Biarkan Ana Berimajinasi Daratan Eropa

Bismillah…

Biarkan Ana Berimajinasi Tentang Eropa

Biarkan Ana Berimajinasi Tentang Eropa

Diantara kita tentu ada yang sudah membaca 99 Cahaya di langit Eropa, saat membaca ada asa ingin kesana untuk melihat keindahan alam yang Allah suguhi pada masyarakat Eropa karena setiap negara, setiap darata, setiap benua akan memiliki keunikan tersendiri sehingga membuat takjum bahkan terdiam saat melihat kebesaran Allah melalui panaroma.

Sejak membaca buku tersebut, terbesit ingin kesana untuk merasakan langsung cuaca benua biru dan rasa itu semakin kuat, saat teman-teman kuliah melajuti pendidikan disana serta mendapat pendamping hidup alumni Eropa (Barakallah Ukhtifillah), semakin eksastik untuk mengenal Eropa secara otodidak. Biarlah waktu yang akan menjawab keinginan tersebut, jika di analisa menggunaka logika mungkin tidak akan kesampaian ke daratan penuh ekstotik itu. Namun jika Allah sudah berkehendak tentu tidak ada yang tidak mungkin di BumiNya. Atau mungkin yang mengantar kesana adalah kejaiban dari Allah…#belief_trust.

Bicara Eropa tentu tidak akan sudah-sudah, dari perspektif manapun akan ditinjau ada hal yang menarik untuk diamati maupun direnungkan. Eropa dikenal dengan daratan yang sunyi dengan suara azan sangat berbeda dengan daratan bahari (Red: Indonesia) hampir sudut kota hingga pelosok desa akan selalu terdengar indah suara azan, yang mengajak manusia menuju kemenangan dan ketenangan melalui shalat. Mungkin ramai didengar adalah lonceng-lonceng Gereja sebab Eropa merupakan Negara didominasi kristiani.

Bahkan Eropa tidak memberi kebebasan bagi umat islam untuk berkreasi diranah public seperti buku yang pernah dibaca bahwa wanita berkerudung tidak akan begitu mudah untuk mendapat pekerjaan dan beragama islam tidak memiliki waktu beribadah jika mereka bekerja disektor pemerintahan maupun swasta. Padahal kita tahu bahwa daratan Eropa adalah Negara yang mengadopsi asas kebebasan dan toleren, tetapi kebebasan maupun toleran hanya pada agama tertentu saja. Bahagialah umat islam dan agama lainnya tinggal di Indonesia, bisa bebas mencari pekerjaan dan bebas untuk bereksplorasi meskipun memakain kerudung atau menggunakan simbolik agama lainnya dijamin oleh Undang-Undang maupun dasar Negara Indonesia.

Meskipun Indonesia Negara sangat toleran masih ada sebagian minoritas beranggapan bahwa umat islam tidak menghargai agama lainnya. Entah agama mana yang tidak toleran!!!.

Eropa adalah Negara yang mengagungkan kebebesan (libarlisme), tidak heran jikalau yang taat beragama kemudian hidup disana akan diuji kadar keimanannya. Persis seperti kisah pria islam dalam novel bumi cinta sedangkan berpendidikan di Russia, bahwa setiap saat selalu diuji kesabaran terutama masalah pemadangan yang selalu melihat wanita, seakan-akan tanpa berpakaian. Bayangkan saja kehidupan Eropa bisa membuat manusia menjadi anti tuhan (atheies) atas kemerlang dunia yang disuguhi pada meraka. Kemudian kehidupan orang-orang Eropa menurut cerita disibukan dengan hedonism dan tidak heran hampir setiap jalan akan menemui bar-bar, kafe-kafe, mall-mall tempat mereka memajang aurat dan gedung-gedung menjulang tinggi, wanita berpakaian seksi, laki-laki mabuk-mabukan. Mungkin itu membuat orang-orang sana melupakan Tuhan. Tidak bisa dipungkiri juga, dimana alumni dari daratan Eropa otak mereka terasuki konsep liberal ketika kembali ke Indonesia.

Meskipun daratan Eropa dikenal dengan konsep libarlisem tetapi masih banyak orang-orang berlomba-lomba ingin kuliah disana. Lihat saja hampir setiap tahun masyarakat mencari schorlarship ingin menuntut ilmu kesana. Rata-rata beranggapan bahwa kuliah didaratan Eropa menjanji masa depan dan pretesius. Termasuk ia juga ingin mencicip pendidikan disana. Apakah style pendidikan orang sana begitu kampiun, begitu out the box, begitu high tech, kemandirian dan begitu kompetitif untuk memperoleh nilai.

Tidak hanya itu, kenapa Eropa selalu menjadi kiblat segala hal? Eropa dijuluki dengan kota trendseter, Eropa di identitaskan Negara techonology, Eropa dilabelkan Negara peradaban, Eropa sebagai slogan kemajuan, Eropa dinamaikan Negara seribu menara, Negara yang disiplin, Negara menghargai waktu, Negara menerapkan aturan dan banyak melahirkan ilmuan yang memiliki pengaruh dunia. Sampai-sampai masalah agama maupun kebebasan berbatokan dengan Eropa. Mungkin masalah duniawi Eropa sangat maju tapi dari segi ketuhanan, keetikaan dan kenormalitas mungkin tidak perlu menjadi rule model bagi umat islam. Sebab, Eropa termasuk Negara yang menglegalkan menikah lawan jenis, melegalkan pergaulan bebas dan melegalkan manusia untuk tidak mencintai Tuhan.

Walaupun daratan Eropa memberi sisi positif maupun negative tetap rindu hadir disana semari menggenggam tangan seorang kemudian takbir sekuat-kuat mungkin. Biarkan memetik Eropa dari sisi positif dan biarkan berimajinasi dari sisi education. Betapa Eropa menguasai jiwa dalam kebisuan.

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: