Pencitraan Yang Gagal

Bismillah…

Pencitraan Yang Gagal

Pencitraan Yang Gagal

Pencitraan booming ketika demokrasi menggaung dibumi Indonesia, hampir setiap kebijakan yang diambil pemerintah, swasta dan partai selalu dikaitkan dengan konsep pencitraan. Sehinga terkadang bingung sendiri apakah kebijakan yang diambil itu benar-benar pro rakyat atau sebatas pencitraan. Dalam kehidupan sesungguhnya pencitraan tersebut dibutuhkan tapi jangan sampai strategis pencitraan salah taktik atau metode yang dilakukan karena bisa-bisa tercipta pencitraan yang gagal seperti dialami beberapa partai yang berkuasa di Indonesia.

Jika melihat kebijakan yang diambil oleh pemerintah atau partai selama ini selalu pada momentum tertentu, maka wajar masyarakat beranggapan bahwa kebijakan tersebut hanya sebatas pencitraan. Apalagi saat ini masyakat Indonesia sudah cerdas dan penduduk Indonesia dipenuhi oleh gelombang ketiga yaitu masyakarat yang hidup atau tumbuh pada zaman demokrasi (native democracy), pemahaman terhadap kebijakan sudah cerdas maka dari itu jika pemerintah salah mengambil kebijakan atau membuat suatu program otomatis akan menghasilkan pencitraan yang gagal. Berikut ini ada beberapa contoh pencitraan yang gagal misalnya penurun harga BBM kemudian beberapa bulan selanjutnya dinaiki kembali, kenaikan gas yang semakin kontroversi yang awal mengatakan dengan menggunakan gas maka dapat menghembat pengeluaran dari masyarakat maupun pemerintah tapi ini pemerintah mengatakan kerugian atas penggunaan Gas, kenaikan PLN yang berdampak pada harga lainnya dan masih banyak lagi kebijakan lain yang berdasarkan pencitraan.

Bisa jadi kebijakan yang diambil dengan tujuan pro rakyat, untuk menyatuni dan memperbaiki segala hal yang semaraut tapi malah menusuk atau menerkam pihak yang mengambil kebijakan seperti dikatakan salah satu partai islam bahwa kebijakan yang diambil pemerintah seringkali menuju dagelan yang mengherankan bagi masyarakat. Benar juga kata petinggi partai islam tersebut karena apa yang diputuskan oleh pemerintah teramat sering membuat masyarakat menonton dagelan yang membingungkan.

Bagi siapapun yang berada dalam daratan pemerintah maupun berada diposisi jabatan strategis harus hati-hati menentukan program karena melibat banyak kepentingan, melibat orang dan melibat berbagai dampak pada masyarakat. Ketika mengambil kebijakan lihatlah kompleksitas dari dampak kebijakan jangan hanya melihat pada sudut pandang saja atau mengambil kebijakan atas dasar ekonomi (keuntungan).

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: