Allah Telah menulis calon terbaik untuk kita


Bismillah…

Allah Telah menulis calon terbaik untuk kita

Allah Telah menulis calon terbaik untuk kita

Hampir seminggu tak berinteraksi dengan leptop tua, ada rasa yang berbeda jika sehari atau seminggu tak bersentuhan dengan keyboard. Bukan tidak ada ide untuk dirangkai bahkan sangat banyak gagasan liar akan dituangkan baik bersifat opini atau bernuansa melankolis. Akan tetapi seminggu ini harus menyelesaikan bacaan tentang benua biru berharap dengan membaca sejarah benua biru ada harapan untuk menginjak daratan tersebut,  dan harus merampung pertemuan kuliah dengan mahasiswa karena dua minggu pertemuan lagi mahasiswa akan ujian akhir yang akan menentukan IPK atau berapa kontrak kuliah yang bisa diambilkan disemeter berikut serta sedang mempersiapkan data-data untuk perancanaan buku.

Mengawali kencan dengan leptop tua dimalam minggu ada gejolak jiwa, yaitu gejolak jiwa seseorang yang ditemui suatu tempat. Rasanya merangkai kalimat tidak lengkap tanpa ditemani keripik pisang, kopi hangat, dan ini yang tidak boleh ketinggaln yaitu syair-syair nasyid dari irfan Makki semakin romansa rindu semakin menarik diuraikan.

Sahabat maupun ikhwafillah izinkan alhanin menulis tentang calon!!! Apakah calon menantu, calon suami, calon istri, calon mobil, calon rumah, calon kampus dan calon sahabat dan seterunsya hoooo…

Mungkin ada diantara kita yang tahun lalu dan tahun ini berosolusi “Calon” namun ikhtiar belum bisa mewujudkan resolusi tersebut. Jangan sedih, jangan galau, jangan marah, jangan nangis, jangan putus asa, jangan cemperut, jangan salahin orang, jangan pula bernarsisan dengan gaya lebay tetap slow motion dan tetap semangat dengan doa serta terus tingkat strategi ikhtiar.

Melihat photo teman-teman, rata-rata dengan pendamping, dengan segala angel, background begitu harmoni, tentu ada rasa iri??? Makan itu iri huakksssss. Tapi itu sangat lumrah sebagai manusia, setiap manusia pasti punya rasa seperti itu. Terkadang kita tidak bisa menata kekecewaan maupun keirian dan terkadang kalah dengan perasaan sendiri. Padahal ketika kita tidak bisa menakluk gejolak jiwa sesungguhnya musibah luar biasa bagi meraka tak bisa menata keindahan hati.

Yakinlah sahabat,,, bahwa Allah telah menulis calon terbaik buat kita!!! Yakinlah calon sedang mempersiapkan bekal agar dalam pertemuan nanti bisa membuat mu tersenyum bahkan bahagia. Yakinlah orang itu sedang berjalan menuju tempat yang telah Allah sediakan untuk kalian bertemu. Yakinlah setiap kehidupan selalu diciptakan dengan berpasangan-pasangan dan pasangan itu tidak akan pernah tertukar karena yang menciptakan atau menentukan adalah penguasa bumi langit yang sangat teliti yang tidak mungkin terjadi kesalahan apalagi kekiliruan. Untuk itu terus pahami dan ketauhidan padaNya.

Tidak perlu melihat kiri kanan bahwa Allah sudah sediakan “dia” yang siap menemani mu dengan segala kondisi. Yang perlu diragukan adalah ketika dirimu dalam penantian banyak menduakanNya atau melakukan hal-hal yang menjauhi mu dari rahmatNya. Tauti hati mu padaNya, jangan biarkan waktu mu tanpa meraih pahalaNya dan yakinlah waktu sudah semakin mendekati mu, maka bersiap-siagalah.

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Kalau dia Sholeha, Pasti Diterima


 

Bismillah…

Kalau dia Sholeha, Pasti Diterima

Kalau dia Sholeha, Pasti Diterima

Ketika membuka account blog keroyokan (kompasiana) yang sudah lama ditinggal penghuninya, tiba-tiba terbaca keromantisan pasang yang baru menyempurnakan dien. Tentu saat membaca artikel tersebut tertawa sendiri bagaimana ilustrasi Allah mempertemukan mereka yang tidak pernah terbayangkan, ternyata pasangan sedang berbahagia berproses menuju keluarga sakinah, mawadah, dan waramah sama-sama anggota kompasiana. Dari banyaknya bacaan yang terangkai, ada satu kata mengelitik jiwa terdalam dan penuh makna begitu dalam untuk direnungi.

Kalimat tersebut langsung dicatat ditablet untuk dirangkai ketika ada waktu luang akan menulis dalam bersepektif wanita, dibagi pada pembaca dan tentu kalimat itu juga akan direnungi penuh cinta maupun makna bagi ia sedang berproses terus menerus untuk menjadi wanita sholeha. Insyallah.

Akhwat yang menerima laki-laki yang diceritakan dikompasiana tersebut benar-benar wanita sholeha karena ia begitu ikhlas menerima laki-laki yang meminta pada orangtuanya. Mungkin ia bisa mendapat laki-laki yang cakep dari tampan, cakep dari finansial, dan cakep dari style. Padahal laki-laki yang datang memiliki kekurangan fisik sedang wanita tersebut dari sisi fisik cantik, anggun dan sholeha tapi begitu ikhlas mengatakan siap menerima sebagai teman hidup. Tanpa mempermasalahkan kondisi laki-laki tersebut. Bahkan laki-laki itu pun yakin bahwa wanita sholeha yang akan mau menerimanya dengan kondisi tubuh yang tidak sempurna. Subhanallah, Allah sudah mempertemukan mereka dengan cinta, keberkahaan dan dilindungi dengan cintaNya. Allahu Akbar, Engkau begitu adil, penyayang, dan meletak sesuatu pada tempat yang indah. Semoga kalian berdua bahagia dunai dan akhirat serta sebagai tauladan bagi akhwat lainnya. Keshalihan mu benar teruji dan memberi keniscayaan bagi akhwat lain terutama yang membaca kisah kalian disiang-siang hari, langsung terhentak dan menanya pada jiwa. Mungkinkah ia bisa seperti wanita sholeha itu! Apakah ia sudah sholeha! Jangan-jangan sholeha hanya sebatas ucapan tapi miskin aplikasi!. Rabbi, tuntun hati, pikiran dan sikap ini untuk menjadi wanita shaliha.

Ya Allah ia cemburu dengan wanita sholeha tersebut begitu ikhlas menerima tanpa banyak mempertimbangkan, tanpa banyak syarat, tanpa banyak standar dan diperhatikan hanya keimanan. Sungguh ia cemburu dengan sikap, keikhlasan dan ketawadukan mu menerima laki-laki itu. Hanya wanita istimewa, wanita sholeha dan wanita anggun menerima laki-laki seperti itu. Allah sungguh indah scenario pertemuan Mu pada pasang itu yang membuat ia terharu dan berzikir padaMu. Kekalkan cinta mereka hingga maut memisah, tumbuhkan selalu rasa cinta, saling mengerti dan selalu merindui agar mereka mudah berlayar dibahtera rumah tangga yang Engkau ridhoi. Semoga terlahir anak sholeh/a yang meneruskan dakwah penuh tantangan ini dan menghiburkan hati mereka ketika ada gelombang menghampiri.

Bagi kita yang mengakui sebagai wanita sholeha! Benarkah kita menilai atau menerima laki-laki dari keimanan? Benarkah kita menilai atau menerima laki-laki dari akhlaktukhorima? Benarkah kita menilai atau menerima laki-laki dengan sikap yang santun dan bijak? Benarkah kita menilai atau menerima laki-laki dari kesederhanaan? Benarkah kita menilai atau menerima laki-laki dari amal sholehnya? Atau jangan-jangan kita menilai atau menerima laki-laki bukan dari factor tersebut melainkan dari sisi yang lain.

Jika kita mengakui wanita sholeha tapi menilai atau menerima laki-laki lebih menonjolkan sisi ketampanan, kemampanan dan keterunannya sesungguhnya kesholehan kita perlu dipertanyakan!!! Semoga yang sedang menanti ditemui dengan seseorang yang pantas menemani dunia akhirat, orang bisa menerima kekurangan untuk diperbaiki sama-sama, orang yang selalu mencintai dengan segala kondisi, dan terus mengajak jiwa mendekati padaNya.

Pada akhirnya, wanita sholeha maupun laki-laki sholeha akan bisa menerima kekurangan itu.

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Pada Akhirnya Akan Sampai


 

Bismillah..

pada akhirnya akan sampai

pada akhirnya akan sampai

Pada akhirnya merangkai kalimat ini dapat versi tulisan yang sebelum quitable tersebut didapat dalam format film diperoleh ketika pelatihan indonesia menulis (GIM) yang diselenggarakan oleh Kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif kemudian kalian tersebut dibagi diruangan perkuliahan teruntuk mahasiswa ku.

Ketika menguraikan kata motivasi tersebut, mahasiswa pada focus tingkat tinggi dan kefokusan meraka seperti lontaran goyanan yang selalu dilontar pada mereka. Tujuan menceritakan pada meraka agar memangkit rasa pejuang sejati penuh motivasi, tidak pernah lelah untuk meraih mimpi dan menemui talented mereka sebagai bekal untuk bertarung diranah public yang lebih mengutamakan skill, kreatif dan ide. Bukankah pendidik sejati adalah pendidik yang mampu mengarah, mampu menemui bakat, mampu memotivasi dan mengapresiasi anak didik menjadi pribadi gemilang dunia maupun akhirat.

Kalimat tersebut tidak hanya dibagi pada mahasiswa, melainkan kalimat tersebut juga ia renungi sebagai motivasi ketika malas menulis, ketika ada rasa loyo menghadapi tantangan hidup tiada akhir dalam upaya mewujud impian jangka pendek, menengah maupun panjang, ketika membayangkan kapan tujuan akhir dari hidup akan tercapai, terus berusaha dan berdoa.

Jadi bagi kita memiliki hobi, talented, mimpi teruslah mengasahkan, teruslah berusaha, teruslah bekerja, terus istiqomah dengan cinta dan terus memohon karena pada akhirnya kita sampai pada keinginan kita persis seperti proses kehidupan manusia. Jika ada rintangan, hambatan, rayuan dan tidak berkenaan jadi itu sebagai momentum untuk terus bangkit.Jangan hirau dengan cemooh, jangan hirau dengan rintangan, jangan hirau dengan apresiasi negatif, jangan hirau tidak dihargai, jangan hirau kapan akan terwujud karena telah berjanji dalam Surah (QS. Az Zumar: 39). Katakanlah: “Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keadaanmu, sesungguhnya aku akan bekerja (pula), maka kelak kamu akan mengetahui.

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Imingkan rakyat dengan ide bukan dengan uang


Bismillah…

Menarik mencermati para pejabat atau timsukses pejabat datang kerumah-rumah penduduk baik dalam rangka mencari suara, sebatas bulusukan untuk melihat kondisi masyarakat atau diundang sebagai tamu hajatan. Dalam kunjungan tersebut terdapat hal penting yang tidak patut dilakukan bahkan ditiru sebagai pejabat karena selalu diiringi dengan amplop yang berisi uang yang disuguhi kepada masyarakat, isi amploppun beragam mulai ratusan, jutaan, barang berharga hingga menjanjikan suatu hal sangat pretesius.

Padahal ketika pejabat publik memberi wejengan seperti itu, sesungguhnya melatih masyarakat selalu meminta, bahkan ada anggapan masyarakat untuk memanfaatkan pejabat publik ketika mencari dukungan karena daya tawar masyarakat bisa bergaung saat pejabat mencari dukungan, dan melatih masyarakat tidak berpikir kritis maupun logis. Terlepas dari tujuan baik atau tidak, tentu ini harus dilihat dari sisi positif bahwa apa yang mereka lakukan tidak memberi kesan positif dan mencerdaskan.

Ini juga tidak bagus bagi pencitraan pejabat sendiri, seakan-akan pejabat tidak memiliki ide cemerlang dan hanya sanggup memberi uang tapi miskin ide. Berbeda jauh dari gelar yang disandang berderet-deret. Padahal ketika pejabat menyandang suatu jabatan dan gelar. Itu mengindikasikan kaya ide, kaya solusi dan siap mencerdaskan sebab demokrasi saat ini sangat dangkal ide menuju perubahan bahkan perubahan yang diusungpun tidak dipaparkan bagaimana strategi menuju perubahan tersebut.

Secara etika kepemimpinan Menurut Wahjosumidjo (1987:11) pada hakikatnya adalah suatu yang melekat pada diri seorang pemimpin yang berupa sifat-sifat tertentu seperti: kepribadian (personality), kemampuan (ability) dan kesanggupan  (capability). Tapi saat ini para pejabat atau calon pejabat kehilangan ide karena lebih mengusungkan uang dari pada menawarkan ide besar, bukan seperti ini merupakan kedangkalan demokrasi yang sangat berbahaya dan merusak moral demokrasi.

Akan tetapi ada pertanyaan yang harus kita lontarkan pada pejabat publik, kenapa meraka begitu suka iming-imingkan uang dari pada mengimingkan ide pada masyarakat? Lantas apa yang salah? Secara sepintas tidak ada yang salah. Sebab santunan yang diberikan bisa membahagiakan penduduk sesaat. Namun jika melihat fenomena tersebut dari sudut pandang kepemimpinan atau dikaji dari teori kepimimpinan tentu sudah tergambar bahwa pemimpin saat ini tidak sehat dan tidak kredebelitas. Padahal  karakteristik harus dimiliki sebagai pemimpin atau calon pemimpin (1) memiliki kecerdasan cukup tinggi, (2) memiliiki kecakapan mendidik, dan (3) kecakapan memotivasi.

Sebaiknya pejabat tidak hanya dilarang menerima parsel tapi ada regulasi mengatur bahwa tidak diperkenaankan memberi parsel, amplop, hadiah, dan janji pada masyarakat. Sebab terkesan apa yang diberikan pejabat, dianggap umpan untuk mendukung meraka dalam rangka meraih posisi strategis kembali. Sedangkan praktek serah-terima amplop sudah terjadi terang-terangan di kalangan pemimpin, menunjukkan tipisnya komitmen moral dan rendahnya rasa malu calon pemimpin bangsa. Jika pejabat publik kredebilitas, kapasitas dan memahami fungsi sebagai leadership tentu akan memainkan peran sebagai pemimpin yaitu menggerakkan masyarakat untuk cerdas dan berpikir kritis seperti fungsi kepemimpinan, yaitu Kemampuan untuk menimbulkan semangat menuju perubahan.

Tulisan ini hanya memberi pandangan lain dari sebuah realitas di tengah minimnya ide dan etika kepimpinan di era gelombang ketiga, tanpa bermaksud pemimpin tidak boleh memberi bantuan. Tapi lihatlah kondisi kapan pemimpin memberi uang dan kapan memberi ide!!! Akhirnya kembali kepada pemimpin bangsa apakah mereka ingin terus mengimingkan uang atau terus menularkan ide cerdas. Saat masyarkat disuguhi ide mahal dan ide cerdas mampu menumbuhkan jiwa kemandirian, jiwa cerdas dan jiwa yang siap berasing dalam beradaban globalisasi.

Mudah-mudahan tulisan ini turut mencerahkan elemen bangsa dalam menghadapi era persaingan global nyaris tidak terkendali dalam upaya  mendukung atau memilih pemimpin menuju perubahan lebih baik.

 Tulisan sudah diterbitkan di Koran Jambi Independent, edisi senin, 17 Maret 2014

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Mendingan Ajak Nikah Dulu Baru Ajak Jalan


Bismillah…

Mendingan Ajak Nikah Dulu Baru Ajak Jalan

Mendingan Ajak Nikah Dulu Baru Ajak Jalan

Menarik melihat fenomena anak muda diera keterbukaan informasi public terutama masalah relationship (berhubungan) baik sebatas pertemanan, TTM (teman tapi mesra) dan berpacaran karena sudah melewat batas. Baru-baru ini, terjadi pembunahan pada pelajar yang dilakukan pacaranya sendiri. Latar belakang lelaki membunuh pacarannya dengan sadis karena kecemburuan dan tidak mau diajak bersatu kembali. Bukan kali ini kisah memilu tersebut terjadi pada anak muda, dan sudah teramat sering masyarakat dipertontonkan perilaku kaula muda yang jauh dari ajaran Ilahi.

Lihat pula bagaimana anak muda begitu berani meminta izin sama orangtua pacarnya untuk diajak jalan-jalan mengililing kota, menulusri jalan, duduk dikafe kemaksiatan, menemani kesuatu tempat dan mengajak bertamu kerumah. Terkadang sikap mereka tunjuki pada masyarakat luas seperti pasangan sudah menikah, semua boleh disentuh, dan melakukan hal-hal tidak beretika ditempat keramaian. Mengherannya lagi, sebagian orangtua juga mendukung dan mengizinkan anak meraka dibawa oleh lelaki yang belum pasti berjodoh. Jika boleh jujur yang dirugikan adalah tetap pihak perempuan, seperti dikatakan oleh motivator islam “Perempuan Dilihat Pada Masa Lalunya Sedangkan Laki-laki Dilihat Masadepannya”.

Terkadang bingung untuk menginpresentasikan perilaku seperti itu. Tentu kita heran dengan fenomena tersebut, apa sesungguhnya membuat kaula muda begitu fulgar, apakah kekeringan iman atau budaya barat sudah diadopsi dalam kehidupan anak muda dan mungkin pemuda beranggapan bahwa pemikiran barat adalah suatu keniscayaan harus disambut serta diaplikasi tanpa pemikiran atau kajian dari sudut agama maupun budaya.

“enak aja nikah, kalo belum mapan? makan cinta?” | udah tau belum mapan, ngapain pacaran? emang pacaran lalu mapan? =_=;

kalo nikahnya karena Allah, berbekal iman dan ilmu, pasti Allah mapankan | pacaran, udah maksiat nggak mapan | pilih mana? 

nikah karena Allah, itu lelaki yang tanggung jawab cari duit pake tangan sendiri | udah pacaran pake duit bapaknya pulak? haduh!

cinta nggak akan telat datang pada yang sudah pantaskan diri | tapi belum memantaskan diri lalu bilang cinta itu cemen

pernikahan bukan kayak bisnis yang TRIAL & ERROR | lha kamunya mau dipacarin trial error 

lelaki mana yang nggak pengen wanita yang nggak pernah di-trial-error? | semua lelaki seneng sama wanita yang KHUSUS bagi dia 

pantaskan diri lalu engkau lisankan cinta | bila belum lebih baik dalam diam berdoa (Ust. Felix Siauw, 22 Maret 2014)

Padahal apa yang dilakukan adalah suatu yang sangat dilarang oleh agama. Sayangnya meskipun banyak ayat menjelaskan bahwa perilakuk tersebut dilarang tidak merubahan alunan kaula muda untuk menikmati kenikmatan sesaat. Jika boleh menyarankan segara menikah pacaran kalian untuk mengurangi kemaksiatan dilakukan setiap hari. Sebaiknya minta dengan baik-baik pada orangtuanya dengan menikahinya setelah baru membawa pasanganmu jalan-jalan kemanapun kalian inginkan. Karena mengajak pasang hidup setelah menikah bisa jadi bagian dari ibadah berbeda jika mengajak pasang belum diikat dengan ikatan suci yang diperoleh adalah dosa.

Barang siapa menggembirakan hati istri, (maka) seakan-akan menangis takut kepada Allah. Barang siapa menangis takut kepada Allah, maka Allah mengharamkan tubuhnya dari neraka. Sesungguhnya ketika suami istri saling memperhatikan, maka Allah memperhatikan mereka berdua dengan penuh rahmat. Manakala suami merengkuh telapak tangan istri (diremas-remas), maka berguguranlah dosa-dosa suami-istri itu dari sela-sela jarinya. [HR. Maisarah bin Ali dari Ar-Rafi’ dari Abu Sa’id Al-Khudzri].

Jadi nikahi dulu baru diajak jalan bukan sebalik jalan-jalan dulu baru diajak menikah. Kenapa diajak menikah setelah jalan-jalan karena keterpaksaan dan sudah terjadi aksiden.

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Harapan Di Balik “Like this”


Bismilllah…

harapan dibalik like this

harapan dibalik like this

Saat mengikuti Gerakan Indonesia Menulis pada session kedua, penuh nuansa canda jiwa tertawa terbahak-bahak rasanya sudah lama tidak tertawa seperti itu, biasanya tertawa dengan gaya anak jalan, ketika berkumpul dengan abang-abang karena sudah berkumpul dengan mereka selalu ada cerita menguncang perut sehingga beban dikepala punah begitu saja.

Bukan ia saja yang tertawa terbahak-bahak, hampir seluruh peserta Gerakan Indonesia Menulis juga ikut tertawa terlihat dari gigi yang tertampak jelas tanpa beban. Dari sekian banyak alasan kenapa ia tertawa ada satu kata yang sangat menyentil yaitu perilaku facebooker yang suka meng”Like” status seseorang. Bagi kita penikmat social media sering melihat teman, relasi atau kita sendiri menglike this status seseorang. Padahal status biasa saja tetap diberikan symbol jempol, tentu bertanya dengan fenomena Like this yang diberikan, apakah benar-benar statusnya penuh motivasi, menginspirasi, membuat pembaca tertawa, atau menimbulkan jiwa sedih!!!

Jujur ia sendiri termasuk orang yang pelit memberi nilai pada status siapapun kecuali status itu benar-benar menggetar jiwa dan menumbuh inspirasi untuk menulis. Mari kita mengamati apa sebenarnya harapan seseorang memberi Like this tersebut? apakah memberi nilai hanya sebatas iseng, malas memberi comment atau balas budi terhadap like this yang pernah diberikan orang lain pada ia dan jangan-jangan ada dorongan lain kenapa selalu memberi symbol jempol tersebut.

Biasanya setiap orang memberi tentu ada tujuan atau harapan yang diharapkan. Semoga apa yang kita berikan tidak ada unsur ingin mendapat sesuatu melainkan sebagai reward atau penilaian yang murni. Coba simak status facebook kita, siapa yang banyak meng-Like-nya!!! Jangan-jangan dia yang menglike ada modus tersembunyi yang tidak pernah terlontar pada kita.  Mungkin ada harapan ingin berkenalan, ada harapan sebagai teman, atau ada harapan lebih dari itu (Heeemmmm-heeemmm).

Bukan berpikir negative terhadap meraka yang sering memberi Like this tetapi hanya analisis pada kita untuk hati-hati dengan meraka yang sering memberi Like takutnya dari biasa-biasa saja menjadi sesuatu yang bermakna “sweet-sweett-sweeeett”. Atau kita juga senang atau menanti ketika ada seseorang yang meng-like status kita!!! Yang pasti ketika orang tersebut terus menerus dan selalu memberi like pasti ada harapan lebih dibalik itu. Pekalah dengan meraka yang like status kita dan bertanya dengan hati kita dengan Why and what?

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Hati tidak bisa diajak kompromi dan rasa tumbuh secara berlahan-lahan


Bismillah…

Hati tidak bisa diajak kompromi dan rasa tumbuh secara berlahan-lahan

Hati tidak bisa diajak kompromi dan rasa tumbuh secara berlahan-lahan

Sepertinya sudah mulai memasuki musim panas karena sudah hampir seminggu tanah melayu tidak diguyuri hujan, terlihat debu berterbangan dimana-mana, diperparah lagi kabut asap yang sangat menggangu perjalanan bahkan mampu memicu berbagai penyakit. Bagaimanapun  cuaca dibumi melayu, hal yang diharus lantunkan adalah syukur karena setiap kondisi ada sisi positif bagi kita terus berpikir positif.

Saat menikmati rasa syukur yang luar biasa, melihat keindahan kabut disudut kampus yang dicahayai sinar matahari yang sayut-sayut memantulkan kehangatan pada bumi, meskipun cahaya matahari tidak begitu cemerlang tetap tubuh merasa hangatnya energi matahari dan kesayutan cahaya menembus terali-terali ruangan perkuliahan. Ketika menikmati indah sinar pagi disuasana kabut tebal, tiba-tiba hati tidak bisa komprosi dengan rasa yang tumbuh secara berlahan-lahan walaupun tidak bisa kompromi bibir masih tetap tersenyum indah pada mahasiswa-mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa..

Dan rasa hadir, tumbuh dan muncul tidak menggenal waktu bahkan kondisi. Apakah mungkin rasa ini hadir adalah reward dibalik kabut yang tebal, ataukah mungkin rasa ini bertanda saatnya membuka hati melihat keindahan alam yang menawar keindahannya…#alah dalih yang tak bermakna. Atau harus dimatikan rasa itu keakar-akar agar tidak hadir lagi disetiap waktu dan di setiap tempat.

Untuk sementara biar berkompromi dengan hati agar bisa mengelola energri romantic menjadi energi taat padaNya. Keromantisan itu akan bermakna jika diletak pada suatu wadah yang benar, keromantisan itu tidak perlu diubar-ubarkan pada dunia, dan cukup keromantisan terungkap jelas ketika bermunajat padaNya. Melalui bermunajat padaNya hati bisa berlabuh pada sandaran yang kokoh dan tumbuh pada koridor yang rindui yaitu setiap apa yang dilakukan selalu berbuah pahala.

Akan tahun ini sebagai tahun pertarungan dengan perasaan atau melabuhkan rasa!!! Hanya tersenyum lebar pada awan yang mendung dan mengatakan Insyallah waktu semakin mendakati raga penuh supprive tentunya.

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

%d bloggers like this: