka menulis yaitu mendorong untuk menulis segala keinginan dalam uraian kalimat. Selain mengekalkan keinginan dan mampu melahirkan hikmah cinta bagi pembaca.

Begitu luas hikmah yang bisa dipetik dari  pertemuan akhwat dan ikhwan. Yang mula tak pernah bertegur sapa, semula tidak mengenal, awal berjauhan dimana akhwat dilahir ditanah Sumatra sedangkan ikhwan dipulau jawa. Akhwat menempuh pendidikan disumtra kemudian melanjutkan kuliah di Negeri yang memiliki masjid yang indah. Sedangkan ikhwah kuliah di negeri yang dijanji kemakmuran atau ketenangan (arab-saudi).  Selama mendengar kisah tersebut, selama itu pula bertasbih, saat itu pula menambah keyakinan bahwa janji Allah itu benar tinggal bagaimana manusia percaya atau tidak atas janji ilah.

Bagi akhwat tetaplah menjaga kesucian hati, tetaplah menutup pandangan, tetap optimis meskipun usia sudah layak untuk menikah tetapi belum juga bertanda-tanda ikhwan yang menghampiri. Yakinlah cara Allah mempertemukan dua manusia begitu rumit untuk diterka, percayalah cara Allah menyatukan dua insan secepat kilat yang menyambar, pahamilah belum datangnya laki-laki menyatakan rasa untuk meminang bukan berarti dirimu tak laku melainkan Allah sedang melihat sejauh man para akhwat percaya dengan janji Allah, sejauh mana bisa menjaga nafsu, sejauh mana bisa menjaga pandang dan merupakan bentuk Allah memberi kesempatan bagi akhwat untuk menambah skill maupun keilmuan sebanyak mungkin. Seperti kisah-kisah para ummahat atau umi-umi kita dipertemukan dengan cari yang sangat unik dan mengesankan.

Jika kisah dua hati ini, didokumentasikan dalam bentuk novel mungkin semakin kaya hikmah. Tentu memberi inspirasi tersendiri bagi ikhwah untuk menjaga hati dan pandangan. Betapa reward yang Allah berikan pada mereka yang mampu menjaga dan hati yaitu memperoleh pasangan yang didasari cinta karena Allah serta disatukan juga atas kecintaan padaNya. Inilah cinta yang terlahir dari mencintai perintah Allah, inilah cinta yang terlahir yang mengaplikasi segala tuntunan dari Rasullah sehingga membawa lapis-lapis keberkahaan serta meninggi ketauhidan.

Rasanya cerita singkat itu, menjadi pelanggi yang indah disiang hari. Tidak sia-sia menghabiskan waktu sejam mendengar romansa cinta yang diikat dalam sebuah ikatan yang diberkahai Allah. Ikatan yang sangat dianjurkan dalam islam dan ikatan itu ibarat telah menyempurnakan setengah dien. Selama perjalan masih tersenyum-senyum mengingat kisah inspirasi berakhir pada labuhan cinta karena Allah.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: