Katanya Ingin Menjadi Wanita Sholeha

BIsmillah…

Katanya Ingin Menjadi Wanita Sholeha

Katanya Ingin Menjadi Wanita Sholeha

Tertunduk membisu, malu seperti inikah amalan muslimah yang mengakui mencintai Allah, Rasul dan NabiNya. Katanya ingin menjadi wanita sholeha, katanya ingin masuk barisan yang diselamatkan oleh Rasullah, katanya umatNya yang selalu bertasbih padaNya tetapi kenapa amalan tersebut tidak mencerminkan seorang wanita sholeha. Wanita sholeha bukan saja terlihat dari kerudung yang panjang, selalu memakai kaus kaki, selalu memakai gamis, selalu menduduk pandang, selalu menjag hati dan selalu memperbahui intelektualitas. Melainkan wanita sholeha juga harus dikokoh dengan pondasi agama yang spektakuler yaitu dengan memperbanyak amalan yaumiah baik bersifat wajib maupun sunnah. Bukan ia saja terdiam seribu bahasa ketika murabbi melihat amalan kami yang tercatat dalam buku harian amalan yaumiah dan biasa setiap minggu selalu muttabaah segala hal baik dari sisi pendidikan, dakwah, amalam maupun amanah bersifat umum oleh murabbi. Entah kenapa kami begitu kompak mengisi catat yaumiah kosong terutama qiyamulai, shaum sunnah, mengaji dan sholat dhuha.

Baru kali ini, murabbi memberi taujih yang menyentil padahal sebelumnya tidak pernah seperti itu mungkin melihat sikap kami semakin menurun seharusnya semakin semangat, semakin mantap, semakin bergairah untuk berdakwah dan sejak mendengar tausiah murabbi di masjid kampus terasa tertampar begitu dahsyat sehingga membekas dihati maupun dilogika.  Selama dalam perjalan menuju rumah teringat-ingat kata murabbi, bagaimana kalian ingin menjadi bagian dari dakwah, bagaimana kalian bisa mengajak orang dalam kebaikan, bagaimana bisa menginspirasi orang lain dan bagaimana kalian bisa bertahan menghadapi cobaan saat berdakwah sedangkan amalan yaumiah saja sangat menyedihkan bahkan memalukan. Bukankah untuk menuju kejayaan islam itu diawali dari diri sendiri (individu), keluarga, masyarakat dan Negara. Ku dan teman tertunduk sangat bersalah, amalan yaumiah tidak seharusnya diingati lagi karena kami sudah bertahun-tahun dalam lingkaran ukhuwah tapi reatilasnya kami masih seperti orang baru bergabung dalam lingkaran ukhuwah yang harus didorong dan dimotivasi untuk menjalankan tuntunanNya. Bertahun-tahun dalam lingkaran ukhuwah tidak lagi berkutat dengan amalan yaumiah karena sudah menjadi habbit melainkan harus ekspansi keluar agar semakin banyak orang menyadari bahwa islam itu rahmatan lilalamin. Jangan-jangan hidup kami lebih didominasi tujuan dunia dari pada akhirat, jangan-jangan hati kami penuh dengan binti-binti hitam sehingga begitu berat untuk menjalankan amalan yaumiah dan jangan-jangan waktu ke waktu dihabiskan dengan kegalauan yang tidak jelas. Astafirullah.

Padahal kami tahu bahwa untuk mendapat kunci surge tidak begitu mudah, padahal kami paham bahwa surge itu penuh kenikmatan tidak sebanding dengan nikmat dunia saat ini, padahal kami paham bahwa siapa yang dekat denganNya maka Allah akan mengambulkan segala keinginan, “Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan : “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya (QS. Al Baqarah: 25)

Padahal kami paham bahwa sholat dhuha itu cara Allah membuka pintu rezki, padahal kami paham setiap ayat dibaca memiliki pahala yang luar biasa seperti Sabda Nabi : “Perumpamaan orang beriman yang membaca Al Qur’an adalah bagaikan buah utrujah, oromanya harum dan rasanya nikmat….., Sabda Nabi : “Tidak ada satu kaum yang mereka sedang berdzikir kepada Allah, kecuali para malaikat akan mengitarinya, dan rahmat Allah akan tercurah kepadanya, dan sakinah (kedamaian) akan turun di atasnya, dan Allah akan sebutkan mereka pada malaikat yang ada di sisi-Nya. HR. At Tirmidziy dan Ibn Majah dari Abu Hurairah dan Abu Said.

Padahal kami paham bahwa siapa melaksanakan sholat tahajud maka Allah mengangkat derajat orang tersebut, padahal kami paham siapa sholat tepat waktu adalah orang yang menang melawan nafsu “shalat pada awal waktu adalah keridhoan Allah dan sholat pada akhir waktu adalah pengampunan Allah (HR. Tirmidzi). Padahal kami paham bahwa melaksan shaum sunnah akan Allah jauhkan dari api neraka. Dari Abu Said Al Khudri -radhiallahu anhu- dia berkata: Rasulullah -shallallahu alaihi wasallam- bersabda:

مَا مِنْ عَبْدٍ يَصُومُ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلَّا بَاعَدَ اللَّهُ بِذَلِكَ الْيَوْمِ وَجْهَهُ عَنْ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا

“Tidaklah seorang hamba berpuasa sehari di jalan Allah, kecuali Allah akan menjauhkan wajahnya dari api neraka sejauh tujuh puluh ribu musim.” (HR. Al-Bukhari no. 2628 dan Muslim no. 1153)

Tetapi kepahaman hanya sebatas tahu tetapi enggan melakukannya dengan sungguh-sungguh. Sejak mendapat teguran tersebut, mulai lagi memperbaiki amalan yang sempat anjlok, sempat terjun payung, sempat error dan sempat tidak layak bagi wanita yang bercita-cita menjadi wanita sholeha.

Murabbi terimakasih atas evaluasi amalam kami, sungguh kata-katamu sangat menghentak jiwa seakan-akan urat nadi terputus dari leher dan ada sesak didada menahan malu atas teguran mu. Ya Allah, tumbuhkan kenikmatan dalam jiwa kami untuk selalu mencintaiMu. Ia sadar beberapa minggu membuat jarak denganMu. Tak ingin jauh dariMu karena Engkau adalah tempat ia mengeluh segala hal terjadi, Engkau tempat ia menangis. Benar adanya hampir dua minggu air mata tidak pernah menangis dihadapanMu baik dikala sujud, baik dikala berdoa dan baik dikala mengaji. Jangan-jangan hati sudah mengeras, jangan-jangan hati ini penuh noda yang mengotori jiwa, dan jangan-jangan terlalu sibuk menikmati dunia fatamorgana sehingga amalan yaumiah tidak pantas bagi ia bercita-cita ingin menjadi bidadari. Berjanji untuk kesian kali padaMU untuk mengutamakan diriMu. Padahal apa dilakukan bukan buat orang lain melain untuk kebaikan ia agar menjadi pribadi sholeha, pribadi nan tenang, pribadi sabar dan pribadi selalu mengembali segala hal terjadi kepada Engkau.

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

One Response

  1. Reblogged this on A Precious Life Footprint and commented:
    oh God :”””

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: