Kenakalan Pengunjung Toko Buku

Bismillah…

Kenakalan Pengunjung Toko Buku

Kenakalan Pengunjung Toko Buku

Subhanallah magrib terasa nikmat dengan ditemani senja kekuningan yang masih tampak diufuk barat, rasa capek pun hilang berguguran dengan air wudhu yang dibasuhi pada tubuh yang seharian bekerja diluar dalam memantas diri sebagai insane berkualitas. Berharap dengan kepantas dan keyakinan terus diloadang mengantar menjadi regenerasi kepimpinan suatu saat nanti, Amin.

Selesai sholat langsung membuka kantong belanja yang terdiri dari buku-buku untuk menemani weekand diakhir tahun kebetulan juga buku yang dibeli diskon. Sebelum membuka sampul buku yang masih rapi dilengkapi dengan plastic bening, teringat dengan kenalan pengunjung toko buku disalah satu toko buku ternama. Sebenar ia juga pernah mengalami hal seperti itu karena sebelum membeli buku tersebut tentu ingin mengetahui secara sepintas nilai informasi yang terkandung agar tidak kecewa membeli atau meyakini diri kita bahwa pantas untuk dibeli buku tersebut. Apakah sahabat juga pernah melakukan hal sama? Kalau pernah mari kita taubah nasubah hoooo… biar besok tidak mengulangi kesalahan yang sama yang sudah jelas dilarang tetap membuka…”bukan kah itu ngeyel tingkat dewa dewi ahaiiii”., Jikaulau tidak pernah secara pribadi mengaperiasi sikap cantik itu. Atau tidak pernah melakukan sikap seperti karena tidak pernah mengunjungi toko buku hihiiii….

Padahal sudah jelas ada informasi dilarang membuka buku sampul, jika membuka berarti membeli. Tetap saja pengunjung toko buku tidak mengindahkan aturan yang ditetapkan dan petugas toko juga tidak memberi sanksi kepada mereka yang melanggar aturan tersebut seperti ia lihat tadi ditoko buku. Sedangkan sudah beberapa sampul buku dibuka. Jadi wajar saja pengunjung berani melanggar. Ini menandakan bahwa orang-orang Indonesia meskipun sudah dibuat pengumanan tetap melanggar.

Seakan-akan orang Indonesia tidak paham dengan aturan, seakan-akan aturan yang ditetapkan untuk dilanggar. Tidak hanya ditoko buku bahkan melihat orang melanggar aturan disegala sector dan line hampir terjadi pelanggaran. Coba aja lihat dijalan raya terjadi banyak pelanggaran disana-sini terkadang membuat kita mengelus dada dan terkadang buat kita kesal sendiri dan terkadang juga terikut untuk melakukan aturan karena setiap pelanggaran dilakukan tidak ada sanksi. Jika terjadi terus menerus maka aturan yang ditetapkan dipastikan banyak melanggaran sebab aturan dari pihak membuat aturan tidak tegas dan sanksi pun sebatas tulisan. Mungkin bisa jadi faktor kenapa banyak orang Indonesia tidak patuh dengan aturan.

Tidak hanya sampai disitu kenakalan dilakukan melainkan setelah membuka sampul buku dan duduk dengan posisi pewe melahab satu persatu buku yang dibuka tadi. Meskipun tidak dilarang untuk membaca buku telah dibuka sampul namun rasa tidak enak aja, kelihatan banget tujuan ketoko buku buat membaca bukan untuk membeli seperti dilakukan teman saya.  Setiap ketoko buku selalu menghabiskan satu buku atau dua buku, setelah itu langsung pulang tanpa membeli…”kreatif bukan!! tapi kreatifan merugikan pihak lain”.


BestRegard Inspirasi BeraniSukes

Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: