Kok Mark Zuckerberg Ke Tanah Abang?

Kok Mark Zuckerberg Ketanah Abang

Kok Mark Zuckerberg Ketanah Abang

Dua hari ini media-media online, streaming, cetak dan sosial media dipenuhi berita kedatangan millioner muda dunia ke Indonesia bahkan menjadi obrolan yang Happening mengalahi berita meletusnya lagi gunung sinambung dan kabut asap di Sumatra maupun di Kalimatan. Sebelumnya pendiri facebook tersebut berphoto di candi borobudor yang di like this dan di share oleh fans mark Zuckerberg.

Adapun tujuan kehadiran Bos Facebook ke Indonesia untuk menjalin kerja sama dengan pemerintah, bentuk apresiasi kepada masyarakat yang telah aktif menggunakan facebook dalam kehidupan sehari-hari seperti dilansir data facebook secara global bahwa 70 persen akun berasal dari Indonesia. Data ini menunjukkan bahwa orang Indonesia begitu bersahabat dengan facebook baik dikala santai maupun sibuk, mungkin kenapa terjadi 70 persen account berasal di Indonesia (mengalami peningkatan) karena dampak dari pileg dan pilpres beberapa bulan yang lalu banyak menggunakan sosial media sebagai media kampanye dan dibanjiri account anonim.

Tidak hanya itu, pemuda kaya ini juga memuji Indonesia. Jangan-jangan pujian yang dilontarkan, ada keinginan ingin diraup dari Indonesia dan bukan untuk pertama kali ini Indonesia dipuji oleh perusahaan teknologi dunia tetapi sudah sering. Kenapa perusahaan dunia memuji atau mengkagumi Indonesia karena memahami bahwa Indonesia merupakan pasar yang sangat potensial, dinamis dalam segala hal karena Indonesia merupakan penduduk terpadat di dunia, masyarakat yang konsumtif, welcome dengan segala produk impor dan memahami kependudukan Indonesia dipenuhi Net Gener yaitu generasi yang selalu terkoneksi dengan internet. Itu semua adalah pangsa pasar yang paling mempengaruhi keeksistensi suatu perusahaan.  Maka jangan heran, kalau Indonesia akan terus dikunjungi oleh pengusaha dunia atau perusahaan dunia yang ingin bekerja kerja dengan Indonesia sebab ada kepentingan binsis. Apalagi saat ini, hampir segala sector publik, pemerintah dan swasta sudah menggunakan teknologi dalam menunjang bisnis maupun berbagi informasi seperti dinyatakan pidato presiden terpilih bahwa Indonesia akan dibranding dengan konsep E “Electronik” seperti pengololaan pajak internet bahkan sudah ada pula elektronik blusukan.

Ketika presiden terpilih (Joko Widodo) membawa millioner muda tersebut ketanah abang yang merupakan pusat grosir terbesar di Asia Tenggara para wartawan, masyarakat maupun para pedangang juga begitu antusias  dan mengelus-elus menyambut kedatangan orang terkaya tersebut, terlihat dari sorotan kamera, desakan masyarakat ingin berphoto melalui smartphone serta dijaga dengan penjagaan sangat ketat.

Yang menjadi pertanyaan penulis apakah semua para pedagang tanah atau pengunjung tanah abang tahu siapa Mark Zuckerberg? Anehnya kenapa Mark dibawa kesana? apakah ini salah satu cara presiden terpilih menunjukkan dirinya masih mencintai rakyat Jakarta. Atau Jokowi ingin mengenal pada Mark Zuckerberg bahwa para pedagang juga menggunakan aplikasi facebook untuk memprosi dagangan mereka, atau ingin mengenal pada Zuckerberg bahwa Indonesia punya pusat grosir yang sudah terkenal di dunia. Sebenarnya tidak ada yang salah Presiden ketujuh membawa pemuda tersebut ketanah abang.

Akan lebih elok Mark Zuckerberg dibawa audiensi dengan anak muda-muda dikampus-kampus ternama agar memotivasi pemuda Indonesia untuk menciptakan aplikasi yang bisa mendunia, menginspirasi pemuda untuk mengembangkan teknologi yang memiliki nilai jual dimasa depan, mendapat ilmu secara gratis dalam upaya mempergunakan facebook dalam pengembangan ekonomi. Kapan lagi memanfaatkan memontum tersebut bagi anak muda Indonesia dan pemuda Indonesia perlu dimotivasi terus agar bisa menjadi jiwa out of box. Toh SDM Indonesia sekarang juga begitu kampiun dalam teknologi. Kalau ditanah abang apa yang didapat masyarakat dari kedatangnya, hanya sebatas photo semata, berdesakan, mancet dan menganggu proses jual beli saja.

Seolah-olah kedatangan orang terkaya tersebut tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah. Senada dengan pendapat Donny Founder ICT Watch seharusnya kedatangan bos Facebook sudah selayaknya momentum tersbut dibuat progam training, workshop dikampus-kampus, jika tidak kedatangan perusahaan besar dunia ke Indonesia hanya sebatas serimonial dan kerjasama saja. Sebagai anak muda, ingin menyuarakan pada pemerintah apabila someday kedatangan perusahaan teknologi dunia sebaiknya anak muda di Indonesia di undang untuk audiensi.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: