Hati tidak bisa diajak kompromi dan rasa tumbuh secara berlahan-lahan

Bismillah…

Hati tidak bisa diajak kompromi dan rasa tumbuh secara berlahan-lahan

Hati tidak bisa diajak kompromi dan rasa tumbuh secara berlahan-lahan

Sepertinya sudah mulai memasuki musim panas karena sudah hampir seminggu tanah melayu tidak diguyuri hujan, terlihat debu berterbangan dimana-mana, diperparah lagi kabut asap yang sangat menggangu perjalanan bahkan mampu memicu berbagai penyakit. Bagaimanapun  cuaca dibumi melayu, hal yang diharus lantunkan adalah syukur karena setiap kondisi ada sisi positif bagi kita terus berpikir positif.

Saat menikmati rasa syukur yang luar biasa, melihat keindahan kabut disudut kampus yang dicahayai sinar matahari yang sayut-sayut memantulkan kehangatan pada bumi, meskipun cahaya matahari tidak begitu cemerlang tetap tubuh merasa hangatnya energi matahari dan kesayutan cahaya menembus terali-terali ruangan perkuliahan. Ketika menikmati indah sinar pagi disuasana kabut tebal, tiba-tiba hati tidak bisa komprosi dengan rasa yang tumbuh secara berlahan-lahan walaupun tidak bisa kompromi bibir masih tetap tersenyum indah pada mahasiswa-mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa..

Dan rasa hadir, tumbuh dan muncul tidak menggenal waktu bahkan kondisi. Apakah mungkin rasa ini hadir adalah reward dibalik kabut yang tebal, ataukah mungkin rasa ini bertanda saatnya membuka hati melihat keindahan alam yang menawar keindahannya…#alah dalih yang tak bermakna. Atau harus dimatikan rasa itu keakar-akar agar tidak hadir lagi disetiap waktu dan di setiap tempat.

Untuk sementara biar berkompromi dengan hati agar bisa mengelola energri romantic menjadi energi taat padaNya. Keromantisan itu akan bermakna jika diletak pada suatu wadah yang benar, keromantisan itu tidak perlu diubar-ubarkan pada dunia, dan cukup keromantisan terungkap jelas ketika bermunajat padaNya. Melalui bermunajat padaNya hati bisa berlabuh pada sandaran yang kokoh dan tumbuh pada koridor yang rindui yaitu setiap apa yang dilakukan selalu berbuah pahala.

Akan tahun ini sebagai tahun pertarungan dengan perasaan atau melabuhkan rasa!!! Hanya tersenyum lebar pada awan yang mendung dan mengatakan Insyallah waktu semakin mendakati raga penuh supprive tentunya.

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: