Sesungguhnya makhluk di bumi dan di langit bertasbih

Bismillah…

” Tidaklah kamu tahu bahwasanya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi dan (juga) burung dengan mengembangkan sayapnya. Masing-masing telah mengetahui (cara) sembahyang dan tasbihnya dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (Qs. An-Nur:41)

Sesungguhnya makhluk di bumi dan di langit bertasbih

Sesungguhnya makhluk di bumi dan di langit bertasbih

Memadang alam dikala malam, pagi, dan senja memberi ketenangan dalam jiwa. Terkadang untuk menulis ia harus ditemani keindahan alam, alam selalu memberi ide-ide segar untuk dirangkai.  “Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata” (QS. Qaaf:7). Ketika melihat fenoma alam yang elagan ingin berteriak, terkadang muncul perasaan ketakjuban bahwa Allah begitu cinta pada hambaNya yang menghadir keindahan itu semua secara Cuma-Cuma. “Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin” (QS. Adz Dzaariyaat:20). Setiap melihat keindahan alam ingin tetap menatap, mendokumentasi dan tiba-tiba bertanya pada jiwa mungkin seperti itu alam bertasbih pada Allah.

“Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun” (QS. Al Israa’:44)

Keindahan Alam itu tidak mungkin jadi begitu saja  seperti dikatakan Sayyid Qutb memberikan kiat, janganlah kita menganggap bahwa fenomena alam yang terjadi di sekeliling kita ini adalah suatu rutinitas yang terjadi begitu saja. Tetapi, cobalah memikirkan bahwa sesungguhnya ada sentuhan dari sebuah kekuasaan yang sangat besar, yang tidak bisa digapai manusia yaitu kekuasaan Allah swt yang menyebabkan terjadinya fenomena alam yang begitu ajaib, unik, aneh, dan teratur.

Semua keindahan yang diciptakan dengan ukuran yang sangat sempurna, Allah lengkapi senja dengan kekilauan, Allah cipta pelangi dengan warna-warninya tidak pernah pelangi menampakan diri dengan satu warna, Allah ciptakan angin sepoi-sepoi yang sangat sejuk tidak pernah Allah ciptakan angin dengan suhu sangat dingin seperti es, Allah ciptakan matahari dengan cahaya yang sangat menghangat tidak pernah Allah ciptakan kekilauan cahaya seperti panasnya api, dan Allah ciptakan salju dengan kelembutannya tidak pernah Allah ciptakan salju seperti batu. Kesemua itu sudah Allah lunakkan untuk manusia dan semua Allah ciptakan dengan berpasang-pasangan. “Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran” (QS. Al Hijr: 19). “Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Daud kurnia dari Kami. (Kami berfirman): “Hai gunung-gunung dan burung-burung, bertasbihlah berulang-ulang bersama Daud”, dan Kami telah melunakkan besi untuknya” (QS. Saba’:10). “Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya. Dan Dia menahan (benda-benda) langit jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada Manusia” (QS. Al Hajj:65)

Terkadang keindahan alam tersebut dirusakkan oleh manusia, beranggapan bahwa bumi yang dihadirkan adalah untuk dirusak, untuk dieksplotasi semaunya-maunya sehinga menciptakan bencana dimana. “Dan bila dikatakan kepada mereka:”Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi”. Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan.” (QS. Al Baqarah:11)

Semua yang ciptakan hanya untuk manusia bukan untuk siapapun, agar manusia mendapat pentunjuk, mendapat memakan agar survival dibumiNya, agar bisa menyampaikan ayatNya pada mereka belum tersentuh dengan agama kasih, dan bisa mengambil hikmah dari proses keindahan alam. “Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk” (QS. An Nahl:15). “Yang telah menjadikan bagimu bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan bagimu di bumi itu jalan-ja]an, dan menurunkan dari langit air hujan. Maka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam” (QS. Thaahaa:53)

Subhanallah…alam saja tidak pernah henti-henti bertasbih pada Rabbi tapi bagaimana dengan kita apakah hidup kita dipenuh dengan bertasbih padaNya atau disibukkan mengejar dunia??? Atau sibuk dengan amanah yang kita inginkan? Padahal Alam ketika Allah berikan amanah meraka tidak sanggup mengemban amanah tersebut tapi berbeda dengan manusia dengan amanah atau jabatan begitu senang, demi jabatan menghalalkan segala cara, berani memfitnah agar mendapat jabatan tersebut dan ketika jabatan sudah diperoleh manusia sibuk dengan dunia bahkan sombong minta ampun, mengeluh dan sangat jarang kita mensyukuri nikmat Allah. “Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur” (QS. Al A’raaf:10).

 

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: