Cantik Sich Tapi Gak Sholat dan Buka Aurat

Bismillah…

Cantik Sich Tapi Gak Sholat dan Buka Aurat

Cantik Sich Tapi Gak Sholat dan Buka Auratita, 

Dizaman dipenuhi unsur kapitalis dan liberalisasi berlomba-lomba ingin menjadi insan tercantik dari segi fisik. Seakan-akan cantik secara fisik adalah sesuatu harus diperoleh, ya bisa dikatagori sebagai kewajiban sehingga dengan berbagai usaha dilakukan demi meraih stempel cantik. Produk kecantikan laris manis, salon antrian dipenuhi oleh mereka ingin cantik, dan terkadang demi kecantikan mengabaikan hal tidak diperkenaankan,  misalnya merubah bentuk asli. Atas dorongan tersebut maka lahirlah klinik kecantikan, terbentuk sanggar kemolekan, terciptanya komunitas orang cantik dan akhirnya pada takut dengan panas bahkan untuk bersentuhan dengan tanah pun terkadang mikir-mikir sebab takut kecantikan luntur.

Konon katanya dengan cantik mempermudahkan segala hal. Secara perusahaan swasta maupun pemerintahan lebih mengutamakan kecantikan sebagai media untuk memperoleh keuntungan perusahaan. Tidak jarang pula kalau wanita cantik dijadikan sebagai umpan, agar produk maupun menambah omsek penjualan atau pendapatan suatu lembaga dan tidak heran pula lelaki-laki sekarang juga mengincar wanita cantik demi menambah kepedean atau bargaining position terhadap keluarga maupun relasi.  

Padahal jika lelaki lebih mengutama kecantikan memilih pendamping hidup jangan heran nanti kalian harus mempersiapkan budget khusus untuk mereka, agar bisa kesalon dan menjaga kecantikan mereka. Emang kalian sudah siap dengan hal tersebut dan untuk kesalon saja membutuh dana sekitar 300ratus keatas. Kecantikan seperti itu adalah kecantikan yang semu, nama juga barang imitasi tahan Cuma sebentar. Dan bagi perempuan dipilih karena kecantikan, harus hati-hati juga ketika kecantikan sudah layu, siap-siap akan terganti dengan wanita lain. (bukan menakut kalian Cuma sebagai intropeksi diri bagi kita semua..). Semoga kita sebagai wanita dipilih tidak hanya sebatas kecantikan melainkan ada unsur lain “apakah dipilih karena ilmu, apakah dipilih karena akhlak, dipilih karena kesederhanaan, dipilih karena manut dengan orang tua atau another add value”. Akan lebih elok cantik tetapi dipergunakan untuk taat padaNya, mengajak manusia pada kebaikan, dan menjadi inspirasi bagi orang lain. Jangan habiskan hari hanya mengejar gelar kecantikan belaka.

Sesungguhnya Allah tidak pernah melarang hamba ingin menjadi pribadi cantik secara fisik karena Allah juga menyintai kecantikan seperti Allah ciptakan bumi serta isinya penuh kecantikan bahkan hasil ciptaanNya menjadi manusia terkagum-kagum bahkan sampai tidak percaya dengan kecantikan Allah berikan pada makhluk hidup maupun mati.

Betapa banyak kita menemui mereka yang cantik secara fisik, tapi relanya dipegang sana-sini kalau tidak percaya lihat mereka yang duduk dikafe-kafe, duduk dipinggir jalan saat malam minggu dan saat mereka bonjengan dengan bukan mahramnya. Lihat pula wanita cantik tapi begitu ikhlas auratnya terbuka disana-sini, umpama tidak memakai sehelai pakaian hampir semua terlihat padahal dalam islam yang boleh terlihat hanya telapak tanggan dan muka. Lebih memilu lagi dikeramaian dipenuhi cewek cantik dengan pakain sangat pendek, entah apa tujuan mereka memakain pakaian seperti itu. Apakah ingin memamer Paha putih itu, apakah sudah terbiasa dengan pakaian tersebut, apakah baru coba-coba biar dikatakan kayak orang bule atau orang cineeee, apakah zaman menuntut wanita harus berpakaian seksi itu!!! Nah kalau sudah terlihat semua, itu bagaimana hukumannya!!! Pembaca bisa jawab sendiri.

Ketika wanita cantik tidak sholat dan membuka aurat. Ada yang sedih dan malu. Terutama yang sedih adalah orang tua kita, kakak, adik-adik kita, keluarga besar, guru-guru kita dan lebih tersakiti adalah ibu. Ibu mengharapkan kita menjadi anak shaliha, menjadi anak yang membanggakan mereka baik dari sisi akhlak, sisi ilmu dan sisi keimanan. Padahal disetiap keheningan malam orang tua terus berdoa padaNya, agar anak yang dilahirkan dari rahimnya menjadi wanita shaliha, menjalan perintaNya dan bukan sebaliknya malah menjadi orang yang sibuk menghabiskan waktu dengan kecantikan belaka.

Perlu diingati juga, kecantikan bukan segalanya. Tidak semua laki-laki menyukai wanita cantik tapi tidak sholat, membuka aurat dan bela disentuh oleh siapapun. Mungkin sebagai teman ketawa-ketiwi, laki-laki suka namun sebagai teman hidup sepertinya kaum laki-laki berpikir beratus kali. Ia juga tidak ingin anaknya didik oleh wanita yang tidak paham agama, ia juga tidak mau anak di didik oleh wanita tidak memiliki skill dan ia juga tidak ingin mengecewakan orangtuanya yang menginginkan menantu shaliha. Ketika wanita sudah shaliha, menutup aurat dan terus menjaga kedekataannya pada Allah maka dijamin akan bisa menjadi pendamping hidup yang setia pada suaminya.

Pada akhirnya, sesaat merenung!!! Bisakah kecantikan bertahan seumur hidup, bisakah kecantikan membantu kita menjawab pertanyaan Allah ketika dalam kubur dan apakah dengan kecantikan merasa dihargai. Yukkk kita balut kecantikan kita dengan pakaian taqwa dan cukup kecantikan dipersembahan untuk pendamping hidup bukan untuk diobralkan.

Menabur Cinta Dengan kata: “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: