Kami begini karena syar’iat

Bismillah…

Kami begini karena syar’i

Kami begini karena syar’i

Hari ini, kemaren dan esoknya pasti selalu mendengar, mendapat pertanyaan dan cemooh. Terkadang mengelitik hati, menusuk jiwa, menetes air mata dan terlalu sulit memahami pertanyaan terlontarkan sekeras lontaran ombak menghampiri tebing.

 Terkadang pertanyaan itu pula menguat asa dan niat untuk menegak syariat penuh cinta dengan dihiasi kesabaran. Walaupun di pandang aneh sebagian orang dengan penampilan ia kena tiap hari, tetap cinta dandan ini (gamis dikombinasi kaos kaki dipercantik dengan kerudung panjang yang menutup dada). Ingat kami bukan sok alim tapi benar-benar ingin menjadi wanita sholeha!!! “catat itu”

Bagi ia pertanyaan, cemoohan seperti itu sudah hal biasa karena sudah sering mengalami, tidak hanya dari lingkaran terluar bahkan dari lingkaran keluarga terdekat pun ikut menyindir sehinga mengoreskan hati sedang berusaha mengaplikasi aturaNya.

Bagi ukhti yang pernah mendapat pernyataan, sindirian maupun cemoohan yang sama, jangan pernah goyah dengan prinsip yang di pilih dan jangan pernah tersindir dengan ungkap itu. Moga pakaian tersebut membawa kita surgaNya, moga pakain itu menghantarkan kita meraih predikat mulia, moga pakaian indah tersebut akan menjadi kita bidadari surge yang dirindui banyak orang…”Allahuma Amin plus smile”.

Entah kenapa sempatnya melontarkan, mengatakan pakaian islami adalah bentuk manusia ketinggalan zaman (Entah siapa yang ketinggalan zaman), kuno, dan tidak mengikuti trend sedang ngetrend. Tak terbayangkan sampai-sampainya merendahkan saudari mu yang sedang serius memperbaiki kedekatan pada Allah melalui dandan…”Semoga Allah hadirkan hidayah dihati mu saudari ku”.  Dan suatu saat nanti engkau tak mengatakan seperti itu lagi karena nanti setelah engkau menikah pasti dalam sanubari kecil, ingin si buah hati mu menjadi wanita sholeha.

Wahai saudari ku, jangan goyah dengan opini, persepsi, perspektif meraka ketika menilai dandanan engkau karena dirimu lebih cantik seperti itu dibanding meraka yang menampakkan hal tak harus ditampakkan. Tidak perlu kecewa, tidak perlu tertekan, tak perlu kuatir, tak perlu terluka, tak perlu tertampar dan harus dilakukan tersenyumlah serta katakan kami tak pernah risih untuk tidak mengikuti trend bahkan tidak ada alasan untuk meninggal dandan syar’i.

Anggap saja cemoohan adalah karunia terindah dari sang pencipta untuk melihat kita, adakah diantara kita memiliki keyakinan tinggi disetiap episode kehidupan, benarkah menggunakan pakaian syar’I atas kecintaan pada konsep islam, adakah diantara kita sungguh mengaplikasi aturan indah tersebut!!!

Anggap saja pertanyaan itu motivasi kita untuk semakin cinta mempelajari atau memperdalam islam terutama bagaimana mencintai Allah melalui dandan, dan anggap saja keberkahaan bagi kita sebagai lading dakwah untuk mengingat meraka belum sempurna hijabnya. Semoga penampilan syar’I ini mengerak hati mereka untuk berpakaian seperti kita kena saat ini.

Dan sejarah menunjukkan bahwa wanita yang berpakaian syar’I akan dimuliakan, dihargai, disenggani dan ditauladani…”itulah buah manis berpakaian sesuai dengan aturan Allah”. Tampak jelas bukan! Perbedaan yang berpakain syari dan tidak.

Best Regard Inspirasi BeraniSukses “Taburkan Sejuta Kebaikan Selagi Masih Ada Kesempatan Tak Peduli Penilaian Yang Penting Itu Kebenaran Yang Memiliki Landasan Untuk Kebaikkan

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: