Desember Musim Duren Jalanan

 

Bismillah…

Desember Musim Duren Jalanan

Desember Musim Duren Jalanan

Dengan terpaksa malam harus keluar menelusuri jalan-jalan protokol, karena tiba-tiba pasien minta dibekami dimalam hari padahal sangat malas untuk keluar malam tapi apa boleh buat sebagai orang yang professional dalam menjalankan profesi harus mengikuti kehendak pasien. Bukankah pelayan bagus merupakan salah satu factor keberhasilan menjalankan SOP…cileee pekerjaan bekam aja sudah menggunakan konsep SOP dan mengutamakan kepuasan pelanggan hoooo…

Ketika menuju rumah pasien disuguhi pemandangan sangat mengiurkan, mulai dari makanan kecil-kecilan terjejer ditenda remang-remang kemudian dialuni dengan senandung music anak muda semakin menjadi kemaksiatan dipinggir jalan. Terdapat pula sekumpulan orang yang sedang menikmati kopi malam ditemani tontonan dangdutan sepertinya para bapak-bapak ngombrol diwarung semakin asyik bertema politik sedang menghangat menjelang tahun 2014.

Darian sekian banyak hal menarik diterlihat disepanjang perjalanan ada satu yang membuat tertarik untuk menikmatinya. Namun apa daya bukan saku tak sampai melain kebinggungan untuk bawa pulang secara bawaan begitu banyak baik dipikul maupun diatas motor.

Sepertinya duren malam sangat mengiurkan selera bahkan coklat pun tidak sebanding dengan kelezatan duren malam. Berharap malam minggu ada yang mengantar kerumah hohooo…!!!! waaah bulan desember identik dengan musem duren. Terlihat sepanjang perjalanan dari rumah hingga kota bersebaran penjualan duren musiman dari berbagai daerah.

Uniknya kenapa dimalam hari penjual duren menjamur dibanding disore. Mungkin dipagi hari sedang menunggu duren jatuh dulu, atau pagi hari siap-siap berangkat kekota untuk berjualan, atau bisa jadi dimalam hari duren cepat laku dibanding disiang hari, atau bisa jadi duren nikmat disantap dimalam hari semari menikmati angin malam dengan cahaya rembulan, atau bisa dengan menjual duren dimalam hari biar tidak kena pajak penjualan, atau bisa jadi Cuma malam diperboleh menjual duren dijalan protokol.

Rata-rata duren yang dijual selalu terjual, apakah terjualnya duren karena murah atau kelezatannya. Sepertinya duren terjual karena harga murahnya. Dan taktik untuk mendapat harga murah ketika beli duren yaitu beli ditengah malam itupun kalau duren masih ada hohoooo…Tapi itu benar adanya karena biasanya tengah malam harga duren semakin murah dibanding harga disore hari. Berbicara belanja tengah malam jadi keingat kembali masa-masa jadi anak kosan waktu dibandung dengan anak kosan. Jikalau mau belanja sambal untuk kuliah besoknya selalu belanja supermarket dekat kosan jam9 malam karena jam segitu harga sambal siap makan turun drastis yang siangnya dijual 15Ribu ikan panggang hampir jam9 malam harga bisa 3ribu atau lima ribu. Nich strategis anak kosan yang tinggal dekat supermarket dan pemilik swalayan yang tidak mau rugi tentunya. Daripada basi, dibawa karyawan pulang mendingan dijual harga murah…”Masa indah ketika jadi mahasiswa ahaaaiiii”.

Bahkan dengan musim duren begini teringat masa-masa berdomisili di bandung dan yogya secara duren disana harganya menakutkan, masak satu biji duren harganya 10-20 ribu padahal kalau disumatra apalagi dikota tempat ia dilahirkan harganya sangat murah bahkan terkadang jadi kasian juga dengan penjualnya, kok bisa murah banget!!! Terpaksa menahan selera…

Waaaah,,,,pembaca ingin menikmati duren nikmat dengan harga murah maka destinity and visit Sumatra Island on December. Biasanya desember musim duren dan duku. Bagi sahabat mimiliki teman, saudara dan kolega disumatra minta dikirimin saja atau mengunjung kota sahabat segera minta oleh duren. Kalau tidak menyesal tujuh keterunan hikkkkssss.

bagi sahabat lagi baca jangan ngiler ya, kalau ngiler segara mencari duren disekitar sahabat hihiiiiii

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: