Mahasiswa Kopi Paste, Sinetron Dan keroyokan

Bismillah…

Mahasiswa Kopi Paste, Sinetron Dan kelompok

Mahasiswa Kopi Paste, Sinetron Dan kelompok

Setahun lebih berprofesi sebagai dosen, awal mula kuliah tidak terpikir untuk menjadi seorang pendidik dan ketika melanjutkan strata dua mulai membelok arah kehidupan untuk berdidikasi sebagai insan berbagi ilmu maupun pengalaman. Menjadi pendidik sangat maknyus dan chocolate meskipun ada duka yang harus dinikmati. Namun duka menjadi motivasi tersendiri untuk setia berbagi apapun kepada mahasiswa, cara mendekati mahasiswa juga berdasarkan karakter nextgenaration dan beberapa target belum tercapai.

Berada didepan kelas, menjelaskan materi, ditambah dengan guyonan, slide interaktif dan terkadang harus berperan pratagonis agar mereka tidak beranggapan sebagai dosen biasa-biasa saja. Sebagai pendidik di era teknologi harus memiliki selera standup comedy agar suasana perkuliahan membahan, harus mempunyai jiwa psikologi agar mudah memahami setiap karakter peserta didik, harus paham dengan teknologi agar mudah men-create materi presentation jika pendidik gaptek terasa hampar saja sebab generation now tertarik untuk menyimak materi jika ada kombinasi audiovisual dan harus pandai-pandai berdandan jika dandan tidak menarik mengurangi keinginan mahasiswa untuk menyimak…”harus eye cathing”

Hadir diruangan perkuliahan ada roh yang menarik mulut untuk tersenyum dan berbunga-bunga. Tidak pernah beranggapan sebagai dosen ketika interkasi dengan mereka melain sebagai teman atau kakak mereka seperti dialami ketika kuliah. Ada nilai lebih ketika bisa dekat dengan mahasiswa, tapi sayang dosen sekarang banyak cuek bebek bahkan cuek lele hoooo…mungkin dosen lain beranggapan bahwa interaksi cukup diruangan perkuliahan selebih itu tidak perlu dibangun komunikasi

Semari mengajar juga sering mengamati perilaku mahasiswa mulai cara mereka buat tugas. Rata-rata tugas dibuat adalah hasil kopipaste, terlihat dari cara menguraikan kata, terkadang satu tugas hampir semua jawabannya sama mungkin meraka seperti itu dilatarbelakangi rasa solidratis yang solit, terkadang tugas dibuat dikampus, ketika presentasi bingung sendiri dan dikasih kesempatan bertanya diam seribu bahasa…”cermin mahasiswa masa kini”. Kalau bertanya keroyok baru berani dan expression berlebihan.

Terkadang bingung sendiri apakah benar-benar sudah mengerti atau malu bertanya, atau kebinggung dengan materi disampai atau mahasiswa sekarang kekritisan sudah memudar. Jika permasalahan seperti ini terjadi terus menerus bagaimana bisa mahasiswa bertarung padahal untuk maju, berhasil dan sukses harus berani kompetisi serta kritis bukan manut. Dari sekian banyak mahasiswa yang hadir dikampus hanya beberapa orang yang benar-benar cerdas dan memahami paparan dijelaskan sedangkan yang lain sibuk ngombrol, ketawa tidak menentu, menang fisik aja dan sibuk smartphone. Dengan banyak bertanya maka semakin membuka wawasan dan terbentuk pola pikir cemerlang.

Mahasiswa Kopi Paste, Sinetron Dan kelompok

Mahasiswa Kopi Paste, Sinetron Dan kelompok

Tidak hanya itu terjadi dengan mahasiswa masa kini, melainkan hidup meraka bak sinetron hidup dengan kemewahan, hidup dengan fashionable, hidup dengan kecantikan dan kisah cinta mereka pun dibuat-buat seperti kisah sinetron…”Parah.com” Lebih banyak menghabiskan waktu mengikuti perkembangan sinetron-sinetron terupdate maupun terlaris. Padahal sebagai mahasiswa tontonan bukan berkaitan sinetron melainkan menonton bernuansa sciene update, journal, dan berita-berita berkaitan dengan background pendidikan.

Pantas setiap memberi tugas terlalu sering geleng-geleng kepala melihat cara berpikir, cara menguraikan kata, cara menganalisa, cara berbicara, cara bersikap dan cara membuat paperpun masih salah padahal sudah semester terakhir. Maka pantas pula hasil skripsi banyak minim sebab tidak terbiasa menulis, membaca dan terbiasa dibangun adalah menonton sinetron serta program music tidak mendukung pola pikir visioner yang ada kedangkalan pikiran. Jika pikiran dangkal maka siap-siaplah menjadi pembantu dirumah sendiri sudah terjadi dibeberapa sector pekerjaan dan Negara.

Terakhir pengamatan selama mengajar yaitu mahasiswa hidup dengan berkelompok seperti zaman purbakala hooooo. Berkelompok berdasarkan kecantikan, hoby, kepintaran, dan kedaerahan. Ketika berada dunia kampus kehidupan gang-gang tidak ada lagi karena kehidupan dikampus harus mendiri tidak terpaku dengan beberapa orang bukan berarti tidak butuh teman maupun sahabat. Hidup berkelompok dikampus merepot diri sendiri, tidak mandiri karena tidak bisa berkarya, berekspresi bebas dan ikut komunitas lain sebab banyak tidak enak dan tenggang rasa. Lihatin saja meraka-meraka aktif dikomunitas atau organisasi kampus adalah mereka tidak terikat dengan gang kelas dan manusia netral.

Bukan berarti bergang-gang dikampus tidak diperoleh, sah-sah saja tapi lebih elok didunia perkampusan tidak memihak pada gang karena selain menyulitkan tentu dampaknya harus mengikuti apa kata ketua gang. Padahal kebisaan seperti itu sudah tidak masanya lagi karena sudah dirasakan ketika disekolah menengah atas. Disekolah wajar berkumpul dengan gang-gang karena masih mencari jati diri dan pengakuan sedangkan dikampus bukan lagi mencari jati diri melainkan berpikir jauh kedepan dan membentuk pola pikir semakin cerdas, mengelitik dan analitis bukan membeo begitu saja.

Bagi mahasiswa belum aktif dikampus segara ikut semua fasilitas kampus untuk mengekspolarasi talent and hoby. Bagi mahasiswa belum terbiasa menulis mulai dari sekarang bangun kepekaan untuk membaca dan menulis. Perilaku seperti itu memudahkan untuk menghasilkan karya berupa skripsi dan menghasilkan jurnal tingkat nasional maupun internasional. Bagi mahasiswa tinggal tontonan tidak mencerdaskan yang hampir tiap hari disuguhi sinteron tidak mendidk otak, mendidik perasaan dan mendidik sikap. Berawal kampus untuk melihat siapa kita dan mau kemana kita. Nanti ketiak telah selesai akan menyesal dan marah pada diri sendiri.

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: