Menyisih Rezki Untuk Haji

Bismillah…

“Jihad yang paling afdol ialah haji yang mabrur. (HR.Bukhari)

Menyisih Pendapatan Untuk Berhaji

Menyisih Pendapatan Untuk Berhaji

Indonesia merupakan Negara islam terbesar didunia, Negara yang banyak mendapat jatah Haji, untuk berangkat Haji harus menunggu bertahun-tahun bahkan bisa menunggu hingga 10 Tahun, dan umat islam seluruh dunia tentu ingin menunaikan Ibadah haji meskipun hukumnya bukan wajib.

Berbagai cara dilakukan untuk bisa berangkat haji. Bahkan setiap keberangkatan Haji, ada cerita sangat mengelitik perasaan, menampar jiwa, dan sampai tidak percaya dengan mereka yang memiliki tekad yang tinggi. Ada yang menabung bertahun-tahun dengan menyisih penghasilannya sedikit demi sedikit, ada yang rela menjadi buruh agar bisa berangkat haji, ada menjadi tukang sayur dan cara apapun dilakukan. Secara matematika manusia mungkin tidak mungkin bisa hadir ditanah suci, untuk hidup sehari-hari saja dengan pas-pasan, bagaimana mungkin bisa berangkat haji. Namun atas kekuasaan Allah, kebulatan tekad, terus berdoa padaNya secara istiqomah menyisih pendapatan rupiah demi rupiah dan Allah permudahkan untuk kesana meskipun harus menunggu bertahun-tahun.

Sedangkan orang memiliki harta yang banyak, gampang memperoleh uang, dilimpahkan rezki, tidak memiliki beban hidup, bisa berjalan-jalan hingga keluar negeri, bisa mengkredit mobil berunit-unit, bisa menghabiskan uang untuk facial hingga berjuta-juta, punya rumah dimana-mana, mampu mengkredit barang-barang mewah dengan bunga yang fantastis dan karir sedang cemerlang. Tetapi kenapa belum ada keinginan untuk menyisihkan pendapatan atau menabung haji. Begitulah kehidupan, begitu rumit dicernai dengan nalar. “Seorang hamba Aku sehatkan tubuhnya dan Aku perluas baginya mata pencahariannya dan berlalu lima tahu tidak berhaji kepada rumahKu maka dia akan kehilangan (pemberianKu). (HR.Al-Baihaqi).

Seperti cerita didengar dari salah satu keluarga yang sudah menjalan ibadah haji semari meneteskan air mata mengenang betapa syukur bisa menjalankan ibadah, menyesalnya kenapa sejak dari dulu berniat untuk berhaji dan kenapa saudara perempuannya selalu menunda-nunda untuk berangkat haji. Padahal punya keberlimpahaan rezki, badan yang sehat cuma ingin menyekolah anak sampai kuliah tinggi baru akan berhaji tetapi Allah berkehendak lain yakni mengambil hak untuk hidup dibumiNya. “Barangsiapa memiliki bekal dan kendaraan (biaya perjalan) yang dapat menyampaikan ke Baitalilahil haram dan tidak menunaikan (ibadah) haji maka tidak mengapa baginya wafat sebagai orang yahudi dan orang nasrani. (HR.Tirmidzi dan Ahmad).

Mungkin ada dilingkungan kita mengalami scenario yang sama. Janganlah menunda-nunda untuk berangkat haji, jangan berpikir lain bahwa menyisihkan harta untuk berhaji menjadi kendala untuk membeli yang lain, atau sampai hati yakin atau sudah tua baru berhaji. Jika boleh jujur hati manusia mana memiliki kemantapan niat untuk melakukan kebaikan selalu ada rayuan setan yang membisik ketakutan atau pikiran negative agar manusia tidak melakukan ketakwaan padaNya. Bahkan mereka yang berniat dan telah menyetor haji Allah berikan kemudahan rezki yang tidak disangka-sangka. Ada pula sudah berazam menjalankan haji ketika karir bagus tanpi tidak menunaikan malah sebaliknya semakin terhambat rezki.

Melalui cerita itu pula menetes air mata, termotivasi dan ingin melakukan hal yang sama agar bisa berada ditanah suci. Apakah sudah berniat untuk berhaji? Apakah sudah pernah melafazkan melalui doa padaNya ingin berhaji?  Apakah sudah menyisihkan penghasilan kita untuk kesana? usaha apa saja telah dilakukan bisa mewujudkan keinginan untuk rukun islam kelima? Benar kata ustad, bahwa tidak semua orang terpanggil untuk melakukan ibadah. Hanya orang-orang terpilih dan dekat dengan Allah ingin bersegera menjalan perintah Allah. Antara umroh yang pertama dengan umroh kedua (terdapat) penghapusan dosa-dosa (yang dilakukan antara keduanya) dan haji mabrur tiada pahala kecuali surge. (HR.Bukhari).

Tanamkan terus niat untuk menjalan rukun islam kelima terutama saat berdoa pada Rabbi agar diberi kemudahan rezki, diberi kemantapan untuk berhaji, dipanjangkan umur dan disegarakan menunaikannya meskipun kesulitan dengan keuangan, meskipun dipikir dengan nalar tidak mungkin bisa. Rasullah Saw menyambut orang yang pergi haji “semoga Allah menerima hajimu, mengampuni dosamu dan menganti ongkosmu (biaya-biayamu)” (HR.Ad-Dainuri). Dengan bismillah untuk menyisihkan rupiah kita demi mengunjugi tempat-tempat mustajab karena untuk berhaji dibutuh waktu bertahun-tahun maka dari sekarang untuk Action (tabungan Haji) dan tempat yang dijanjikan doa diijabah. Senada dengan pepatah sering didengar bahwa kekuataan atau energi di Tanah suci itu teras lebih dahsyat dibandingkan dengan tempat lain.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: