Benci korupsi tapi tetap memilih dan membela partai ter-korupsi

Bismillah…

Teramat sering kita mendengar masyarakat yang mengatakan benci dan tidak suka dengan korupsi tapi perkataan mereka tidak sesuai dengan tindakan karena dalam kehidupan sehari-hari meraka tetap atau masih membela mati-matian bahkan hari-hari mereka sibuk membela partai yang ter-korupsi dengan berbagai cara, meraka begitu percaya diri menggunakan kostum partai terkorupsi diranah publik, lebih gergetan lagi meraka dengan lantang mengatakan partai diusung adalah paling bersih padahal menurut KPK Watch_RI yang mempaparkan data bahwa partai paling terkorup dari 2002-2014 seperti grafik dibawah, tapi sayang masyarakat belum mengetahui data valid tersebut.

 Benci korupsi tapi tetap memilih dan membela partai korupsi

Bagi kita yang sudah mengetahui data tersebut, ada baik menyebar data keberbagai kalangan masyarakat agar pemilih tidak salah coblos atau salah mengusung caleg yang akan membawa Indonesia lebih maju, benar-benar mewakili apsirasi masyarakat, dan lucunya partai yang paling minim melakukan korupsi digemar-gembor habis oleh media serta masyarakat. Sedangkan partai terkorupsi tidak pernah dibedah oleh media, walaupun ada ditayangkan itu pun yang bagus-bagusnya aja. Dapat disimpulkan bahwa media tidak netral, secara media juga dikuasi oleh partai terkorupsi juga. Padahal media memiliki fungsi sangat mulia dan agung untuk mengawasi government.

Beberapa minggu lagi kita akan merayakan pesta demokrasi, maka dari itu coba simak data yang dikeluargkan oleh KPK Watch RI sebagai patokan maupun panduan bagi kita untuk memilih partai paling minim korupsi dan bisa mengajak kita pada kebaikan dunia maupun akhirat.

Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami” (QS. As Sajdah:24).

“Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah” (QS. Al Anbiyaa’:73)

Jangan sampai kita memilih gara-gara mendapat amplop, wejengan dan serangan pajar belaka. Padahal ketika memilih orang yang bertipikal seperti itu ada ciri-ciri pemimpin hanya bisa memberi uang tapi minim ide. Bukankah pemimpin dizaman era teknologi dan era gelombang ketiga dibutuhkan pemimpin (caleg) kaya ide dan action nyata ditengah masyarakat.

Sedangkan action juga tidak hanya terlihat pada momentum tertentu tapi pilih partai atau caleg yang benar melayani. Lebih penting lagi adalah lihat trackrecord dari pemimpin tersebut apakah mereka pantas menjadi pemimpin, apakah mereka dekat dengan Tuhan mereka seperti dijelaskan dalam (QS. Al Maa’idah:51) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

 

 Benci korupsi tapi tetap memilih dan membela partai korupsi

Jika tanggal 9 April 2014 anda masih memilih partai yang terkorupsi, itu bertanda anda tidak membenci korupsi melainkan mendukung korupsi. Jika kita masih mendukung partai tersebut itu bertanda kita tidak konsisten terhadap prinsip hidup. Bukankah dengan mengajak masyarakat dan tidak memilih partai terkorup adalah salah satu cara kita meminilisir kemungkaran di bumi Nusantara, senada dengan penjelasan (HR. Muslim) “Barangsiapa melihat suatu kemungkaran hendalah ia merobah dengan tanggannya. Apabila tidak mampu, hendaklah dengan lidahnya (ucapan), dan apabila tidak mampu juga hendaklah dengan hatinya dan itulah keimanan yang paling lemah.

Selamat memilih.    5 Menit memilih menentukan pelayanan 5 Tahun kedepan.

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: