Waria Menguasai Bahasa

waria menguasai bahasa

waria menguasai bahasa

Bahasa merupakan salah satu cara mengungkap apapun, melalui bahasa manusia bisa berkomunikasi melalui komunikasi terjadi interaksi saling menukar informasi, saling mempengaruhi, saling mengingati, saling menesahati, saling membangun perubahan dan cara manusia beraktualisasi. Tanpa disadari bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi baik itu melalui media maupun tidak, baik secara personal to personal atau personal to more atau sebaliknya telah terjadi perubahan hanya manusia tidak menyadari dimana perubahan tersebut. Seperti itulah yang dikatakan oleh para peneliti kebudayaan. Maka atas faktor tersebut terbentuk budaya, manusia yang menciptakan budaya dan akhirnya budaya yang mengontrol manusia.

Jika diamati dari teori kebudayaan bahasa yang digunakan secara tidak langsung merupakan bagian budaya atau membangun budaya. Apalagi Indoensia merupakan Negara di dunia yang memiliki keunikan budaya, keunikan tersebut merupakan faktor utama kenapa orang barat sana sangat tertarik untuk mengkaji. Ketika seseorang tertarik tentu ada somethings yang unik dibalik bahasa tersebut. Sedangkan  secara ringkas defenisi budaya terdapat makna bahasa. Kemudian melalui bahasa bisa mengidentifikasi, memahami dan mendapat informasi berkaitan status seseorang, informasi tentang pendidikan seseorang, informasi berupa pengalaman seseorang dan informasi berkaitan ekonomi suatu budaya tertentu.

Bila diklasifikasikan atau diamati bahasa dipergunakan manusia dalam kehidupan sehari-hari dari tahun ke tahun mengalami perubahan terutama bahasa yang digunakan dalam lisan, dalam bahasa lisan tidak berlakunya aturan baku (EYD) sedangkan aturan tersebut digunakan dalam penulisan surat resmi, laporan atau hasil penelitian.

Tanpa disadari manusia terpengaruhi dengan bahasa waria, seakan-akan bahasa waria menjadi trend dalam berkomunikasi maka wajar salah satu keynote speaker di acara pelatihan mengatakan bahwa bahasa telah dikuasi oleh waria. Pada realitas memang begitu, coba cek bahasa waria telah menjadi bahasa lumrah digunakan dalam berkomunikasi. Misalnya Ember, cucok, rempong dan sebagainya. Bahasa waria tersebut bisa diketemui dalam berbagai bentuk penulisan terutama dalam tulisan essay atau artikel bebas. Bisa jadi disimpulkan juga bahwa yang banyak menciptakan bahasa-bahasa trend (gaul) adalah komunitas-komunitas waria. Tentu bertanya dari mana mereka mendapat ide bahasa yang kece “enak” didengar tersebut. Jangan-jangan para waria memiliki jiwa seni yang begitu tinggi sehingga begitu mudah untuk mencreate bahasa yang mudah dipergunakan oleh berbagai kalangan. Seakan-akan dalam berkomunikasi tanpa menggunakan bahasa yang digunakan waria dianggap belum gaul. Seolah-olah bahasa waria merupakan bahasa modern untuk saat ini. Mungkin kenapa bahasa waria begitu mudah menjamur ditengah masyarakat karena banyak waria-waria bertaburan di berbagai komunitas. Atau bahasa waria merupakan bahasa yang memudahkan orang-orang untuk terpengaruhi atau dekat. I don’t know!!! Mungkin dari sisi seni atau dari sisi kajian budaya itu suatu yang lumrah terjadi. Akan tetapi jika ditinjau dari teori lain akankah dimaknai sebagai yang normal!!! Padahal meminjam motto seorang akademis yang bergelar doctor mengungkapkan bahwa dunia mu seluas bahasa mu. Silahkan ditafsirkan menurut pemahaman pembaca masing apa maksud dari motto tersebut.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: