Mendingan Ajak Nikah Dulu Baru Ajak Jalan

Bismillah…

Mendingan Ajak Nikah Dulu Baru Ajak Jalan

Mendingan Ajak Nikah Dulu Baru Ajak Jalan

Menarik melihat fenomena anak muda diera keterbukaan informasi public terutama masalah relationship (berhubungan) baik sebatas pertemanan, TTM (teman tapi mesra) dan berpacaran karena sudah melewat batas. Baru-baru ini, terjadi pembunahan pada pelajar yang dilakukan pacaranya sendiri. Latar belakang lelaki membunuh pacarannya dengan sadis karena kecemburuan dan tidak mau diajak bersatu kembali. Bukan kali ini kisah memilu tersebut terjadi pada anak muda, dan sudah teramat sering masyarakat dipertontonkan perilaku kaula muda yang jauh dari ajaran Ilahi.

Lihat pula bagaimana anak muda begitu berani meminta izin sama orangtua pacarnya untuk diajak jalan-jalan mengililing kota, menulusri jalan, duduk dikafe kemaksiatan, menemani kesuatu tempat dan mengajak bertamu kerumah. Terkadang sikap mereka tunjuki pada masyarakat luas seperti pasangan sudah menikah, semua boleh disentuh, dan melakukan hal-hal tidak beretika ditempat keramaian. Mengherannya lagi, sebagian orangtua juga mendukung dan mengizinkan anak meraka dibawa oleh lelaki yang belum pasti berjodoh. Jika boleh jujur yang dirugikan adalah tetap pihak perempuan, seperti dikatakan oleh motivator islam “Perempuan Dilihat Pada Masa Lalunya Sedangkan Laki-laki Dilihat Masadepannya”.

Terkadang bingung untuk menginpresentasikan perilaku seperti itu. Tentu kita heran dengan fenomena tersebut, apa sesungguhnya membuat kaula muda begitu fulgar, apakah kekeringan iman atau budaya barat sudah diadopsi dalam kehidupan anak muda dan mungkin pemuda beranggapan bahwa pemikiran barat adalah suatu keniscayaan harus disambut serta diaplikasi tanpa pemikiran atau kajian dari sudut agama maupun budaya.

“enak aja nikah, kalo belum mapan? makan cinta?” | udah tau belum mapan, ngapain pacaran? emang pacaran lalu mapan? =_=;

kalo nikahnya karena Allah, berbekal iman dan ilmu, pasti Allah mapankan | pacaran, udah maksiat nggak mapan | pilih mana? 

nikah karena Allah, itu lelaki yang tanggung jawab cari duit pake tangan sendiri | udah pacaran pake duit bapaknya pulak? haduh!

cinta nggak akan telat datang pada yang sudah pantaskan diri | tapi belum memantaskan diri lalu bilang cinta itu cemen

pernikahan bukan kayak bisnis yang TRIAL & ERROR | lha kamunya mau dipacarin trial error 

lelaki mana yang nggak pengen wanita yang nggak pernah di-trial-error? | semua lelaki seneng sama wanita yang KHUSUS bagi dia 

pantaskan diri lalu engkau lisankan cinta | bila belum lebih baik dalam diam berdoa (Ust. Felix Siauw, 22 Maret 2014)

Padahal apa yang dilakukan adalah suatu yang sangat dilarang oleh agama. Sayangnya meskipun banyak ayat menjelaskan bahwa perilakuk tersebut dilarang tidak merubahan alunan kaula muda untuk menikmati kenikmatan sesaat. Jika boleh menyarankan segara menikah pacaran kalian untuk mengurangi kemaksiatan dilakukan setiap hari. Sebaiknya minta dengan baik-baik pada orangtuanya dengan menikahinya setelah baru membawa pasanganmu jalan-jalan kemanapun kalian inginkan. Karena mengajak pasang hidup setelah menikah bisa jadi bagian dari ibadah berbeda jika mengajak pasang belum diikat dengan ikatan suci yang diperoleh adalah dosa.

Barang siapa menggembirakan hati istri, (maka) seakan-akan menangis takut kepada Allah. Barang siapa menangis takut kepada Allah, maka Allah mengharamkan tubuhnya dari neraka. Sesungguhnya ketika suami istri saling memperhatikan, maka Allah memperhatikan mereka berdua dengan penuh rahmat. Manakala suami merengkuh telapak tangan istri (diremas-remas), maka berguguranlah dosa-dosa suami-istri itu dari sela-sela jarinya. [HR. Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi’ dari Abu Sa’id Al-Khudzri].

Jadi nikahi dulu baru diajak jalan bukan sebalik jalan-jalan dulu baru diajak menikah. Kenapa diajak menikah setelah jalan-jalan karena keterpaksaan dan sudah terjadi aksiden.

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: