Negeri ku sedang terkoyok

Negeri ku sedang terkoyok

Negeri ku sedang terkoyok

Bismillah…

Setiap menonton berita selalu ada pertanyaan, selalu ada hal aneh ditayangkan terutama berita tidak berkualitas selalu dibanjiri kabar tidak memiliki nilai history baik dikolom berita, kolom Koran maupun dikolom social media. Bahkan rame dan makin menghebohkan tentang kebijakan atau program para menteri yang mendukung jalannya pemerintah presiden. Ada yang mendukung program dan tidak sedikit pula menentang program tersebut tentu ada something wrong jika ditinjau dari ilmu maupun teori. Yang ada tidak memberi manfaat dan melahirkan kemaksiatan merajalela.

Mari kita tenggok program pemerintah yang sangat bertentangan agama dan budaya Indonesia. Pertama pelanggaran terhadap polwan untuk menggunakan jilbab padahal undang-undang mengamanahkan setiap masyarakat memiliki hak yang sama dalam beribadah seperti dijelaskan dalam UUD 1945 di pasal 31. Seayang kebebasan tersebut terbentuk dengan atauran kepolisian atau etika profesi. Walaupun ada angin segar memperoleh polwan menggunakan jilbab tapi aturan itu masih menunggu persetujuan oleh pihak terkait…”entah sampai kapan”

Sangat kontras dengan program pemerintah yang satu ini, begitu didukung dan mudah berbagi kondom secara gratis kepada pemuda Indonesia dengan biaya sangat prestesius yaitu sekitar 2,7 Milliar hanya untuk program sia-sia. Bayangkan untuk pembagian kondom dan hari kondom nasional menghabis anggaran Negara luar biasa. Padahal pembagian kondom tersebut secara implicit menganjur maupun memotivasi masyarakat Indonesia melakukan kemaksiatan asal menggunakan kondom. Jika dilihat ilmu kesehatan bahwa kondom tidak dapat mencegah HIV/AIDS. Padahal hubungan kondom dengan HIV tidak da korelasinya??? Sangat tidak wajar

Seakan-akan menteri kesehat tidak memliki program jelas atau nyata. Bagaimana cara mencegah HIV/AIDS di Indonesia sehinga Menkes mengikuti alur kerja swasta seperti dijelaskan melalui personal twitter bahwa program tersebut ada keinginan swasta. Menyakitnya lagi gerakan tersebut diawali didunia akademis “Universitas Gadjah Mada” sebagai Alumni sangat tersayat-sayat. Padahal kampus tersebut merupakan kampus “World class university”, kampus kerakyatan, dan kampus religious. Kok bisa langkah awal disana!!! Jangan-jangan petinggi kampus kongkolikong dengan menkes atau gara-gara wakil menkes dari UGM!!! Atau bisa jadi dikota pendidik salah kota terbanyak terjangkit penyakit HIV/AIDS…”bingung-bingung aaahhhh”.

Sedangkan diluar negeri langkah nyata dan solutif didijalankan pemerintah antara lain dengan memberi contoh pengobatan alternative dan mensarankan bagaimana cara menghindarkan virus tersebut bukan dengan pembagian kodom sepertinya hanya di Indonesia cara menggulangi HIV/AIDS dengan kondom.

Terlihat nyata bukan, bahwa pejabat tinggi Negara belum mempunyai program solutif. Ya beginilah kalau para pemimpin Negara pemikiran sudah dirasukin liberalisasi dan jauh dari aturan Tuhan pada akhirnya program diciptakan penuh kemudaratan. Mungkin menkes mengikuti program swasta atas deal-dela politik, atas kekuasaan dan atas uang apapun diajukan oleh swasta tinggal mengaminkan walaupun bertentangan….”bahaya-bahaya-bahaya”

Tidak hanya itu, beberapa bulan yang juga begitu lantang masyarakat Indonesia mencegah atau memprotes ajeng Miss Universe tapi apa tetap para kapitalis melanjutkan program pamer tersebut meskipun seluruh elemen masyarakat menolak. Walaupun kemesan acara didominan budaya Indonesia tetap ajang tersebut mengandung unsure pelanggaran agama.

Duuuuhhhh…..mengikuti berita, ditelevisi, Koran dan social media jadi capek sendiri melihat negeri ku. Perhatinnya lagi sistim sudah tidak jelas dan pemimpin negeri ku tercinta sudah dikuasai antek liberal maupun yahudi. Seakan-akan dunia tidak ada akhirnya sehinga mereka sedang berkuasa semena-mena menetap program penuh kemaksiatan.

Ya beginilah menjadi masyarakat biasa dan orang kelas teri hanya bisa protes melalui tulisan dan demontrasi menyuarakan kedhaliman di negeri ku. Dan akhirnya yang menang selalu pemilik modal dan pengusa yang sudah berkiblat westenisasi.

Semoga Allah membuka pintu hidayah bagi pejabat-pejabat kami untuk memperhatikan masyarakat bukan memperhatikan golongan tertentu. Untuk benar-benar memikir program kebaikan segala line bukan melahirkan kemaksiatan maupun mudharat social. Dan begitu saja tunduk dengan pihak tertentu.

“Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: