Semua dilakukan terburu-buru: hanya mati tak seorangpun mau terburu-buru

Bismillah…

“Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa” (Al Isra, ayat 11)

Semua dilakukan terburu-buru: hanya mati tak seorangpun mau terburu-buru

Semua dilakukan terburu-buru: hanya mati tak seorangpun mau terburu-buru

Benar adanya semua yang kita lakukan bersifat tergegesa dan terburu-buru. Dari usai muda hingga beranjak tua, dan dari bersifat komunal maupun personalita. Dari pada menunggu lama mendingan terburu-buru, dari pada tak ada kepastian lebih baik berburu-buru, dan dari pada ketinggalan lebih baik terburu-buru.

Entah apa membuat manusia selalu terburu-buru, apa mungkin kita terkejar oleh waktu, atau mungkin kita tak bisa bersabar menikmati proses, atau benarkah manusia sifat dasar seperti itu, atau memang kita menyukai hal terburu-buru dan mungkin biar mendapat manusia energrik sehingga harus melakukan apapun terburu-buru. Padahal Allah telah memberi pengeritan pada kita bahwa sifat terburu adalah sifat setan seperti dijelaskan Dari Anas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa itu berasal dari setan.” 

Mungkin sering menemui mereka-mereka terburu diruang public misalnya berangkat kerja terburu-buru akhirnya banyak barang ketinggalan. Pulang kerja berburu-buru akhirnya pekerjaan tak diselasaikan. Beribadah terburu-buru akhirnya tidak khusyuk. Berdoa terburu dan meminta dikabulkan juga tergesa-gesa. Terburu-buru mengklaim orang salah sebelum mendengar  dari orang bersangkutan akhirnya salah mengambil keputusan dan menghiba. Makan terburu-buru akhirnya salah dengan pencernaan. Buru-buru mengadari kendaraan dijalan raya akhirnya tabrakan. Buru-buru ingin sukses tak ingin mengikuti tahap-tahap kesuksesan akhirnya kesuksesan instant yang tak menikmati jalur gergetan.

Tak hanya itu, ketika ingin jadi pejabat juga terburu-buru dengan memplagiat karya orang lain, dan tak mau mengikuti aturan jenjang karir akhirnya menyuap. Ingin segara kaya akhirnya korupsi, memanfaatin kolega dan menggunakan media dukun.

Lihat pula pada perilaku mahasiswa pengen selesai kuliah buru-buru padahal sering bolos kuliah, sering tidak menyelesaikan tugas, malas konsultasi skripsi pada akhirnya buru-buru minta pemimbing ACC judul untuk segara ujian. Hasilnya apa dengan buru-buru banyak redaksi salah disana-sini, akhirnya banyak kritikan dari dosen penguji, dan nilai diperoleh tentu sedang-sedang saja “asal lulus”.

Sayang hal yang bersifat terburu-buru tidak berlaku dengan kematian. Padahal yang paling dekat adalah kematian. Tapi apa yang kita lakukan dengan terburu mengantarkan kita semua dengan kematian segera.

Jadi tidak semua hal dilakukan terburu-buru memberi hasil indah dan berkah. Benar kata pepatah untuk menjadi apapun, untuk meraih apapun kita harus sabar, menikmati proses agar yang dihasil benar personal branding, professional kapasitas dan bukan sebaliknya melalukan dengan berbagai cara sehingga hak maupun batin tercampurkan.

Yuk nikmati hidup dengan sabar bukan tergesa-gesa terutama ketika sholat dan berdoa sebab sifat seperti itu adalah sifat setan yang mengajak kita untuk panik, resah, jauh dari berkah dan gelisah. Semoga kita bisa menghilangkan sifat setan tersebut dalam hidup kita.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: