baru bisa dibilang benar-benar laki bukan dari hitungan berapa banyak wanita muda yang tiap bulan ditransfernya. Tetapi bagaimana dia bertanggung jawab akan keluarganya.

Bismillah…

baru bisa dibilang benar-benar laki bukan dari hitungan berapa banyak wanita muda yang tiap bulan ditransfernya. Tetapi bagaimana dia bertanggung jawab akan keluarganya.

baru bisa dibilang benar-benar laki bukan dari hitungan berapa banyak wanita muda yang tiap bulan ditransfernya. Tetapi bagaimana dia bertanggung jawab akan keluarganya.

Marak skandal lelaki mapan tersangkut kasus perselingkungan, kasuh memiliki wanita lain, kasuh terbawa harus nafus dunia tergerak untuk menyimak dan menulis tentang laki-laki. Beberapa bulan ini semakin banyak televisi menayangkan tentang skandal laki-laki mapan dengan perempuan sekitarnya. Rata-rata wanita disekitar laki-laki mapan sangat identik dengan wanita cantik, mulus, sangat mudah alias daun muda dan tentu wanita seksi.

Ketika belum apa-apa!!! mungkin laki-laki masih teruji kesetian sangat berbalik ketika sudah menduduki jabatan bergengsi ujian kesetian mulai diuji, mulai goyah, mulai terbawa nafsu, mulai gelap mata dan mulai tak sadar usia. Seperti itu terjadi baik dikota metropolitan hingga pelosok desa…”Nauzubillah Minzaliq”

Benar kata pepatah teramat sering kita dengar, teramat diucapakan dan teramat sering terjadi tetapi laki-laki masih tak bisa mengambil hikmah atau memang sengaja melibatkan diri kedunia tak diperboleh oleh agama maupun aturan Negara. Bahwa laki-laki akan diuji ketika sudah mapan, ketika sudah menjabat, dan ketika sudah banyak diakui oleh masyarakat.

Rata-rata laki-laki mapan tersebut berpendidikan tinggi, alumni universitas ternama, dan mungkin sangat paham dengan agama. Mungkin nafsu sudah menguasi jadi semua menjadi hilang tak beraturan. Seakan-akan kenikmatan tersebut akan kekal abadi.

Bayangkan betapa sedihnya istri, anak, mertua dan orang tua mengetahui laki-laki mapan bersikap seperti itu. Padahal ketika menikah atau ijab Kabul akan setia hingga nyawa dicabut sang ilahi. Padahal janji manis itu masih tertulis indah dalam naluri jiwa. Padahal istri dan anak begitu selalu berdoa agar sang ayah serta suami tetap dalam jalan diridhoi ilahi. Namun kenyataan jauh dari harapan terlantunkan dalam doa.

Tiba-tiba imajinasi berpikir liar, semoga imajinasi tidak terjadi atau hanya sebatas ilusi tak berdata, tak berteori dan tak valid. Bahwa setiap laki-laki mapan pasti mempunyai wanita simpan, pasti nafsu semakin hidup dalam keliaran nafsu dan pasti kegancengan. Berimajinasi seperti gara-gara setiap hari disuguhi berita tentang laki-laki  mapan bermasalah pasti ada wanita liar dibelakangnya.

Pesan moral bagi ibu-ibu diluar sana yang merasa memiliki suami sudah mapan, memiliki suami menjabat profesi bergensi dan mimiliki suami setiap hari berkerja diluar sana harus hati-hati, harus pandai membaca gesture, harus pandai membaca expression face, harus pandai menganalisa makna diungkap. Agar tidak terjadi seperti trending topic disocial media maupun television.

Sesungguh laki-laki mapan juga tak bisa disalahkan sebelah pihak karena terjadi persilingkuhan seperti itu karena adanya respon pihak ingin digodai. Sudah rahasia umum bahwa wanita-wanita sekarang begitu mudah menangkap mana laki-laki mapan, mana laki-laki mudah terbawa arus, dan mana laki-laki bermata genit.

Disinilah dibutuhkan pondasi keimanan, disinilah dibutuhkan kedekatan diri pada Allah agar terjauh dari rayuan-rayuan setan ingin menjatuh manusia keneraka, disinilah dibutuhkan lingkungan yang membawa diri pada Allah agar ada yang mengingatkan ketika khilaf.

Wahai laki-laki mapan kelakian-kelakian, kejantanan kalian, kebijaksanaan kalian, kearifan kalian, kewibaan kalian buat terlihat dari betapa banyak uang ditransfer kepada wanita selingkuhan. Tetapi dikatakan laki-laki benar bagaimana dia bertanggung jawab akan keluarganya. Bukan apa yang dilakukan diatas bumi semua akan diminta pertanggung jawab. Apalagi seorang laki-laki merupakan imam dalam keluarga tentu pertanggung jawaban diyaumil akhir akan lebih berat.

Tidak hanya diakhirat akan mendapat pertanggungjawab sangat dahsyat melain didunia saja akan mendapat lebelitas tak sedap dari lingkungan yaitu ada hukum social yang akan mengucilkan dan tersisi dari lingkungan social.

Wahai laki-laki mapan, jadikan profesi tersebut sebagai wahana menambah pahala, jadikan sebagai media untuk menginspirasi anak muda, jadikan jabatan untuk mengharumkan keluarga. Jika laki-laki mapan bisa berpikir objektif dan memahami tujuan hidup penciptaan dan hakikat keberadaan di bumi Allah tentu tidak akan terjadi kronologis lagi trend saat ini.

#ironi laki-laki mapan, #kesetian dalam pusaran ujian #keteguhan hati istri sholeha.

 

Best Regard Inspirasi BeraniSuksesTaburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: