Menunggu Pidato Pertama Sang Presiden

Menunggu Pidato Pertama Sang Presiden

Menunggu Pidato Pertama Sang Presiden

Tinggal menghitung waktu, rakyat Indonesia akan mendengar pidato pertama dari presiden ketujuh tepatnya pada hari Senin, 20 Oktober 2014 yang dipilih oleh sebagian rakyat, kenapa mengatakan sebagian rakyat karena realitasnya sebagiannya lagi suara rakyat diberikan pada prabowo hatta. Presiden terpilih ketika kampanye mengusung tagline Indonesia hebat dibumbui dengan slogan bahwa hanya kecurangan yang bisa mengalah mereka. Jika diamati slogan yang dipakai selama kampanye sangat pintar memain strategis dan beropini sebab pendukung presiden terpilih paham banget bahwa rakyat Indonesia begitu mudah teriring opini dari pada data. Ya sudahlah itu sudah terjadi, saat ini bagaimana seluruh masyarakat mulai bekerja bersama-sama membangun Merah Putih menuju Indonesia Hebat demi kesejahteraan rakyat bukan rakyat yang pro asing, rakyat yang mangacau pancasila dan rakyat yang menjual tanah pusaka pada pemodal. Saat presiden berpidato dijaga aparat keamanan yang berlapis-lapis yang dilengkapi senjata canggih supaya ketika berpidato pertama tidak terjadi keonaran.

Semua mata rakyat Indonesia maupun pihak asing juga ikut menyimak pidato pertama presiden ketujuh. Dari pidato yang ditayangkan secara live para pengamat akan mengamati pidato tersebut dari sisi berbeda mulai menganalisasi dari gesture hingga hal yang bersifat guyonan. Bahkan dari pidato itu pula akan melihat Indonesia dibawa kemana. Apakah Indonesia akan dibawah pada kesajahteraan atau Indonesia masih berada dibawah bayangan-bayangan asing maupun cina. Hanya waktu akan menjawab pertanyaan tersebut dan untuk saat ini berikan waktu pada sang presiden serta pendukung untuk bekerja agar bisa membuktikan janji manis yang digebu-gebukan selama kampanye. Sebagai masyarakat tidak hentinya berdoa, mengawasi, mengkritik dan mengevaluasi kinerja kepala Negara serta para pembantu presiden dengan seperti itu akan menghasilkan kebijakan yang sungguh-sungguh untuk rakyat segala lini.

Meskipun pada hari senin pidato hanya beberapa menit saja dan tentu dalam hitungan menit tersebut ada harapan yang diharapkan rakyat sebagai rakyat biasa atau masyarakat yang dimarginalkan yaitu menginginkan sang presiden berisi berita bahagia, informasi yang menyejukan dan kabar yang melegakan bagi lapisan masyarakat. Misalnya informasi bahagia bahwa tidak akan ada kenaikan harga BBM selama menjabat sebagai presiden, semua janji-janji manis selama kampanye akan diwujudkan 2 Tahun paling lama, tidak ada lagi namanya diskriminasi hukum, semua pejabat yang bermasalah dengan hukum seperti korupsi akan segera diselidiki, tidak ada lagi anak-anak Indonesia yang busung lapar, tidak ada lagi generasi muda Indonesia putus sekolah karena sekolah digratiskan dengan kartu pintar, tidak ada lagi orang miskin ditelantarkan oleh rumah sakit sebab sudah ada program kartu sehat, tidak ada lagi wajah-wajah birokrasi yang masam dimana sudah ada software khusus untuk pengembangan pemerintah dengan basis E (elektronik), tidak ada lagi perusahaan asing yang menguasai investasi di Indonesia dengan kata lain menasionalisasikan perusahaan. Jika pidato hanya sebatas serimonial tidak ada makna bagi masyarakat tentu akan mengecewakan terutama bagi masyarakat yang tidak memilih presiden terpilih. Kemudian berharap juga, agar isi pidato sang presiden tidak menyidir lawan atau koalisi sebelah karena biasanya sering menyetil. Tapi mungkinkah pidato pertama tertera atau diucapkan oleh hal-hal tersebut atau ekspetasi pidato jauh dari angan-angan masyarakat.

Yakin pula isi pidato sang presiden akan menjadi tranding topik, akan dibahas oleh siapapun yang memiliki kepentingan, mendapat standing uplause dari seluruh rakyat indonesia atau mungkin akan menjadi bahan guyonan “Maybe”. Itu semua bisa terjadi!!!  Tentu pidato pertama ini akan dikemas secara elegan oleh pendukung pemerintah transisi secara orang dibalik presiden ketujuh adalah orang-orang yang hebat dalam segala sektor.

Setelah sang presiden berpidato maka masih ada serimonial yang dipertontonkan untuk rakyat di Monumen nasional, ini sejarah pertama kali diselenggarakan pesta rakyat. Tentu bertanya rakyat yang mana dulu yang berpesta? Apakah seluruh rakyat atau sebagian rakyat!!! Saat pelantikan presiden kemudian sang presiden akan dibawa dengan kereta kencana, dimeriahkan dengan spektakuler musik dan disajikan makanan gratisan. Jika melirik kebelang masalah event yang akan diselengarakan dimonas untuk maulid nabi tidak diperkenaankan dengan alasan merusak tanaman, takut terjadinya macet sebab ketika umat islam akan menggadakan pesta kemenangan dengan takbiran keliiling Jakarta di larang dengan alesan takut macet, nah sekarang dilegalkan!!! Tidak hanya itu sindirian negative akan ditestimonial melainkan berpesta pora di tengah penderitaan rakyat. Semoga kebahagian, kecerian dan kebersamaan dengan rakyat ini tidak cepat berlalu, takut saja ini adalah  penghias retorika belaka.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: