Bisa jadi belum satupun kebaikan kita lakukan?

AlhamduBisa jadi belum satupun kebaikan kita lakukan?lillah kita semua masih dipertemukan dan sudah menjalan bulan ramadhan dengan penuh hikmat, tapi bulan penuh kenikmatan tersebut tidak semua umat muslim menyambut dengan penuh kegembiraan, kekhusyukkan, memanfaatkan untuk beribadah padaNya melainkan sibuk menghiasi aksesoris dunia. Kemudian disambut dengan hari kemenangan, sehingga dari belahan dunia manapun ikut bertakbir melafazkan kebesaran Allah dan paling nikmat dihari kemenangan adalah bisa bersua sanak saudara dari perantauan, berjabatan tangan dan berbagai rezki berupa THR. Kemenangan tersebut harus diikutsertakan kemanangan yang lain, mulai dari kemenangan pikiran, kemengan iman, kemenangan akhlak dan kemenangan untuk terus mencintai tuntunan ilahi.

Semoga dua momentum yang baru saja dilaksanakan dan dirasakan membawa perubahan pikiran untuk selalu berpikir positif, perubahan iman semakin cantik dihadapaNya bahkan mampu mempertahankan amalan yang sudah dilaksanakan selama bulan ramadhan. Momentum itu pula mengiring kita untuk memetik kebaikan dimanapun dan selalu rindu melakukan kebaikan pada siapapun tanpa melihat status bahkan kondisi.

Sudah menjadi rahasia umum banyak orang melakukan kebaikan tetapi bukan atas keikhlasan melainkan atas faktor lain. Ibarat kata ada udang dibalik bakwaan, berharap siapapun yang membaca tulisan singkat ini melakukan kebaikan atau menolong seseorang bukan atas  faktor lain, melainkan menjiwai bahwa tanggung jawab seorang manusia adalah saling menebar kebaikan, saling menolong dan saling menasehati. Namun tidak bisa dipungkiri dan berdasarkan teori bahwa setiap tindakan pasti memiliki maksud maupun tujuan. Mudahan-mudahan kita melakukan kebaikan, benar-benar ingin mendapat pahala dari Allah bukan ingin mendapat pujian dari orang lain apalagi mendapat imbalan dan cukup Allah membalas kebaikan dilakukan “Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula). (QS. Ar Rahmaan: 60)

 Jika boleh jujur, sesungguhnya begitu banyak kebaikan belum kita laksanakan dalam nafas-nafas kehidupan. Betapa Allah memberi lahan nan luas bagi kita untuk menabur kebaikan tetapi kita terlena untuk melakukan dosa-dosa, terlena dengan kesibukan tiada ujung dan terlena dengan kesedihan. Sehingga tanpa disadari kehidupan yang begitu singkat ini sudah dikeliling dosa-dosa yang begitu susah untuk ditinggalkan, hingga dikelilingi penyesalan karena tidak satupun kebaikan ditaburin padahal usia kita sudah berada masa senja.

 Coba perhitungkan dan akumalasi dari pagi hingga keheningan malam, kebaikan apa yang sudah dilakukan? Sudah berapa banyak kebaikan diciptakan atau bermanfaat untuk orang lain? Benar kebaikan dilakukan karena Allah atau ingin mendapat pujian? Jangan-jangan kebaikan dilakukan menyakiti hati orang yang menerima? Bisa jadi belum satupun kebaikan pernah kita lakukan? “Katakanlah: Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi amalannya, yaitu orang-orang yang telah sia-sia dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya” (Al Kahfi: 103 – 104). Atau mungkin rindu melakukan kebaikan ketika kita ditimpa malapeta seperti dijelaskan dalam Surah Fushshilat ayat 49 bahwa “Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.”

Atau sebaliknya perputaran waktu, begitu banyak menghasilkan dosa-dosa!!! Jujur saja sepertinya kita lebih banyak atau asyik melakukan dosa dari pada melakukan kebaikan!!! Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu (QS Al-Baqarah: 148)

Mumpung masih ada waktu, mumpung helaian nafas masih bernafas, mumpung senyum masih terlihat indah, mumpung badan masih kekar, mumpung kaki masih sanggup melangkah jauh, mumpung tangan masih sanggup menggenggam, mumpung masih banyak orang minta pertolongan pada kita dan mumpung mata masih cernih melihat.  Bergegas melakukan kebaikan disetiap detik dan tak terhingga agar kita semua mendapat mafiraah dariNya. Agar kebaikan kita lakukan melahirkan kebaikan pada diri kita baik dunia maupun akhirat karena sesungguhnya bagi orang beriman, tanda kebagusan iman itu, salah satunya terpancar lewat kecintaan kepada kebaikan.. “Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka” (QS. Al Baqarah: 201). Allahuma Amin.

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: