Aku ingin berkunjung ke Rumah-Mu Yaa Robb

Aku ingin berkunjung ke Rumah-Mu Yaa Robb

Aku ingin berkunjung ke Rumah-Mu Yaa Robb

Bismillah…

Suatu saat dan berungkali aku memejamkan mata. Beribu kali meyakinkan diri bahwa selama ini aku hanya sibuk untuk urusan duniawi. Begitu seakan tertutup hati ini, bahwa kejar dunia tak dibawa mati. aku masih memikirkan duniawi. Aku hampir melupakan rasa rindu yang jauh terkubur di kalbuku. Aku rindu untuk mencium dirimu, duhai … Muhammad…. bertanya diri kotor ini akan dirimu. Astaghfirullohal adziim… kiranya tak layak diri ini merindukan dirimu yang begitu agung…. Subhanalloh wabihamdihii… Subhanallohil Adziim… Laa ilaha ila anta subhanaka inni kuntu minadzolimiin … Astaghfirullohhaladziim …

***
Duhai Allah penuhi jiwa ini dengan satu rindu, rindu akan cinta-Mu … Duhai Muhammad …. kekasih Allah … Siapakah kiranya dirimu yang begitu menggetarkan kerinduanku atas Allah … Allahuma sholli ‘Ala Muhammad … penuhi hati ini selalu akan cintaku akan dirimu untuk mendapatkan ‘gerbong’ dalam umatmu dalam menggapai Cinta Allah…
Kupandang langit sore itu. Begitu beri dengan arak awan yang tiada terperi. Ada kekuatan di atas sana. Jauh dari apa yang ada pada semesta. Apa hak ku menuntut sesuatu yang sangat tak tahu diri ini ? apa hakku untuk meminta dengan kekotoran hati ini ? Allahu Akbar …. begitu lama diri ini terpuruk, seakan lupa bahwa setiap saat nafas ini dapat terhenti seketika tanpa mampu untuk menolak.

***
Allah … diri ini menangis … menangis jauh di dalam hati … bagaimana diri ini begitu sibuk akan urusan duniawi … hijrah seakan tanpa istikomah … Astaghfirullohal Adziim … Laa ilaha illa Anta Subhanaka Inni kuntum Minadzolimiin … begitu khawatirnya diri akan strata pendidikan yang ingin terkejar hingga hampir melupakan strata keimanan yang sebenarnya mulai terabaikan. Aku ingin berkunjung ke Rumah-Mu Yaa Robb … menumpahkan rindu yang tersekat dalam dinding-dinding kesombongan dan haus pengakuan. Rindu yang seakan kutampik untuk kutuangkan. Kau menegurku dengan arakan awan di sore itu Yaa Robb… aku tersadar bahwa Ilmu-Mu di dunia ini tak akan habis sampai kapan jua. Itu pun bukan pembuktian dari strata pendidikan.

***

Aku kembali merapikan duduk sembari menghirup dalam-dalam secangkir kopi yang menemaniku sore itu. Kopi itu begitu nikmat diantara ‘kesadaran’ akan kerdilnya diriku. Gejolak bukan tiada. Gejolak selalu saja menghantui pemenuhan akan ego, akan pengakuan. Dua pilihan sudah terlalu banyak untuk membuat satu keputusan. Keputusan sebagai penentu langkah. Akankah semua terbuang sia-sia dalam jengkal usia yang kian lama tak menentu menunggu suatu kepastian yang akan datang sewaktu-waktu ?

***

Begitu beruntungnya diriku diantara usia yang telah diamanahkan Allah kepadaku. Dan begitu menyedihkannya diriku tatkala ‘kesadaran’ menyeruak diantara tergerusnya keberadaan akan Diri-Mu… ampuni aku Yaa Robb … ampuni atas kebodohan dan kesombonganku selama ini. yang begitu banyak menuntut tanpa tahu batasan dan rasa syukur. Ampuni aku atas kealpaan hati… ampuni aku atas kekerdilan pemikiran akan ilmu… ampuni aku atas keraguan yang hampir menenggelamkan jiwa …

***

Bagaimana mungkin aku begitu bodoh untuk tidak menerima garis hidupku. Begitu banyak tanya atas jawaban yang mestinya sudah ada. Engkau Maha Tahu. Engkau Tahu aku lelah. Engkau Tahu semua terlalu sulit untuk ku. Tetapi satu hal bahwa aku juga tahu bahwa Engkau tak akan menempatkanku di tempat yang sekiranya aku tak mampu untuk memikulnya. Sungguh ampunilah dosaku Yaa Robb … aku menangis dalam keheningan. Keheningan ditengah terang sore merapat senja. Keheningan merajut oranye dalam ufuk barat…

***

Simpuhan hatiku diantara kealpaan yang menyeruak tiada henti. Simpuhan hatiku diantara kebodohan yang tersadari tiada terperi. Simpuhan hatiku diantara kesombongan yang hampir membakar syukur. Simpuhan hatiku diantara keraguan yang hampir menenggelamkan jiwa … aku menangis atas Ampunan-Mu. Aku menangis atas Rahmat-Mu. Aku menangis akan Kasih-Mu. Aku menangis atas Petunjuk-Mu Yaa Robb…

***

Jika sesungguhnya hidup ini adalah ibadah, maka kebaikan lah yang ada pada tiap detiknya. Jika langkah kehidupan ini tak membutuhkan peta, karena Engkaulah tujuan kami semua kembali. Kepastian pada tiap detiknya yang kami semua tak mampu untuk untuk membacanya. Kepastian yang pasti akan datang pada pemutusan hela yang tiap detiknya kami tak mampu untuk menghindar. Kepastian yang pasti akan datang pada kehidupan yang akan terhenti pada tiap detiknya yang kami tak mampu untuk hindari. Aku memohon belas kasih-Mu Yaa Robb… aku memohon Hidayah-Mu …
***

Aku menangis dalam kerinduan yang demikian membuncah akan Diri-Mu… aku menangis dalam kerinduan yang demikian membuncah akan Petunjuk-Mu. Aku menangis dalam kerinduan yang demikian membuncah akan Kasih-Mu… ampuni diriku Yaa Robbana …

**

“Ya Allah, ampunilah kesalahan, kebodohan dan keterlaluanku dalam segala urusan, dan ampuni pula segala dosa yang Engkau lebih mengetahui daripada aku.”
“Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, yaang tiada Tuhan yang pantas disembah melainkan Engkau.yang telah menciptakan diriku. Aku adalah hamba-Mu, dan aku berada dalam perintah dan perjanjian-Mu, yang dengan segala kemampuanku perintah-Mu aku laksanakan. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejelekan yang aku perbuat terhadap-Mu. Engkau telah mencurahkan nikmat-Mu kepadaku, sementara aku senantiasa berbuat dosa. Maka ampunilah dosa-dosaku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa kecuali Engkau. “

 

sumber: http://astridaja.wordpress.com/

Best Regard Inspirasi BeraniSuksesTaburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: