Hidup adalah pilihan, Dan memilih berpakaian syar’I adalah pilihanku yang paling tepat

Bismillah…

Hidup adalah pilihan, Dan memilih berpakaian syar’I adalah pilihanku yang paling tepat

Hidup adalah pilihan, Dan memilih berpakaian syar’I adalah pilihanku yang paling tepat

Setiap waktu, setiap pergantian hari, setiap detak jantung bernafas, setiap kelip mata, setiap otak berpikir dan setiap kaki melangkah manusia selalu disodori dengan pilihan. Antara pilihan positif maupun negative, antara pilihan kiri maupun kanan, setiap pilihan bermanfaat maupun mubasir, antara pilihan efektif maupun pilihan tak bermakna, antara pilihan cinta maupun kebencian, dan antara pilihan maju maupun pilihan kemuduran.

Itu diamali seorang wanita ketika waktu kala ingin berhijrah atau ingin menutup aurat secara islam persis seperti dijelaskan dalam alquran “Surah Al-Ahzab: 59 Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Terlihat jelas Allah ingin melindungi wanita sholeha dari manusia yang ingin menggangunya. Betapa Allah cinta wanita sholeha sehingga banyak ayat Al-quran menjelaskan tentang keutamaan menggunakan khimar seperti dalam surah An-Nur:31 menyatakan “Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya.

Tapi ketika untuk memutuskan sesungguh alam sangat mendukung niat mulia tersebut. Hanya saja hati dan pikiran saling tarik menarik, saling meragukan, saling pesimis, saling meremahkan dengan mengatakan jangan-jangan niat mulia itu bertahan beberapa tahun. Kini merasa nikmatnya menutup aurat sesuai aturan dan prosedur bukan sebatas menggunakan saja.

Sempat pula ragu dengan keputusan sendiri karena takut tak istiqomah dengan pilihan dipilih. Sebab ketika keistiqomah tak bisa dipertahankan maka bisa jadi ia termasuk hamba Allah yang rugi, hamba Allah tak memiliki komitmen, hamba Allah tak berprinsip dan hamba Allah hanya panas-panas tahi ayam. Ia tak mau dikatakan seperti itu karena ketika memilih, ketika memutus maka hingga akhir harus memegang pilihan tersebut dan tak ingin dikataka manusia tak memiliki pendirian dengan pilihan hidup. Ini tak hanya berlaku dalam menggunakan khimar melain segala aspek ia terapkan.

Setahun lebih bertarung dengan diri sendiri, ternyata hambatan diluar manusia mampu ditepiskan tetapi musuh dalam diri sendiri yang susah untuk dikecohkan atau lumpuhkan.

Saat terus berusaha meyakini diri, saat itu pula hati dan pikiran menolak ide brilian agar tak segara hijrah. Entah kenapa begitu jauh berpikir, begitu jauh menganalisa dampak negative dengan menggunakan pakaian khimar padahal hal negative tak perlu dikonfirmasi begitu serius.

Alhamdulillah pilih ini adalah pilihan tepat karena Allah menganjur muslimah dan wanita islam untuk menutup auratnya agar menjadi wanita mulia, wanita muda dikenal dan wanita dihargai bukan sebaliknya seperti gemboran kaum famenis yang menyatakan dengan menutup aurat mengekang untuk beraktivitas dan berafliasi dikancah karir. Ternyata hanya pesemis belaka dan rayuan setan untuk meruntuh kemulian wanita.

Ungkap indah tersebut jelas diterangkan dalam surah Al-Maidah ayat 6 “Akan tetapi Allah hendak mensucikan dan menyempurnakan nikmatNya kepadaMu”. Serta diperkuat dengan ayat surah lainnya yaitu Al-Baqarah ayat 222 “SesungguhnyaAllah mencintai orang-orang yang taubat dan mencintai orang-orang yang  melakukan kesucian”.

Sungguh indah bukan, Allah begitu mencinta hambanya yang mensucikan jiwa melalui pakaian, iman,dan tindakan. Insyallah jika muslimah sudah menutup indah aurat itu berindikasi kedekatan dirinya pada Allah sudah mulai dekat.

Bagi muslimah atau wanita sholeha yang sudah istiqomah mempertahankan aurat dengan aturan islam atau menggunakan khamar. Insyallah Allah akan selalu menunjuki kita kejalan yang lurus, jalan penuh kedamaian, jalan penuh ketenangan dan merasa manisnya iman. Sesungguh hanya wanita pilihan yang mampu menikmati indah khimar tersebut karena disana diperlukan keistiqomahan dan kedalaman ilmu agama.

Dengan pakaian syar’I itu pula akan membawa wanita shaliha kepada lelaki sholeh seperti kalimat indah berikut ini yang patut kita renungi bersama Tapi ia tetap yakin, selama masih ada laki-laki yang berusaha menshalehkan dirinya untuk mendapatkan wanita shalehah. Berarti masih ada wanita yang berusaha menshalehahkan dirinya untuk mendapatkan laki-laki shaleh”. Sesedap mie goreng disantap dikala kelaparan huuuuu…

Subhanallah pada akhirnya khimar itu masih berkibar indah melambai, berharap semakin panjang, berharap semakin banyak mengkoleksi khimar tersebut, berharap tiap hari bisa menggunakan khimar dan kerudung tersebut baik dalam acara formal maupun nonformal. Agar saudara ia belum merasa indah khimar segara mencintai serta termotivasi untuk menggunakannya. Seperti ia dulu termotivasi berhijrah karena seseorang makin kesini semakin tersadari betapa mulia khimar dalam mata Allah.

Ketika khimar semakin panjang maka otomatis semakin cinta memperdalam ilmu agama. Malu juga nanti jika ditanya soal agama tak bisa menjawab, padahal steatment masyarakat luas wanita berkhimar panjang adalah meraka yang paham agama dan dekat dengan Allah.

Bagaimanapun nanti cemoohan dari luar maupun garis terdalam akan pertahankan pilihan indah dan tepat ini. Semoga melalui khimar dan kerudung merupakan salah satu cara berdakwah serta menambah pahala.Allahuma Amin.

Dan akhirnya benar-benar cinta khimar panjang, cinta gamis tiap hari, cinta memperdalam ilmu agama dengan coba mencari guru ngaji, cinta untuk menaati aturan dari Allah walaupun sangat berat diterapkan tapi itu semua bukan alasan.

Semoga Allah murah rezki, niat dan tujuan wanita sholeha itu untuk mengkoleksi khimar dan kerudung…”keep smileeee ukhtiiii sholeha”.

Best Regard Inspirasi BeraniSuksesTaburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: