hilangnya budaya salingmenyapa dalam kontek nyata: tumbuhnya salingmenyapa di dunia maya

 

Bismillah…

hilangnya budaya salingmenyapa dalam kontek nyata: tumbuhnya salingmenyapa di dunia maya

hilangnya budaya salingmenyapa dalam kontek nyata: tumbuhnya salingmenyapa di dunia maya

Sangat sering berjumpa, melihat dan mengamati kerumulan manusia ditempat public atau ditempat keramaian. Kebiasaan terbangun, terutama di era teknologi atau era literasi media tumbuhnya saling menyapa di dunia maya. Dengan perilaku seperti itu menghilangkan budaya saling menyapa dalam kontek sesungguhnya.

Teringat pula dengan salah satu penulis spektakuler “Akmal Jamal” menjelaskan bahwa banyak manusia lari kedunia maya dengan berbagai tujuan, misalnya melalui dunia maya banyak manusia menjadi famous karena didunia nyata tak bisa menjadi orang terkenal…”betul banget”. Banyak orang terkenal didunia maya tapi tak memiliki peran di dunia realitas.

Kronologis yang diungkap oleh ustad Akmal Jamal hampir serupa dengan tulisan alhanin. Bahwa banyak manusia tak bisa menyapa dunia nyata akhir menyapa dengan dunia maya.

Coba kita bayangkan bagaimana berapa tahun kedepan masih adakah tradisi saling menyapa ditempat umum, atau jangan-jangan manusia sibuk dengan alat teknologi yang bisa membawa manusia kemana saja. Sehingga tak kenal lagi siapa disamping meraka, sehingga hidup ini siapa lo siapa gue!!! Hal ini tidak saja terjadi ditempak public melainkan dalam suasana keluarga juga, sepertinya saling menyapa semakin berkurang sebab dipengaruhi oleh keasyikan kita menggunakan teknologi mulai dari gadget, smarphone, notebook, leptop, playstation, MP3 dan MP4.

Komunikasi maya, rata-rata dimanfaatkan oleh meraka yang terlahir ketika teknologi lagi booming, atau generasi millennial sedangkan komunikasi (salingmenyapa) lebih banyak digunakan oleh generasi tua atau dikenal istilah generasi Y!!!

ia pun terikut dengan sikap seperti itu ditengah keramaian, jauh dari hati paling kecil ingin sekali berkomunikasi secara langsung karena dengan berkomunikasi (salingmenyapa) secara langsung bisa merasa efek berbeda, bisa menambawah wawasan, bisa menambah silaturahmi, bisa menjadi sahabat dan saling tukar informasi bermanfaat. Seperti materikuliah ia paparkan diruangan perkuliahan yang menjelaskan sebaik-baiknya komunikasi adalah “ commnucation face to face not best communication with channel”.

Mari kita balanced antara komunikasi maya dan komunikasi nyata. Dengan keseimbangan tersebut sesungguhnya kita sudah berhasil berkomunikasi tanpa harus meninggal hakikat komunikasi sebenarnya.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: