Membakar Gelora Keimanan

 

Bismillah…

Awal tidak mengenal siapa ustad Felix Siauw, tapi ketika dissocial media ada teman yang like fanpage ustad tersebut dan akhir ikut meng-like. Sejak meng like tidak ikut membaca apa yang ditulis ustad karena waktu belum kenal  dan mengetahui siapa ustad tersebut. Jika melihat permasalahan seperti ini ada hubungannya dengan ilmu komunikasi bahwa untuk menumbuh orang tertarik maka tumbuhkan perhatian mereka. Seandaikan sudah perhatian akan tertarik dan berkeinginan untuk memiliki kemudian melahirkan kuputsan action. Itu proses menyukai status, twitter, dan ngafans tulisan ustad berketerunan cina.

Membakar Gelora Keimanan

Membakar Gelora Keimanan

Ustad berkepala botak, bermata cipit, berwajah putih, dan selalu memakai baju batik dalam keseharian selalu menginspirasi untuk menulis. Setiap status ditulis ada jiwa baru membangkit semangat dengan analogi sangat sederhana yang ada disekitar kita. Ada bebebarapa status facebook melahirkan tulisan ia yang banyak dibagi dan dishare. Terkadang ketika ide hilang dan tersendat-sendat menulis sering membuka status maupun twitter ustad.

Sejak menyukai status ustad, sering bersinggah diblog pribadi ustad, tidak hanya itu juga mendowload semua kajian yang berserakan di youtube. Apa yang disampaikan sangat menginspirasi, sang memotivasi, dan sangat menyentuh untuk memelik islam secara utuh tanpa mendua dengan apapun. Ustad yang memiliki tujuan mulia yaitu mengislamkan orang islam dan akan menakluk kota Roma. Allahuma Amin, semoga terwujud dan Allah selalu meridhai setiap langkah ustad.

Heeemmm… beberapa ustad terkenal di Indonesia dari yang ganteng hingga yang biasa saja, dari berwajah cakep dan wajah sederhana, dari yang famous sudah lama hingga baru terkenal, entah kenapa tidak terlirik untuk menfans ustad tersebut padahal ustad terkenal di Indonesia memiliki karakter masing-masing. Entah kenapa ustad yang berbicara cepat, mualaf, cerdas sangat ia fans dan jatuh hati. Terbukti setiap apa yang ditulis dan video kajian ustad, baik diluar negeri maupun acara television sudah disave.

Saat mendengar dan membaca blog pribadi ustad, berupaya ingin bersua!!! Tapi kapan ya? Ya sudahlah walaupun tidak bersua paling tidak ia sudah memiliki koleksi video kajian ustad yang membangkit gelora keislaman mencapai puncak tertinggi. Allahu Akbar!!!

Tiba-tiba disore hari login difacebook maklum facebook masalah informasi terupdate sangat cepat dan ada yang mengshare acara yang akan dihadiri ustad Felix Siauw. Saat itu masih cuek aja, karena biasanya setiap ada acara dikampus-kampus berskala nasional selalu pihak kampus berkerja dengan radio tempat ia bekerja. Coba Tanya dengan teknisi radio, apakah kampus tersebut mengajukan proposal? Ternyata tidak ada proposal masuk. Tumben kali ini pihak kampus tersebut tidak memasuki proposal!

Waaahhh…sedih jadinya. Niat awal menanya pada teknisi, berharap ada kerjasama, ketika ada kerjasama otomatis tiket gratis dibagi-bagi pada penyiar. Ternyata oh ternyata, jauh dari keinginan.

Ya sudahlah walaupun pihak kampus tidak mengajukan proposal bukan berarti tidak bisa ketemu ustad Felix Siauw secara acara diselenggarakan untuk umum. Dengan seribu cara dan seratus startegis mencari informasi pendaftaraan dan Alhamdulillah tiket masih tersedia. Hiaaahhh tiket yang tersedia kelas VIP, kebetulan banget ia memang berkeinginan berada dikatagori, langsung pesan VIP biar jelas melihat ustadnya hohooooo…. dan mempersiapkan diri untuk ketemu orang hebat.

Pagi-pagi sudah siap untuk menghadiri sarasehan bareng ustad Felix Siauw meskipun hari itu harus meninggalkan sholat dhuha. Padahal selama ini syarat untuk meninggal rumah yaitu sholat dhuha dulu. Semoga sahabat masih istiqomah sholat dhuha terus tingkatkan, jika bisa jadikan sunnah sebagai hal wajib dalam kehidupan dan jangan pernah keluar rumah atau beraktivitas sebelum dhuha.

Membakar Gelora Keimanan

Membakar Gelora Keimanan

Pas jam 07.30 sudah sampai tempat acara diselenggarakan. Heeemmmm panitianya ada beberapa ia kenal, ia juga menyapa sembari salam ukhuwah, ada pula menyapa tapi tidak tahu siapa. Ini tidak dibenarkan dalam ukhuwah islimiah, ketika berukhuwah maka kenalah secara komprensif bukan hanya mengenal dengan wajah saja.

Sudah mengisi absen, mendapat snack dengan kota besar tapi isinya Cuma tiga potong dan snacknya biasa-biasa saja. Langsung masuk ruangan, terlihat bebarap bangku VIP sudah diduduki meraka berkerudung panjang, ada pula kursi tidak ada orangnya tapi sudah diboking. Apa diboking sudah terlebih awal datang izin keluar, atau boking karena atas kehendak kepanitian. Seharusnya hal tidak dibenarkan, masak belum ada orang sudah diboking aja hal ini perlaku dalam segala acara dan kasian yang sudah datang duluan tidak kebagian tempat duduk.

Bagi ia duduk dimanapun tidak menjadi masalah. Akhirnya duduk dibarisan ketiga dari depan, ya lumayan tidak terlalu jauh untuk menatap dan mendengar tausijah ustad. Duduk disamping ummahat berkedung hijau, seperti ummahat tersebut welcome and friendly dengan kehadiran ia. Sebab selama acara dilaksanakan terjadi beberapa diskusi kecil mulai masalah materi ustad maupun masalah pribadi. Dan ummahat disamping ia itu sempat pula menawarkan ia untuk mengikuti kajian mereka. It’s okey

Singkat cerita ustad Felix siauw dipanggil kedepan untuk menduduki kursi disediakan. Baru berapa langkah ustad melangkh dari belakang sudah terlihat aurat keimanan sangat luar biasa. Sungguh berbeda aura orang yang dekat dengan Tuhan dan jauh dari Tuhan. Orang-orang yang dekat dengan Tuhan cahaya dimuka terlihat begitu adem, menenangkan hati untuk memandang, dan ada motivasi terlahirkan bagi yang melihat begitu mengelitik rasa.

Audiens pun mengapresiasi dengan tempukan yang begitu kuat dan ada pula yang takbir. Sedangkan ia tersenyum-senyum melihat ustad, akhirnya bisa juga ketemu ustad felix siauw secara live, didepan mata dengan jelas melihat gerak-gerik ustad, secara cernih mendengar kalimat-kalimat terlontar dari mulut yang banyak melafazkan kalimat Allah, begitu terang melihat paparan slide dijelaskan. Alhamdulillah akhirnya ketemu juga, semoga bisa ketemu diacara lain secara langsung agar semakin termotivasi menjadi wanita sholeha dan memegang erat konsep islam dalam jiwa maupun aplikasinya.

Meskipun slide dipaparkan sudah berkali-kali ia putar, tetap membakar semangat karena mendengar melalui media dengan menonton secara langsung auranya sangat berbeda. Setiap slide disampaikan menjadi materi kontemplasi.

Ada satu kalimat yang membuat ia harus menjadi pribadi islam secara utuh. Bahwa untuk menjadi regenerasi kepemimpinan seharusnya umat islam memiliki intektual diatas rata-rata karena kejayaan islam kembali bukan dengan perang melain kejayaan islam kembali dengan kompetisi melalui pikiran-pikiran brilian, cerdas dan meyakinkan.

Untuk menjadi Regenerasi kepimpinan harus diperhatikan adalah keyakinan. Yakinlah Allah bersama orang-orang sholeh, orang-orang sabar, orang-orang ikhlas dan orang-orang berilmu. Untuk itu terus berkayakinan bahwa islam adalah rahmatn Lil’alamin. Yakin saja tidak cukup Tanya memataskan diri untuk menjadi Kepimpinan masa depan.

Untuk menjadi pimpinan bangsa maka dekat diri pada Allah agar bertahan dengan gejolak nafsu maupun gejolak internal seperti Muhammad Al-fatih lakukan. Setiap hari ia lakukan adalah memperdalam ilmu agama dan umum sebab dengan belajar terus menerus mengantar ia menjadi pribadi sangat dikenang seluruh dunia.

Bayangkan selama hidup Muhammad Al-fatih tidak pernah meninggalkan sholat dhuha kalau kita bagaimana? Tidak pernah sholat tahajud karena ia tahu dengan tahajud mampu menyemangat dirinya untuk optimis sehingga bisa menakluk koentinopel, tidak pernah berhenti mengaji, tidak berhenti sholat rawatib, tidak meninggalkan puasa senin-kamis dan selalu melantunkan Al-quran.

Dari sini bisa ditangkap bahwa untuk melanjutkan estafet kepimpinan bangsa Indonesia maupun islam maka langkah nyata yaitu dekatkan diri kita untuk Allah, bersihkan hati kita dengnan perbanyak mengingat Allah, dan jadikan amalah sunnah menjadi amalan wajib. Insyallah jika sudah menerapakan cara tersebut maka pantas kita menduduki jabatan. Ketika menduduki jabatan tanpa ditopang iman yang kuat bisa oleng dan diiring ke KPK seperti pejabat saat ini. Jika melihat masa kekhilafan yang menjadi pemimpin adalah mereka-meraka yang kuat, mereka-meraka yang dekat dengan Allah, mereka-mereka memiliki amal istimewa, mereka-meraka yang berani menyuara kebenaran, mereka-mereka tidak tidak takut dengan siapapun kecuali takut pada Allah. Jiwa-jiwa seperti ini yang harus dimiliki regenerasi kepimpinan islam saat ini.

Sayang kepimpinan islam saat ini banyak takut dengan orang yang menyutukan Allah, takut dengan penguasa, takut pada mereka memiliki modal. Semoga regenisi kepimpinan islam sudah mulai mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin yang adil, menyantuni dan hidup dalam kesederhanaan.

 

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: