Memprihatin tempat ibadah umat islam diranah publik

Bismillah…

Memprihatin tempat ibadah umat islam diranah publikAlhamdulillah sholat subuh ditunaikan waktu yang tepat, meskipun rasa kantuk masih terasa dahsyat dalam jiwa tapi tidak boleh kalah dengan itu semua. Dengan penuh kekhusyukkan menghadap Allah dan diakhir dengan doa-doa teruntuk orang tua, diri sendiri maupun muslimin serta muslimat.

Witir, zikir, dan sholawat sayup-sayup terdengar dari masjid perumahan yang lumayan besar. Cuma jamaahnya setiap hari tidak pernah bertambah yang ada berkurang. Padahal disekitar masjid banyak umat islam dengan jabatan gemilang dan alumni dari kampus islam ternama. Entah apa alasan mereka tidak mau mendatangi, memeriahkan, berdiam dan sholat berjamaah dimesjid.

Berbicara soal masjid atau mushalla tidak pernah habisnya. Masjid selain identic dengan rumah Allah, arsitektur yang berkasa yang melambangkan kekokohan atau kekuataan umat islam, kaligrafi yang menempel di dinding-dinding masjid merupakan kesenian mememiliki makna begitu dalam, tiang-tiang yang kokoh mengibaratkan dinul islam adalah ketaudihan yang sangat kokoh bagi umat islam yang mau mengaplikasi ayat Allah maka jiwa-jiwa sangat kemilau meskipun dihantam gelombang ujian dan kubah bagian atas masjid sangat menawan umpama awan-awan selalu menyuguhi pemandangan indah.

Ada kronologi dan kisah heroic bahkan menyedihkan dengan masjid atau mushla ditempat umum. Padahal masjid merupakan kebutuhan sangat penting bagi umat islam karena umat islam setiap hari harus menunaikan kewajiban padaNya. Pada kenyataanya masjid dimall, dipasar, dihotel, rumah makan, kantor dan bandara sangat memperhatikan bahkan sangat layak untuk dipergunakan untuk beribadah.

Kenapa penulis mengatakan sangat prihatin karena lokasi masjid atau ruang sholat dilokasikan tempat sempit bahkan sumpek misalnya masjid atau mushalla diletakkan dibassment, dilantai paling atas, bersebelahan dengan gudang, besebelahan dengan area pakir dan ruangan tidak terpakai dimanfaatkan untuk ruang sholat. Kemudian ruanganpun sangat kecil yang hanya bisa diduduki oleh beberapa orang saja. Ketika ruangan sholat seperti itu otomatis tidak bisa berjamaah, antrian, tidak bisa sholat tepat waktu dan tidak bisa berlama-lama berzikir atau berdoa.

Tentu kita bertanya kenapa masjid atau rungan sholat diranah public (mall, hotel, bandara dll) sangat jarang ditemui sangat layak karena rata-rata pemilik mall/hotel seluruh Indonesia non islam maka wajar ruang sholat/masjid tidak diperhatikan atau beranggapan tidak penting. Jujur kita tidak pernah memenui mall/hotel dengan menyediakan masjid secara spektakuler, keistimewaan dan dilokasi yang strategis. Semoga pengusaha islam bergerak diperhotelan maupun supermarkaet memperhatikan ruang sholat jangan mementingkan propit belaka.

Lihat pula dibandara, ruang sholat pasti dipojok dengan ukuran yang sangat sempit sangat kalah dengan tempat-tempat makan yang sangat indah, diposisikan ditempat orang yang sering lewat. Berharap dibandara ada masjid yang sangat megah. Jadi sebelum takeoff para penumpang bisa sholat dhuha dulu dan menunggu diruag masjid dari pada menunggu ruang tunggu benggong.

Bagaimana dengan pasar, malah sangat parah. Masak sholat dan berwudhu saja harus membayar seperti itulah jika otak sudah mengadopsi konsep liberlisme yang dipikir selalu uang dan uang. Kemudia rumah makan dan diperkantoran tidak jauh dengan kondisi pasar sebab ruangan sholat tidak pernah dihuni.

Ini baru masalah ruangan, belum lagi masalah mukena yang disediakan tidak layak dipakai, Kenapa??? Lihat saja mukenanya tidak bersih, baunya sangat menyengat, dan menempel pula berbagai warna lipstick. Sebenarnya ini adalah masalah jamaah tidak bertanggung jawab, yang sekehendak hati menggunakan mukena sebagai tissue!!! Bersyukur saat ini ada komunitas mukena bersih seluruh Indonesia yang mengikhlas untuk membersihkan mukena dengan biaya atau tenaga meraka sendiri.

Dan beberapa hari yang lalu walikota bandung yang baru terpilih mengeluarkan muklimat bahwa seluruh tempat public mulai dari mall, hotel, dan pasar menyediakan ruangan sholat yang layak. Beri uplause luar biasa, berharap walikota, gubenur, bupati dan camat mengikuti langkah mulia tersebut. Cuma bayangkan ketika memasuki area mall, hotel, bandara, pasar dan perkantoran terlihat masjid yang megah.

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: