Semakin Banyak Analisa Semakin Tercerah Atau Semakin Kebinggungan

 

Bismillah…

Semakin Banyak Analisa Semakin Tercerah Atau Semakin Kebinggungan

Semakin Banyak Analisa Semakin Tercerah Atau Semakin Kebinggungan

Setiap peristiwa, kejadian, fenomena mengiring manusia dengan berbagai profesi, berbagai pekerjaan dan berbagai teori  ingin ikut berbicara dengan persepektif mereka sendiri-sendiri. Apakah analisa tersebut menggunakan teori atau hanya sebatas melihat realitas terjadi atau ikut-ikut tanpa mengetahui kedua-duanya dan atau mereka memahami toeri maupun realita terjadi dilapangan. Bahkan dengan fenomena atau peristiwa tentunya melahirkan informasi dan informasi berkembang tak bisa diikuti oleh siapapun.

Setiap kritikan atau analisa perorangan maupun perkelompok memberi dampak tersendiri bagi setiap orang.  Ada yang merasa tercerahkan dengan steatment para panelis atau pengamat amatir dan sedikit pula yang merasa kebingung dengan semakin banyak analisa diranah public. Apakah dengan analisasa tersebut memberi solusi nyata atau sebalik menimbum masalah baru.

Apalagi diera demokrasi diberi hak yang sama bagi masyarakat untuk berbicara, hak untuk mengeluarkan pendapat dan hak untuk mempercayai informasi berterbangan diranah massa. Namun harus diperhatikan ketika ingin berbicara, mengeluarkan pendapat harus mengikuti aturan, dan didukung teori. Kenapa harus ada teori dan aturan agar analisas dijelaskan tidak hanya tidak sebatas ngomong saja. Dengan melampirkan teori dan fakta berdampak pada kebenaran informasi dan kesahihan informasi!!! Namun sebalik tanpa kedua hal tersebut masyarakat kebinggungan dan bertanya-tanya!!! Mana informasi valid, mana informasi bohongan belaka. Mungkin diantara kita banyak kebinggungan dengan informasi berserakan dissocial media maupun televise.

Sebanarnya sebagai masyarakat, jangan begitu cepat menelan mentah-mentah informasi didengar, sebaiknya ketika analisa dipaparkan oleh siapapun dikonversikan dengan pendapat ahli lainnya. Agar bisa mendapat analisa secara utuh dengan berbagai persepektif. Takutnya bila mempercayai analisa pada satu orang saja menutup kebenaran dari pihak lain.

Jika disimak dari ilmu komunikasi untuk mempercayai kebenaran informasi lihat siapa yang menganalisa, lihat pula teori digunakan kemudian dikombinasikan dengan realita dan pendapat para ahli lainnya. Semakin banyak teori digunakan, semakin banyak para ahli menganalisa maka kesahian semakin mendekati kebanar. Berbeda jika menganalisas tanpa teori hanya akan menghasilkan kebohongan dan penipuan public.

Berbeda pula jika ditinjau dari ilmu agama!!! Ada tatacra menganalisas peristiwa yaitu harus dirujuk dari Al-quran dan Hadist. Ini referencesi yang tak pernah using oleh waktu, tak pernah bisa terkalah dengan teori-teori apapun dan orang barat membenarkan segala kandungan ayat Alquran yang menjelaskan segala hal, mulai terkecil hingga tak terkira, dari tak tampak hingga terlihat, dan dari masa lalu hingga masa depan. Sesungguhnya analisas akurat dan komplikiten yaitu menggunakan teori al-quran serta hadist.

Ingaattt…apapun terjadi dibumi Allah lihatlah dari segala ilmu, lihat segala teori dan segala realitas.  Agar tak salah mengambil keputusan, agar tidak mengkonsumsi informasi yang salah, agar tak menikmati informasi sepotong-potong.

 

BestRegard Inspirasi BeraniSukes

Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: