Pesan cinta untuk murabbi

Bismillah…

Pesan cinta untuk murabbi

Pesan cinta untuk murabbi

Biasanya malam minggu dilabelkan dengan malam anak muda, seakan-akan malam minggu tiba anak gadis diperboleh menikmati angin malam. Seakan-akan malam minggu memiliki pesona dan istimewa tersendiri bagi muda-mudi. Sejak di lahir dibumi Allah hingga usia beranjak dewasa tak pernah dan tak ingin merasa aura malam minggu karena itu adalah salah satu cara menyesia-siakan waktu. Bagi ia setiap malam tak ada diistimewakan. Tidak hanya anak muda saja beranggapan malam minggu istimewakan bahkan nenek-nenek ikut serta meriahkan seperti dengan tetangga ku…

Bagi ia malam minggu adalah waktu pas, indah dan menawan untuk menulis sebanyak mungkin, ditemani obrolan ringan dengan keluarga serta diiringi suara murattal dari leptop tua. Inilah kenikmatan malam minggu bisa berkumpul tanpa ada kesibukkan masing-masing yanga ada mengistirahatkan otak dan hati khusus untuk keluarga.

Saat mendengar lantunan surah Annisa dan cerita orang tua secara tiba-tiba terbawa pada diskusi dihari yang cerah di suatu tempat karena siapapun berada disana akan merasa kesegaran, ketenangan dan kedamaian. Kebetulan obrolan serius penuh kebahagian awalnya membahas kegiatan komunitas yang sudah lama mati suri. Entah berawal dari mana titik fokusinisasi perbincangan ringan penuh canda beranjak tentang materi liqo dan tentang murabbi. Ketika bercerita tentang murabbi tentunya tak menyebutin siapa murabbi kami.

Heemmm…Engg…enggg, eitttsss!!! Setiap kami yang hadir diskusi memiliki penilaian berbeda-beda dengan murabbi yang mengajak kami menuju surge Allah menjadi akhwat pantas dipilih dan calon istri dibanggakan…(Insyallah).

Penilaian ibarat warna-warni pelanggi dilangit nan biru, ibarat keindahan bunga-bunga dimusim semi yang melihat akan terpukuan dengan keharuman dan keindahannya, ibarat gelombang ombak penuh ketertakdugaan seperti itu penilaian yang terlontarkan misalnya ada beranggapan murabbi sangat perhatian, ada beranggapan murabbi sang politkus handal disegani, ada beranggapan murabbi wanita sangat ikhlas mendidikasi menjadi ibu rumah tangga professional walaupun secara akademik bisa menjadi wanita karier, ada beranggapan murabbi cuek bebek ketika ada kajian hanya sebatas materi setelah langsung “go out”, ada yang beranggapan murabbi  menonton tak bisa menghangat suasana kajian mungkin karena masih menjaga image agar terlihat wibawa, dan ada yang beranggapan murabbi yang tegas…”it’s okey, apapun evaluasi adalah suatu yang wajar dan lumrah karena setiap orang menilai dengan indicator yang berbeda”

Satu titik temu dan muara dari pertanyaan saat seru-seru mencerita materi tarbiyah dan murabbi. Ada pertanyaan mendasar yang harus dijawabkan oleh siapapun merasa murabbi!!! Karena tanpa disadari materi dipresentasikan dari pekan kepekan sangat didominan hal bernuasa politik.

Jauh dalam sukma ingin mempertanyakan pada murabbi kenapa materi didominan hal seperti itu dibandingkan dengan materi bersentuhan dengan akhwat, bukan tak membutuh materi tersebut tapi akan lebih indah didominakan materi Ke-Akhwat-an atau Ke-Ummahat-an misalnya bagaimana mempersiapkan menjadi akhwat layak dipilih, bagaimana menjadi istri hebat dari sisi intelektual, religiusan dan masalah sentitif lain dalam berkeluarga…”Jangan-jangan hal itu sengaja tidak dikupas atau diserahkan pada mutorabbi membaca sendiri, belajar sendiri ketika menikah nanti dan mengikuti seminar yang berterbangan diluar sana”

Padahal melihat peran akhwat sebelum dan sesudah menikah memiliki peran strategis, krusial, komplek dalam keluarga maupun rumah tangga. Namun hal itu sangat jarang dibahas jika boleh jujur materi tersebut banyak diperoleh kajian umum, buku, internatan. Akan lebih elok, akan lebih indah, akan lebih menarik, akan lebih menarik materi seperti itu kami dapat langsung dari murabbi kami agar kebenaran sesungguhnya didapatkan, takut saja ilmu dari bercecaran diluar tidak semua benar dan menggunakan referensi yang salah. Tentunya ketika menggunakan refereensi yang salah aplikasi dan hasilnya diyakini unvalid.

Mungkin kenapa jarang dibahas, murabbi beranggapan belum saatnya kami mempelajari hal tersebut. Sedangkan dilihat usia anggota tarbiyah sudah saatnya memperdalam ilmu bernuasa itu (Rumah tangga dan bermasalahnya)…”bingung dan masih bertanya-tanya” atau ini hanya berlaku dalam lingkaran tarbiyah kami saja!!!

Sebenarnya pernah terbesit untuk mempertanya pada murabbi baik itu murabbi diawal tarbiyah hingga berganti-ganti murabbi. Tapi rasanya tak enak karena ia masih ingat materi tarbiyah, jika merasa bagian dari dakwah dan kader harus syikoh maupun qona’ah dengan ketetapan serta keputusan dari atas…!!! Itu sebabnya kenapa menguci mulut rapat-rapat setiap ada hal yang mengelitik pikiran.

Bagi murabbi dimanapun berada tolong dijelaskan pada kami!!! Kenapa ini bisa terjadi, dengan adanya penjelasan detail tentu tak pernah bertanya lagi. Ketika kami di amanahkan sebagai murabbi kelak dan dilembarkan pertanyaan yang sama bisa menjelaskannya…!!! (sekiranya telah mendapat jawab kami tak bertanya lagi dan mendiskusi dilain tempat).

Ketika bertanya seperti ini buka kami tak menyukai materi dipersembahkan. Ketika bertanya seperti ini bukan ingin tak qonah dan manut. Ketika bertanya seperti ini berharap murabbi tak beranggapan kami tak mengindahkan ummi sebagai guru terhebat kami.

Maaf kami jika terkesan mendikte atau menentang, bukan ingin menusuk hati murabbi dimanapun dan sempat membaca tulisan ini, bukan pula ingin mengevaluasi kerja ikhlas ummi karena tidak pantas kami yang mengevaluasi sebab ilmu kami tak setinggi bahkan sehebat ummi. Tulisan ini hanya ingin memberi tahu isi hati kami jika kami membutuh supplement dan vitamin bernuansa keakhwatan…”just it not another” andai sempat tertusuk, tersinggung dan menggores hati ummi maafkan kami.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: