Syarat Untuk Sukses


syarat untuk sukses

syarat untuk sukses

Semester ini (3) Tahun ajaran 2013/2014 dapat mata kuliah yang sangat sederhena, tidak ada tantangan, dan berat hati untuk mengajar mata kuliah tersebut karena menurut pendapat pribadi matakuliah tersebut tidak perlu dipelajari selama empat bulan cukup baca buku satu minggu sebenar sudah selesai. Tetapi apa boleh buat karena tradisi membaca dikalangan mahasiswa masih rendah akhirnyat harus mempaparkan secara detail diruangan berkuliahan (harus disuguhi) belum tumbuh kesadaran untuk mencari atau memahami sendiri mungkin seperti ini juga ketika kuliah dulu hehehe…. Kebetulan mendapat mata kuliah sumber rujukan perpustakaan. Padahal seperti alasan diatas sama sekali unintersting mengajar mata kuliah tersebut, apa boleh buat sudah diputuskan. Akhirnya harus mengajari dengan penuh semangat menjelaskan diruangan perkuliahaan. Akhirnya sampai juga pada jenis koleksi rujukan berupa Biografi.

Ketika menanya pada satu persatu mahasiswa apakah sudah kenal what’s biografi? Rata-rata menjawab mengenal tetapi belum memahami atau mengetahui secara detail ciri-ciri dari biografi. Kemudia lanjut bertanya-tanya apakah sudah memiliki koleksi biografi? Semua terdiam dan membisu, biasa kalau karakteristik mahasiswa jika ditanya. Jawabnya selalu terdapat dua jawaban yaitu diam dan tersenyum. Setelah kembali bertanya apakah sudah membaca biografi toko nasional, artis atau toko dunia! Tetap jawabannya masih sama “senyum dan terdiam”. Right, kalau begitu karena tidak ada satupun diantara mereka menjawab dari beberapa pertanyaan. Coba mengubah alur pertanyaan. Apakah mahasiswa fans kepada toko tertentu, karena ketika seseorang fans pada toko public akan mulai mencari tahu tentang toko tersebut melalui berbagai cara. Ketika sudah mulai mengumpul informasi fans sesungguhnya sudah bagian biografi.

Tidak ada satupun mengkoleksi biografi, belum membaca dan tahu secara detail apa itu biografi. Saat itulah menjelaskan tentang biografi salah satu toko yang disukai oleh cikgu mereka. Saat bercerita tentang salah satu toko nasional muda yang telah menginspirasi untuk menulis, berpikir dan mendorong untuk mengubah sikap. Ketika bercerita mahasiswa mulai terpesona dengan alur cerita biografi toko politik muda Indonesia.

Pertemuan berikutnya, setiap ruangan yang belajar dengan mata kuliah saya harus bercerita tentang toko biografi yang telah disetujui minggu sebelumnya. Melalui cerita tersebut ada banyak ilmu diperoleh, ada banyak motivasi yang mendorong mahasiswa untuk menghayati  tentang tujuan hidup terutama bagaimana cara untuk sukses. Sebab tidak ada satupun manusia di dunia yang tidak ingin sukses. Ternyata syarat untuk sukses pada dasarnya siap menerima ujian. Jika manusia belum dapat ujian berwarna-warni itu bertanda belum mendekati sukses karena toko sukses di dunia maupun di Indonesia sudah melalui berbagai kelokan ujian-ujian mulai dihina, difitnah, dicaci, ditipu, ditinggalkan dan hampir putus asa, akhirnya bisa memitik kesuksesaan yang berdampak domino kemudian kesuksesaan bisa membebaskan orang lain.

Bersyukur manusia yang terus dilanda ujian itu bertanda-tanda akan meraih kesuksesaan bukankah engenering Indonesia mengatakan tidak ada rumus kesuksesaan dengan cara instant. Kesuksesaan harus dilalui dengan proses yang panjang, proses nan panjang tersebut di isi oleh ujian-ujian. Semkain banyak manusia memperoleh ujian maka saat itu pula manusia terus menaiki tangga-tangga keberkahaan (sukses).

Andailah manusia ingin sukses tetapi tidak mau menikmati ujian tersebut, siap-siap saja mengalami keputus asa dalam perjalanan, dan bisa jadi akan memperhentikan langkah untuk terus bergerak menuju titik focus. Ujian pula membuat manusia tersenyum persis dengan ungkapan guru ngaji bahwa problem such smile (permasalahan seperti senyuman). Bahkan dalam islam ujian merupakan bentuk sayang Allah pada hambaNya untuk membentuk karakterk manusia menjadi pejuang yang tangguh disamudra kehidupan, dengan ujian membuat manusia berkontemplasi makna hidup sejatinya dan ujian pula mengkokohkan untuk terus bergerak maju.

Yang pastinya semakin tinggi mimpi, semakin banyak keinginan, semakin kuat kekuatan maka semakin dahsyat ujian yang menimpa. Begitulah sunatullahnya. Jadi bekali hidup dengan kesabaran, keimanan, ilmu dan tetap positif thinking. Ketika dalam perjalan  menuju kesuksesaan dilanda dengan berbagai bentuk cobaan jangan galau, jangan risau, hadapi saja dengan terus berusaha maupun berdoa karena setiap masalahnya ada solusinya dimana Allah selalu menciptakan dengan balanced (berpasang-pasangan). Jangan lihat besarnya cobaan yang menampar para pejuang tetapi lihatlah hasil dibalik cobaan tersebut, karena behind cobaan ada kenikmatan yang sedang Allah siapkan untuk mereka yang survival dengan ujian tersebut. Andai tidak sanggup bertahan dengan cobaan betapa ruginya apalagi sampai oleng dan menyalahkan yang lain. Itu adalah ciri pejuang yang tidak akan menikmati lezatnya menu keberkahaan baik dari sisi dunia maupun akhirat.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Waria Menguasai Bahasa


waria menguasai bahasa

waria menguasai bahasa

Bahasa merupakan salah satu cara mengungkap apapun, melalui bahasa manusia bisa berkomunikasi melalui komunikasi terjadi interaksi saling menukar informasi, saling mempengaruhi, saling mengingati, saling menesahati, saling membangun perubahan dan cara manusia beraktualisasi. Tanpa disadari bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi baik itu melalui media maupun tidak, baik secara personal to personal atau personal to more atau sebaliknya telah terjadi perubahan hanya manusia tidak menyadari dimana perubahan tersebut. Seperti itulah yang dikatakan oleh para peneliti kebudayaan. Maka atas faktor tersebut terbentuk budaya, manusia yang menciptakan budaya dan akhirnya budaya yang mengontrol manusia.

Jika diamati dari teori kebudayaan bahasa yang digunakan secara tidak langsung merupakan bagian budaya atau membangun budaya. Apalagi Indoensia merupakan Negara di dunia yang memiliki keunikan budaya, keunikan tersebut merupakan faktor utama kenapa orang barat sana sangat tertarik untuk mengkaji. Ketika seseorang tertarik tentu ada somethings yang unik dibalik bahasa tersebut. Sedangkan  secara ringkas defenisi budaya terdapat makna bahasa. Kemudian melalui bahasa bisa mengidentifikasi, memahami dan mendapat informasi berkaitan status seseorang, informasi tentang pendidikan seseorang, informasi berupa pengalaman seseorang dan informasi berkaitan ekonomi suatu budaya tertentu.

Bila diklasifikasikan atau diamati bahasa dipergunakan manusia dalam kehidupan sehari-hari dari tahun ke tahun mengalami perubahan terutama bahasa yang digunakan dalam lisan, dalam bahasa lisan tidak berlakunya aturan baku (EYD) sedangkan aturan tersebut digunakan dalam penulisan surat resmi, laporan atau hasil penelitian.

Tanpa disadari manusia terpengaruhi dengan bahasa waria, seakan-akan bahasa waria menjadi trend dalam berkomunikasi maka wajar salah satu keynote speaker di acara pelatihan mengatakan bahwa bahasa telah dikuasi oleh waria. Pada realitas memang begitu, coba cek bahasa waria telah menjadi bahasa lumrah digunakan dalam berkomunikasi. Misalnya Ember, cucok, rempong dan sebagainya. Bahasa waria tersebut bisa diketemui dalam berbagai bentuk penulisan terutama dalam tulisan essay atau artikel bebas. Bisa jadi disimpulkan juga bahwa yang banyak menciptakan bahasa-bahasa trend (gaul) adalah komunitas-komunitas waria. Tentu bertanya dari mana mereka mendapat ide bahasa yang kece “enak” didengar tersebut. Jangan-jangan para waria memiliki jiwa seni yang begitu tinggi sehingga begitu mudah untuk mencreate bahasa yang mudah dipergunakan oleh berbagai kalangan. Seakan-akan dalam berkomunikasi tanpa menggunakan bahasa yang digunakan waria dianggap belum gaul. Seolah-olah bahasa waria merupakan bahasa modern untuk saat ini. Mungkin kenapa bahasa waria begitu mudah menjamur ditengah masyarakat karena banyak waria-waria bertaburan di berbagai komunitas. Atau bahasa waria merupakan bahasa yang memudahkan orang-orang untuk terpengaruhi atau dekat. I don’t know!!! Mungkin dari sisi seni atau dari sisi kajian budaya itu suatu yang lumrah terjadi. Akan tetapi jika ditinjau dari teori lain akankah dimaknai sebagai yang normal!!! Padahal meminjam motto seorang akademis yang bergelar doctor mengungkapkan bahwa dunia mu seluas bahasa mu. Silahkan ditafsirkan menurut pemahaman pembaca masing apa maksud dari motto tersebut.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Kosmetik Kota


komestik kota

komestik kota

Sejak menyelesai sekolah Menengah kejuruan sejak itu pula merantau dan mulai menginjak hidup dikota (perantau) dalam rangka menuntut ilmu, atas dasar itu pula kenapa susah untuk kembali kedesa. Mungkin banyak alasan kenapa tidak begitu betah ditanah kelahiran meskipun banyak cerita indah lahir disana. Bukan berarti tidak kangen dengan suasana desa nan sejuk, nan penuh kedamaian, nan masih terjaga budaya timur, nan saling menyapa ketika bersua dijalan. Tapi hidup ini adalah pilihan, hidup ini harus move on menuju sebuah keabdian, hidup harus terus berubah seperti proses terjadi kupu-kupu menjadi terbaik dalam segala sector terutama sisi perubahan kedekatan diri pada sang pemilik jagad raya, dan dikota merasa ada harapan atau tempat mewujudkan mimpi-mimpi itu. Bisa jadi didesa merasa tidak ada tantangan, perubahan dalam diri atau bisa jadi didesa tidak memiliki teman lagi seperti masa-masa kecil sehingga membuat tidak betah berlama-lama disana.

Kota yang diinjak selalu membawa cerita yang mengharu biru. Kota padang merupakan kota tempat belajar memasak sebab diranah minang wanita sejatinya dilihat sejauh mana kepintaran dalam meracik bumbu apakah tradisi seperti itu masih dipegang teguh anak gadis saat ini!!! Bandung adalah kota mengenal bagaimana fashionable pada realitasnya Bandung sebagai trendster atau kiblatnya fashion di Indonesia. Sedangkan Yogya bagaikan kota menginspirasi menjadi ilmuan karena hampir setiap hari Allah menakdirkan untuk bertemu orang-orang berilmu luar biasa meskipun mereka ilmuan tetapi kesederhanaan tetap tidak pernah hilang dan religiusitas serta Jambi mendorong menjadi manusia menjadi otak agak capital. Itu semua merupakan kenangan yang selalu dirindukan untuk kembali mengukir cerita yang sama tetapi itu tidak bisa diukir kembali karena usia sudah berbeda, tujuan sudah berlainan walaupun tempat yang dikunjungi tetap sama. Terkadang kenangan bisa menjadi ide cerita atau knowledge diperoleh disetiap langkah kaki.

Kota sangat berbeda dengan desa, bahkan perbedaannya terkadang membuat hati beristiqfar dan geleng-geleng kepala. Sudah beberapa kota diinjaki semua memiliki ciri-ciri yang sama misalnya begitu mudah menemukan mereka-mereka berpakaian minim seakan-akan itu adalah kebanggaan yang harus diperlihatkan dan berlente dengan minyak wangi yang semerbak, menemukan gedung-gedung pencakar langit yang dihuni oleh mereka-mereka beruang, mall-mall yang memanjakan masyarakat untuk menikmati apapun dengan harga pretesius, disudut atau ditengah kota menemukan tempat-tempat kumpul para kaula muda menghabiskan malam dengan melabrak aturan Allah bahkan tempat itu pula menjadi ajang bisnis para pemilik modal. Begitu sedih melihat mereka yang mengadu nasib dikota tanpa dibekali skill maupun ilmu akhirnya kehidupan berakhir dikolom-kolom jembatan, pinggir jalan, dikejar penertiban kota dan minta kesana-kemari. Apakah begini hakikat kota, lembut kepada mereka yang memiliki skill/ilmu dan keras pada mereka yang tidak mempunyai expert atau faktor X. lambat laun tradisi menyapa dikota terasa asing, yang ada terbangun tradisi cuek bebek, sibuk dengan kehidupan masing-masing dan kebenaran menjadi relatif. Seakan-akan tujuan utama kehidupan kota adalah dunia bagimana tidak sibuk mengejar uang-uang. Tapi tidak bisa dimunafikan juga karena begitu lah kota.

Sangat wajar penurut pengamat kesehatan bahwa tingkat stress, gangguan jiwa dan kesehatan kota semakin meningkat. Alasan pertama kenapa bisa terjadi seperti itu yaitu standar hidup kota begitu tinggi, kemudian beban hidup yang dibebani juga tinggi terutama dalam beban kerja, hidup-hidup pekerja di kota kebanyakan menghabiskan waktu diperjalanan dan sedikitnya waktu untuk berolahraga akhir berdampak pada kesehatan. Jika merujuk dari pendapat ahli tersebut tentu berpikir kembali untuk berlama-lama dikota.

Bagi orang desa tempat seperti itu merupakan tempat yang sangat aneh karena kehidupan desa dihiasi dengan kegiatan kesawah, kekebun, berkumpul dihalaman rumah, mengaji  sedangkan untuk menikmati fasilitas seperti kota itu tidak mungkin. Listrik Masuk kekampung sudah menjadi keberkahaan. Maka sangat wajar ketika anak desa masuk kekota terbelagah melihat kosmetik kota penuh nuansa gemerlap dan terkadang kosmetik kota membuat anak desa terbawa pada arus yang salah. Entah kota mana lagi kaki akan melangkah.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

%d bloggers like this: