Pemimpin Yang Kau Maki: Pilihan Mu

Bismillah…

Pemimpin Yang Kau Maki: Pilihan Mu

Pemimpin Yang Kau Maki: Pilihan Mu

Beberapa minggu ini hujan membasuhi sangat lebat hampir menggenang seluruh kawasan Indonesia, seakan-akan hujan yang turun bukan lagi sebagai berkah melainkan sebagai bencana tahunan seperti dialami pusat Negara, pusat pemerintah, pusat industry dan pusat keberagamaan agama (red: Jakarta). Lebih parah lagi terjadi dibumi Manado terjadi banjir bah, semua harta benda hanjut, kelaparan dan menimbul penyakit. Ketika hujan turun terasa banget suasana dingin melunusuk logika sehingga begitu malas menulis apapun, yang enak adalah menikmati makanan panas dipinggir jalan semari melihat titik air menyentuh tanah bahkan dedaunan.

Zaman demokrasi memberi berubahan dalam segala hal terutama dalam pola pikir, pola keputusan dan akhirnya siapapun menjadi pemimpin dipastikan akan mendapat makian terutama para hater atau meraka yang diprovokasi oleh pihak tertentu. Ada tantangan menjadi pemimpin dimasa yang akan mendatang, tantangan terutama adalah menghadapi banjir, bencana, kekurangan makanan dan harus sabar menghadapi masyarakat luas. Jika pemimpin tidak sabar dan ikhlas menjalankan amanah maka siap-siap yang mendapat cacian dari kalangan yang tidak puas dengan keputusan pimpinan yang begitu pro dengan penguasaha, pejabat dan beruang.

Jika membaca disosial media, berita, dan acara realty show semakin banyak mereka memaki pimpinan yang berkuasa baik ditingkat kacamatan, tingkat kabupaten, tingkat provinsi dan tingkat Negara mereka memaki dengan berbagai cara, dengan berbagai media, dengan berbagai usaha dan berbagai tujuan. Tentu ada factor, tentu ada alasan, tentu ada sebab, tentu ada yang tidak puas kenapa meraka “Memaki Pemimpin”.

Padahal dahulu pemimpin yang menjadi pemimpin meraka saat ini adalah meraka puja-puji, meraka bangga, meraka idam-idamkan yang akan membawa perubahan kebaikan baik dari segi ekonomi, keamanan, pendidikan dan keagamaan. Tapi apa yang dijanjikan semua hanya pepes kosong, yang ada segala harga melambung, bencana dimana-mana, pendidikan hanya bisa dinikmati oleh orang tertentu dan keamanan semakin terancam.

Atau dahulu kenapa meraka kagum karena diimingkan dengan uang, diimingkan dengan janji, bukan diimingkan dengan ide-ide. Atau pimimpim meraka pilih dahulu karena belum tahu belangnya sehinga dibela dengan penuh cinta, tapi kini pemimpin yang meraka pilih sendiri, dukung sendiri bahkan berbalik arah yaitu dicaci-maki diluar nalar manusia. Seharusnya jangan kau caci pemimpin mu karena itu adalah pilihan mu. Terkadang cacian atau makian dilontar membuat kita kasian sendiri dengan pemimpin karena dahulu dipuja namun sekarang dicaci. Hati-hati saja pemimpin sekarang dipuja luar biasa karena sebentar lagi akan dicaci, dihina dan dimaki.

Dan cacian, makian dan hinaan kalian seperti tak berguna karena dahulu kenapa begitu ikhlas menerima uang atau janji manis mereka sehinga saat ini pemimpin menunai setelah menabur uangnya pada kalian serta berkehendak semaunya.

Mumpung sebentar lagi Republik Indonesia memilih anggota Legislatif dan presiden yang akan memimpin kita semua selama tahun, maka pilih pemimpin memiliki didikasi terhada Negara atau masyarakat bukan pemimpin tunduk dengan asing atau lebih membela hak-hak asing sehinga bumi dan seisinya diserahkan bahkan digedai pada orang asing, akhirnya masyarakat Indonesia menjadi pembantu atau kuli dinegeri sendiri. Memiliki ide-ide segar bukan meraka yang menyodorkan uang karena setelah uang disodorkan pada kita semua maka tidak akan membela hak kita melainkan hanya mementing perut keluarga mereka sendiri atau memikir golongan mereka saja seperti kita lihat saat ini.  Memiliki latar agama yang benar karena ketika pemimpin dekat Tuhannya maka setiap keputusan diambil selalu didasarkan atas pedoman hidup (al-quran) sebab pemimpin paham agama mereka tahu benar bahwa jabatan dan amanah diberikan pada mereka akan diminta pertanggungjawaban nanti “Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami”. (QS. As Sajdah:24), berbeda dengan mereka yang tidak paham agama mereka membuat keputusan semena-mena dan bertugas sekoncol-koncol bahkan sampai melakukan maksiat seperti dipertontonkan pejabat sekarang ini.

Kenapa kita perlu mempertimbangkan hal tersebut, agar suatu saat nanti tidak menyesal dan tidak mencaci maki pemimpin kita pilih. Sehingga pemimpin kita pilih adalah pemimpin yang dijelaskan dalam Al-quran (Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada, mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah). (QS. Al Anbiyaa’:73)

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: