Kenapa kita tidak boleh iri

Kenapa Tidak boleh iriSetiap manusia dianugrah rasa baik itu rasa berupa kebaikan (rasa cinta, rasa damai, rasa bahagia, rasa suka, rasa sayang) maupun rasa yang tidak dibenarkan (rasa benci, rasa iri, rasa sedih, rasa rendah hati, rasa sombong) karena ketika manusia diciptakan maka Allah lengkap rasa itu melengkat pada jiwa manusia. Jiwa ada manusia yang tidak memiliki rasa mungkin terindikasi tidak normal. Hanya saja setiap rasa yang dimiliki oleh setiap manusia berbeda-beda kadarnya hal tersebut dipengaruhi oleh lingkungan, agama, pendidikan dan pengalaman. Akan lebih indah rasa yang dimiliki manusia ada rasa ketenangan untuk mencapai rasa itu yang harus dilakukan yaitu dekat diri pada Allah dan selalu berzikir.

Dekat dengan pemilik rasa akan mengantar manusia untuk damai meskipun diberi cobaan, dihina, difitnah, dicuekin, dimarahin dan bohongi. Kenapa bisa tenang karena rasa yang dalam jiwanya sudah dipenuhi rasa cinta pada Allah sehingga tidak sempat rasa lain untuk hadir dalam sukma. Tentu tidak semudah itu untuk meraih masa tenang, apalagi saat ini banyak faktor yang membuat manusia gelisah, was-was dan panic. Semakin panik manusia maka semakin mudah setan membujuk rayu manusia untuk melakukan hal yang dilarang oleh agama. Maka dalam islam dianjurkan untuk selalu ingat dengan Allah melalui zikirullah.

Izin ana untuk mengupas tentang iri, mungkin pembaca sudah sering membaca, mendengar atau sudah mengkhatam materi iri. Padahal dalam islam jika dalam manusia masih ada iri sesungguhnya hatinya belum bersih, hatinya masih didominasi duniawi dan orang-orang yang iri adalah ciri-ciri manusia memiliki hati yang busuk (maaf).

Ketika kajian (liqo) dapat taujih dari guru ngaji dari sekian banyak kalimat yang terlontar dari guru ngajai. Ada kalimat yang begitu singkat tetapi memiliki makna yang luar biasa, mendorong untuk kontemplasi, menyentil hati maupun pikiran dan kalimat itu pula mengerak hati bahkan pikiran untuk merajut kalimat menjadi essay agar bisa dibaca oleh seluruh dunia.

Jujur setiap manusia pasti pernah iri, yang melatar manusia untuk iri pun berbeda-beda faktor. Ada yang iri melihat teman yang sukses, ada iri melihat teman mendapat suami yang cakep atau istri yang cantik, ada iri melihat tetangga mobil baru, ada yang iri melihat teman begitu mudah dipromosi untuk meraih posisi tertentu, ada yang iri melihat teman punya relasi yang banyk, ada iri melihat anak tetangga juara, ada iri melihat teman begitu mudah mendapat pekerjaan. Hal seperti itu sangat lumrah terjadi dalam kehidupan manusia. Hal saja iri memotivasi menjadi pribadi brilian bukan sebaliknya iri membuat kita untuk melakukan perbuatan tercela. Jika meminjam kata para motivator jadi rasa iri sebagai gas untuk menjadi orang berilmu, jadi rasa iri sebagai gas untuk rindu dekat pada Allah.

Bahkan dampak dari rasa iri tersebut juga sangat berbahaya ditinjau dari sisi apapun. Baik dari perspektif agama, sosial, kesehatan, dan interaksi membuat manusia tidak normal menjalan kehidupan. Padahal dalam islam sangat dilarang untuk iri. Kenapa tidak boleh iri, tentu teman-teman sudah tahu baik berdampak sisi dunia maupun agama. Akan tetapi memberi jawaban sangat singkat kenapa kita tidak diperkenaankan untuk iri karena kita tidak tahu cobaan apa sudah Allah berikan kepada mereka dan kita tidak tahu cobaan apa akan Allah berikan kepada mereka nanti. Bukankah kita sering mendengar bahwa cobaan akan diiringi rezki dan rezki akan diiringan cobaan. Atau setiap kenikmatan akan dibarengi ujian, sedangkan setiap ujian insha Allah ganti dengan kenikmatan. Maka dari itu jangan iri karena kesuksesaan sudah diraih meraka sebab Allah telah memberi cobaan yang tidak pernah kita tahu, mungkin cobaan yang dirasakan sangat luar biasa lebih dari kesuksesaan diraih atau perjalanan perjuangan yang dilalui penuh dengan rancau-rancu. Jadi sangat wajar merasa kenikmatan, kebahagian, kesuksesaan dan penghargaan. Andailah sebelumnya belum pernah mendapat cobaan ingat entah cobaan apalagi yang akan berikan padanya. Hidup seolah-olah seperiti ruleslkoster. Berputar-berputar terus menerus, silih berganti dan terkadang nikmat serta cobaan silih berganti. Jadi kalau masih ada rasa iri atas apa diperoleh oleh orang lain, untuk segara delete folder tersebut.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: