Ikhawafillah: Jangan Dipikir Di Tolak

Bismillah…

Jangan Mikir Ditolak

Jangan Mikir Ditolak

Dua hari sebelum mendapat taujih dari teman berkaitan dengan sikap ikhwan dan semalam dapat lagi guyonan dari mba’fillah  berada di Jerman. Dari taujih maupun guyonan tersebut membuat tertawa dan berakhir pada suatu tujuan yang sama. Meskipun kontek penyampaiannya berbeda, yang satu berbentuk keseriusan sedangkan yang satunya lebih pada guyonan menuju keheningan malam.

tulisan ini tidak mewakili sikap ikhwafillah yang sedang membaca melainkan tulisan ini hanya sebatas imajinasi liar belaka. Entah kenapa ikhwafillah Cuma berani membicarakan saja, hanya berani menguyoni, hanya berani diajak chat melalui social media, hanya sanggup menantap jarak jauh tak berani mengatakan siap pada ikatan yang dianjurkan Allah, hanya berani jago dikandang tapi tidak berani mendatangkan wali. Banyak hal kenapa baru berani dikandang  antara lain tidak punya nyali besar, cuma berani berada di comport zone, jangan cuma berani meng-like status facebooknya saja, jangan cuma berani following twitternya, merasa belum mampu menafkahi, takut ditolak, ingin membahagia keluarga dahulu, dan terakhir tidak dapat restu dari orang tua. Sungguh sakit ya!!!

Mungkin juga karena merasa belum mapan, merasa tidak pantas, merasa belum saat untuk menyatakan rasa suka, merasa belum yakin karena tidak setara dengan si wanita baik dari sisi financial, sisi pendidikan, sisi fisik, sisi keluarga, berasumsi jangan-jangan ditolak, jangan diterima dan jangan dipermalukan.

Jika memang belum berani, belum sanggup, masih betah di comfort zone, dan belum mendapat restui sebaiknya jangan engkau bicarakan dikeadaan apapun, jangan kau like statusnya, jangan kau following ia ditwitter. Jangan kalian guyonin apalagi memberi janji untuk serius karena itu akan menyakiti hati sendiri dan semakin terlihat bahwa kalian jago dikandang. Kenapa mengatakan jago dikandang karena kalian cuma berani aman saja tetapi tidak berani kenyataan pahitnya. Atau kenapa ikhwan bersikap seperti itu karena nyali sudah hilang dan keberanian sudah tenggelam oleh kegalauan

Sampai kapan punya keberanian untuk datang pada walinya. Apakah sampai kaya “wieeessss” kalau tunggu kaya, bisa usia sudah tua. Sedangkan teman seperjuangan sudah meneteng kiri kanan. Sampai hati yakin padahal soal keyakinan tidak ada manusia yakin seratus persen bahkan hati itu selalu berbolak-balik dan istikarah merupakan cara menyakini hati. Sampai tidak ada pilihan baru memilih. Sampai puas menikmati kesendirian atau sampai cari waktu pas dari ramalan bintang.

Padahal sudah tahu wanita yang disukai memiliki masa depan yang cerah untuk mendidik sibuah hati (anak-anak), memiliki potensi menjadi istri yang shaliha. Sedangkan ia memiliki karakteristik yang tidak dimiliki sembarang orang dan memiliki jiwa membangun sekolah peradaban. Jangan sampai orang pernah hadir dalam kolbu mu, orang yang pernah kau ucapkan dalam doa, dan orang yang sesuai dengan kriteria mu diambil oleh sang pemberani.

Tahu gak sich, saat ini tidak gampang mencari wanita shaliha meskipun jumlah wanita lebih dominan dari kaum adam, yang gampang mencari wanita matre, wanita menebar aurat dengan vulgar dan wanita suka bersolek diluar nalar. Bayangkan saja jika wanita minim ilmu agama dan menebar aurat begitu gampang,  apa  yang akan terjadi ketika membina rumah tangga dan mencipta perabadan kehidupan.

Maaf bukan bermaksud menyentil, bukan maksud menyingung, bukan maksud buat kalian tertawa terbahak-bahak, bukan bermaksud kalian galau setinggi mata menetap dan rangkaian kalimat ini menjadi motivasi bagi kalian untuk bangkit, untuk menjadi pemberani, untuk berbenah segera dan agar kalian tetap bisa menjaga hati dalam kondisi keindahan.

Apakah rela orang tersebut diambil orang lain!!! Tentu tidak inginkan. Jikaulah tidak mau segera nyatakan perasaan tersebut kepadanya orangtua dan sampai maksud bahwa siap menjadi patner terbaik bagi anak mereka. Apakah nanti diterima atau tolak itu soal nanti. Datang saja belum tapi sudah pesimis, sudah takut, sudah menyimpulkan dan sudah minder saja. Kalau beranggapan seperti itu terus sampai kapan berani.

Bukankah kepribadian seperti adalah kepribadian yang linklung. Apakah sampai tumbuh keberanian, sampai yakin, sampai dapat ilham!!! Padahal laki-laki membiarkan wanita yang disukai diambil oleh orang lain adalah laki-laki tidak mempunyai prinsip, laki-laki bodoh dan belum siap membebani tanggung jawab. Masalah penolakan itu adalah hal biasa dalam siklus kehidupan. Kalau hidup tanpa penolakan sepertinya bumbu-bumbu kehidupan tidak begitu nyeesss. Ibarat makanan diperlukan berbagai macam bumbu agar merasa nikmat makanan tersebut begitu juga dalam mencapai cita-cita (pasangan hidup) tentu juga harus mendapat penolakan agar memahami apa kekurangan diri.

Meminjam status teman yang dipublish melalui facebook bahwa “Nikahi seseorang itu dengan kekuatan iman & potensi yang dimilikinya. Gunakanlah mata hatimu untuk melihat seseorang hari ini dengan refleksi MASA DEPAN. Bila hari ini dia miskin, atau hari ini dia masih belajar. Tidak masalah !!. Bila hari ini dia kesulitan, atau dia belum mencapai pencapaian standar-standar dunia. Jangan takut! Lihatlah potensi itu, kenalilah pikiran dan karakternya. Apakah dia berpotensi menjadi ayah anrpotensi menjadi kaya raya, berpotensi membangun umat. Dan tentu potensi tertinggi adalah apakah dia berpotensi masuk surga dan kita bisa turut serta bersamanya Setuju ??”

Selamat menjadi jiwa pemberani dan tidak hanya berani dikandang saja tetapi berani menunjukkan pada orang bahwa kau adalah insan siap mengemban amanah yang mengalirkan pahala, siap mendatangkan walinya dan siap menjadi iman kehidupan dalam keluarga Sakinah Mawaddah Waramah.

Menabur Cinta Dengan Kata:   “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

One Response

  1. Reblogged this on A Precious Life Footprint and commented:
    Wah ini😮

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: