Menjenguk Masa Lalu

Bismillah…

menjengkuk Masa LaluKota ini ku sebut kota istimewa, banyak alasan mengapa mengatakan kota ini sebagai kota yang tak penah dilupakan kemanapun kaki melangkah baik dari sisi keindahan alam nan begitu kemilau maupun sisi lain, sehingga kemanapun mata diarahkan akan terdiskripsi keindahan dan mulutpun akan beristiqfar.  Jika boleh jujur kota ini tidak jauh beda dengan keindahan puncak bogor, hanya saja daerah ini jarang diekspos oleh media padahal kota ini memiliki gunung tertinggi disumatra. Sekitar gunung tercipta pesona-pesona keindahan terkadang membuat kuduk mengigil melihat hamparan teh nan begitu luas, bahkan apapun ditaburkan dipastikan begitu subur mengembang dan menjulang kelangit. Subhanallah ini adalah salah satu karunia dari Allah diberikan pada penduduk bumi karena tidak semua daratan Allah jadikan daerah subur nan asri. Semoga rakyatnya bisa mensyukuri nikmat Allah tiada tara. Insha Allah.

Tidak hanya itu membuat ia selalu dirindui menjengkuk masa lalu ditanah kelahiran. Meskipun kota terjauh dari provinsi Jambi karena harus menempuh perjalan 12 jam untuk menuju kota kerinci, untuk membayangkan saja menuju kota tersebut sudah merasa puyeng dan lelah. Bagi ia tidak ada artinya  menempuh perjalan berjam-jam jika dibandingkan bisa menikmati nuansa pergunungan begitu sejuk dan bertemu orang dicintai (red:orangtua). Kota tersebut sangat menghargai pendidikan, tidak ada lagi anak-anak yang putus sekolah, ini tergambar dari minat masyarakat untuk kuliah setinggi mungkin disetiap tahun meningkat baik dikota Kerinci, luar Provinsi, Jawa maupun Luar Negeri.

Hal yang membuat selalu betah untuk berada disana, pertama kesejukan kota yang sangat menyentuh kolbu terkadang kesejukan tersebut melahirkan cinta-cinta tak terduga, memunculkan inspirasi dan menggerak jiwa untuk bersyukur. Bicara cinta tentu ada kisah mengharu biru terlukis didaratan tersebut, tapi lika-liku cinta cukup sebagai untold story yang bisa membuat bibir tersenyum geli, mengingat masa lucu yang belum paham, apakah sesungguhnya makna cinta suci dan tidak perlu diungkit-ungkit apalagi untuk dikenangkan karena itu adalah masa lalu cukup sebagai pijakan untuk bertindak maupun sebagai pembelajaran kedepan untuk membingkai cinta nan halal.

Ternyata masa lalu (red:masa kecil) merupakan masa yang penuh dengan cerita diluar logika, sepertinya kisah itu tidak dilakoni anak masa sekarang, dimana anak-anak sekarang permainan mereka berbasis teknologi dan TV kabel sehingga hari-hari mereka disuguhi dengan sinetron yang sering melumpuhkan logika serta informasi didapat membuat mereka kebingungan untuk menyikapi. Ada kelemahan dan keuntungan ketika kecil tidak bersentuhan dengan teknologi  maupun televise sehingga masa-masa kecil dihabiskan belajar iqro, belajar sholat, belajar berjamaah dan menyatu dengan alam.

Alam wahana istimewa tempat bermain, ketika hujan turun kami menyambut dengan berlari-lari dihalaman rumah hingga kedinginan, ketika musim panen telah tiba sawah tempat bermain kejar-kejaran seakan-akan lumpur dianggap sebagai cream pembersih badan, ketika panas begitu terik maka dibawah pohon sirsak tempat kami bercerita semari ketawa, begitulah kami mengeskpresi rasa dan alam pula membentuk karakter kami. Sangat kontras dengan generasi sekarang mereka hidup atas konsep personalitas bahkan dari kecil sudah disuguhi hedonism, maka tak heran melihat anak-anak sekarang kebanyakan manja dan takut dengan panas karena hidup mereka sudah tidak bersentuhan dengan matahari.

Allah begitu rindu dengan masa itu, Ingin memutar waktu agar bisa kembali bermain penuh canda tanpa beban, mengikuti irama waktu, mengikuti cahaya matahari, mengikuti suasana hujan sangat berbeda dengan kondisi saat ini seakan-akan pikiran ini penuh desakan informasi yang overload.

Selain itu, ada hal lain yang menarik hati untuk ingin berjumpa yakni suara-suara zikir, suara sholawat dan suara azan saling sambut-menyahut dirumah penduduk, dimushalla maupun dimesjid hingga kini masih terdengar indah disetiap desa dikabupaten kerinci. Tradisi tersebut telah terbangun sejak dahulu, berharap tradisi ini terus dilestarikan jangan sampai tergerus dengan pergesaran social maupun arus modern. Sekarang sering didengar adalah suara organ tunggal jauh dari syariat islam padahal dulu setelah magrib kami siap kerumah guru ngaji bahkan kalau pulang teriak-teriak baca sholawat [sungguh indah dan mempesona masa itu]  . Kemudian dikota, tempat ia menimbah ilmu, tempat ia mencari inspirasi, tempat ia berinteraksi, tempat ia mewujudkan impian, tempat ia berdidikasi diri sebagai cikgu terkadang untuk mendengar azan begitu susah karena kota sudah diimpit oleh gedung-gedung yang memfasilitasi wanita untuk memamerkan aurat.

Sudah hampir dua minggu berada dikota ini, terasa berat untuk melangkah melanjutkan misi hidup yang belum tercapai. Terutama meninggal bunda untuk sesaat dikarenakan yang selalu mendoakan ia agar terus berada dijalan yang diridhoi Allah seperti cita-cita ia ingin menjadi wanita shaliha. Bunda adalah harta sangat harga bagi ia, karena berkat doa, kasih sayang dan cinta bisa bertahan bahkan bangkit dari rasa kecewa. Tuhan, semoga hamba bisa membalas itu semua. Meskipun tahu tidak akan bisa membalas apapun yang telah diberikan, tetapi ingin membalas dengan cara menjadi wanita shaliha, berakhlak mulia, menjadi orang selalu cinta ilmu dan mendengar nasehatnya.

Bunda yang selalu menyisir rambut dengan rapi ketika hendak berangkat sekolah itu terjadi hingga memasuki sekolah menengah pertama, tanpa  bunda merapi rambut pendek itu, dipastikan ia tidak jadi berangkat sekolah. Betapa romantisnya masa itu dengan bunda tapi romantisme sudah berbalik dengan kondisi sekarang, dimana wanita shaliha itu selalu membenarkan posisi kerudung bunda  dan menyematkan bros cantik dikerudung bunda agar terlihat anggun meskipun wajah bunda sudah dipenuhi noda-noda hitam.

Ananda mencintai bunda karena Allah, cinta ananda pada bunda terlantunkan melalui doa padaNya, setiap ananda berdoa pada Ilah air mata ini selalu menetes mengingat cinta bunda padaNya sungguh begitu anggun. Doa yang selalu ananda lafaskan pertama pada Rabbi yaitu teruntuk bunda dan Bapak karena atas kemulian kalian ananda bisa seperti ini. Sekali bunda dan bapak sungguh ananda cinta kalian diatas aturanNya.

Tak terasa masa kecil sudah terjadi bertahun-tahun, karena saat ini usia ia sudah sudah pantas menjadi istri seseorang dan menjadi ibu. Sungguh begitu cepat waktu ini berlalu. Walaupun jarak bertahun-tahun tapi masih terekam indah dalam pikiran maupun sukma. Berbijak dari masa lalu mengiringi ia untuk menjadi orang hebat terutama hebat bagi keluarga besarnya maupun teruntuk keluarga yang akan dibina nantinya.

Tak terasa ketika mengurai masa lalu dalam formasi kata-kata, air mata ini menetes ternyata dikota istimewa pula sempat berduka atas peristiwa yang membawa ia untuk selalu rindu menangis, mengadu, sujud padaNya dan memperbaiki sikap agar mendapat mafirooh dari Allah. Dengan peristiwa itu pula ia menjadi orang ikhlas atas kehendakNya, mulai memahami makna sabar sesungguhnya dan memahami makna hidup apa serta bagaimana menjalani waktu dengan penuh kebaikan.

Subhanallah….menjengkuk masa lalu mampu mengukir senyum, mengukir kebahagian, membuat jiwa menjadi sedih dan semangat untuk segera mewujudkan harapan-harapan serta sebagai pelecut untuk terus semangat meskipun dirundung kisah penuh pilu.

Kerinci, 4 Agustus 2014 [wanita bercita-cita menjadi wanita shaliha dan terus berproses mendekati diri padaNya karena ia sadar bahwa kekuataan sesungguhnya adalah ketaqwaan. Semoga ketaqwaan mengantarkan ia pada barisan Rasullah yaitu barisan mendapat syafaan, barisan yang mencium surge firdaus dan barisan orang-orang pilihan], Allahuma Amiin…”Sholiat_Alhanin”

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: